<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738</id><updated>2011-11-28T07:15:26.579+07:00</updated><category term='Belajar Sabar'/><category term='Ramadhan 2007'/><category term='Sebuah Catatan - Iedul Adha 1429 H'/><category term='Bayang - Bayang'/><category term='RIDE THE WAVE OF JOY'/><category term='Guru'/><category term='1000 bulan'/><title type='text'>BENINGNYA KALBU</title><subtitle type='html'>Sebuah proses menemukan jati diri dan jalan menuju sang khalik ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-211622708138104119</id><published>2009-09-08T16:01:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T16:02:39.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RIDE THE WAVE OF JOY'/><title type='text'>Panasnya Kota, Sejuknya Rumahku</title><content type='html'>Kota ini terpanggang oleh panasnya matahari di akhir bulan ke delapan tahun ini. Setiap orang bila berpapasan atau berbicara dengan orang lain selalu didahului dengan pembukaan “uh panasnya banget ya … rasanya seperti kering kerontang …”.   Ada yang menimpali “ini masih panasnya matahari … bagaimana kelak panasnya neraka”. Atau yang lain lagi “panasnya matahari dirasakan semua orang mas, masih lebih parah panasnya hati yang dirasakan seorang diri …”. Itulah celotah celoteh di kala panas seperti ini.&lt;br /&gt;Jika malam tiba, di puncak kemarau seperti ini, dingin menyusup ke tulang belulang, kadang kulit membeku diterpa angin malam, orang – orang pun tetap mengeluh “brrr … dinginnya malam ini … rasanya seperti ditusuk – tusuk seluruh persendian”.&lt;br /&gt;Apakah usia yang terus merambah tua menunjukkan tanda – tanda kebenaran isyarat bahwa sejatinya manusia itu lemah, lupa, suka berkeluh kesah, kikir dan kurang pandai bersyukur?. Tanda – tanda yang datang kepada diriku seperti ini membuat aku semakin dewasa dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepadaku. “sekecil apapun ya tuhan, jika itu rasa tenang dan damai yang menutup mulut dan hatiku dari berkeluh kesah, menyatakan semuanya, panas atau dingin adalah biasa – biasa saja, maka aku tahu bahwa itu rasa yang mengisyaratkan Engkau membimbingku lebih dekat kepadamu, sungguh itu adalah nikmat yang besar buat diriku”, demikian gumamku setiap waktu ketika perasaan seperti itu datang menyusup ke dada kiriku, menggetarkan bibirku, dan menghangatkan mata, lalu setetes demi setetes air mata bergulir. Itu adalah momen yang selalu indah dan rasa yang selalu mempesona dalam hidupku.&lt;br /&gt;Siang ini adzan dhuhur berkumandang di tengah matahari siang yang kembali membakar kota ini. Di hari kedua Ramadhan ini, kami sekeluarga tanpa aba – aba tiba – tiba berkumpul menggelar sajadah bersama di rumah kecil ini. Sudah lama kami tidak melakukannya karena jarang kami bisa berkumpul semuanya seperti siang ini. Kalaupun ada biasanya kami, berjalan sendiri – sendiri menuju masjid begitu adzan berkumandang. Siang ini kami melakukannya lagi setelah sekian lama absen. Aku berdiri di depan sebagai pemimpin doa. Ayat demi ayat terlantun begitu saja keluar dari mulutku, terlonta keluar tanpa berpikir, aku tenggelam dalam alpha yang meluruhkan seluruh rasa, membimbing raga untuk hilang sekejap. Ketika salam mengakhiri sholat duhur itu, aku masih trance dalam rasa itu.&lt;br /&gt;Kalimat  demi kalimat meluncur dari mulutku begitu saja, Ayat demi ayat, terangkat dalam sebuah doa dan munajah suara hati yang panjang. “Sungguh kami bersaksi tiada tuhan selain engkau, sungguh kami bersaksi bahwa muhammad adalah rasulmu. Kami bersyukur bahwa Muhammad telah mempertemukan dan memperkenalkan jalan ini, jalan menuju kepadamu, wahai yang maha indah. Oleh sebab itu ijinkan kami kelak bertemu dengan Muhammad, keluarga dan sahabatnya yang telah membimbing kami dalam jalanmu. Jalanmu yang lurus. Sungguh kami bersyukur dan tak akan lelah bersujud untuk menyukuri segala nikmatmu. Telah kau tautkan hati kami dalam cintamu. Telah kami lalui begitu banyak hari – hari yang indah dan kenangan – kenangan yang begitu mempesona bersama – sama dalam keluarga ini. Dalam kata dan untaian kasih sayang yang mampu menghilangkan segala duka dan rasa sakit hati yang kadang ada di antara kami. Hari ini kami bersyukur atas rakhmatMu itu. Jika Engkau ijinkan kami mengenang bapak ibu kami yang sebagian tidak menyertai kami lagi, maka sungguh belumlah mampu kami semuanya membalas budi dan kasih sayang mereka, oleh sebab itu ajarkanlah semua itu kepada kami untuk kami balaskan kepada anak – anak kami. Ajarkanlah kepada kami bagaimana beliau membimbing kami sehingga kami sampai kepada jalan – jalan dan ajaran petunjukMU yang indah ini, sehingga sampai kapanpun, keturunan kami akan berada di dalam jalan keselamatan yang damai ini. Segala doa dan rasa hormat kami panjatkan untuk orang tua kami dan para leluhur kami, semoga mereka mendapatkan curahan rakhmat dan ampunan dariMU, wahai yang maha pengampum lagi maha penyayang. Ijinkan pula sebelum kami meninggalkan majelisMU yang agung ini, kami menitipkan anak – anak kami agar mereka semua Engkau pelihara dengan limpahan rakhmat dan kasihMU, karena kami tidak akan terus menerus bersama mereka selamanya. Suatu hari itu, kami akan kembali kepadaMU, namun kami lega dan ridho atas panggilanMU itu, karena kami telah kembali sebagai jiwa yang menang dan kami tenang karena melihat anak – anak kami dalam lindungan kasih dan cintaMu, wahai yang maha perkasa. Sungguh, wahai yang maha menjadi pengharapan dan satu – satunya tempat bergantung, kami memuliakanMu, kami memujiMU, kami memujaMU dengan seluruh jiwa yang hina ini, ijinkan dalam aliran darah kami mengalir nama – namaMu yang agung, ijinkan dalam setiap tetesan air mata kami menetes karena kasih dan sayangMU yang melingkupi jiwa kami, ijinkan dalam detak jantung kami berdegup melantunkan kesaksian kami bahwasannya tiada yang patut kami sembah dan agungkan kecuali Engkau, tiada yang lain, hanya Engkau, degupan dan detak jantung kami, aliran darah kami, hembusan nafas kami, hanya Engkau, hanya Engkau, hanya Engkau … “. Suaraku makin lirih, hanya air mata menetes tiada terbendung. Tak tahu apa yang dirasakan oleh para makmum, hanya isakan lirih yang aku dengar. Sebuah siang yang terindah dalam hidupku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-211622708138104119?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/211622708138104119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=211622708138104119&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/211622708138104119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/211622708138104119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2009/09/panasnya-kota-sejuknya-rumahku_08.html' title='Panasnya Kota, Sejuknya Rumahku'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-9179162540897142727</id><published>2009-09-04T13:30:00.003+07:00</published><updated>2009-09-08T16:04:02.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RIDE THE WAVE OF JOY'/><title type='text'>Ramadhan Make Over</title><content type='html'>Ramadhan, Ramadhan, Ramadhan adalah sebuah nama yang selalu menjadi pembeda di antara dua belas bulan yang berganti. Dari masa kanak – kanak sampai sekarang ini Ramadhan terus memiliki arti yang berbeda pada diriku. Ketika pengetertianku tentang Ramadhan adalah puasa yang artinya menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga maghrib tiba, Ramadhan sudah terasa istimewa. Bagaimana tidak ?. Seminggu sebelum Ramadhan tiba, aku diminta mengantar kue “apem” ke tetangga – tetangga. Selanjutnya pergi “nyekar” (sekar = bunga) ke makam leluhur. Puncaknya, sore hari sehari sebelum Ramadhan menjelang, aku diminta mandi sebersih mungkin, keramas, dan bila perlu anak – anak sebayaku dimandikan oleh ibu atau neneknya, lalu semuanya bergegas ke tanah lapang di kampung, berkumpul bersama untuk melaksanakan ritual “barikan” (tukar menukar makanan dan makan bersama). Orang tua, remaja, dewasa dan anak – anak, bahkan kadang ada yang non muslim ikut juga, mereka semua membawa makanan biasanya nasi kuning / putih lengkap dengan lauk pauk, ada yang bawa pisang raja satu atau dua sisir, bermacam – macam kue, dan lain – lain. Semua wajah tampak ceria dan gembira serta khidmat ketika pak modin membacakan doa untuk kesejahteraan seluruh warga kampung dan menyambut Ramadhan dengan hati riang gembira.&lt;br /&gt;Ketika remaja, lain lagi kegiatan yang aku lakukan, Ramadhan merupakan saat berhenti dari segala kegiatan rutin. Kegiatan – kegiatan lebih ritual bersama – sama dengan teman sebaya adalah mencari dan mengunjungi masjid atau tempat dilakukannya sholat tarawih, ceramah – cermah dan diskusi keagamaan yang dibimbing atau dipandu oleh ulama – ulama “terkenal”. Ramadhan tetap menjadi bulan yang istimewa karena tidak bertemu sebulan penuh dengan teman – teman sepermainan atau teman sekolah dimana sekolah libur dan aku berganti pergaulan dengan komunitas yang berbeda. Kenangan Ramadhan di masa remaja tidaklah sehebat ketika masa kecil di kampung.&lt;br /&gt;Kini aku mulai mendapat seberkas atau secuil pengertian mengapa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa seperti yang disampaikan oleh Al Qur’an dan Hadist Rasul. Mengapa hati harus gembira menyambut Ramadhan, bila menginginkan Ramadhan menjadi sebuah kado istimewa bagi diri kita. Hanya hati yang gembira dan penuh suka cita yang mampu merasakan keindahan dan ke maha indahan bulan ini. Sungguh sesuatu yang sangat terbalik dengan keinginan manusia biasa, karena manusia sangat senang dan gembira ria tatkala segala urusan yang berkaitan dengan nafsu,kebutuhan serta keinginannya terutama fisik dan pikirannya terpuaskan. Sementara Ramadhan justru memutus habis hasrat untuk memuaskan keinginan dan nafsu bahkan walaupun hanya sebatas kebutuhan saja misalnya segelas air, sepiring nasi, belum lagi kebutuhan yang diciptakan oleh pikiran – pikiran yang begitu pintar untuk memuaskan ego. Namun ternyata itulah keindahan Ramadhan, ketika pikiran berhenti maka fisik juga berhenti dari kebiasaan fisikalnya antara makan dan minum. Ketika pikiran berhenti dari ego sentrisnya, maka mulutpun berhenti untuk berdusta, bergunjing, menfitnah, mengumpat ataupun mengumbar kata – kata yang untuk memuaskan pikiran.&lt;br /&gt;Ketika pikiran berhenti, maka dari penglihatan mata terkuak berbagai keindahan ruhaniah yang terhampar di seluruh semesta. Coba lihat semburat awan jingga, kuning dan abu – abu di langit setelah fajar menyingsing. Daun – daun menguning yang jatuh tertiup angin kemarau dan berserakan di jalanan, begitu mempesona. Lalu, kesahduan senja ditimpa suara bedug dan adzan, membuat mata rasanya tak kuasa melelehkan airmata.&lt;br /&gt;Ketika pikiran berhenti, rangkaian kata menjadi penuh makna, indah dan menyejukkan. Ketika pikiran berhenti, suara burungpun di telinga, menyadarkan tentang keindahan dan keagungan sang maha pencipta. Sesungguhnya ketika pikiran berhenti, maka hati terbuka. Suara hati menjadi pemandu, penjelas dan pembeda. Suara – suara kesejatian diri manusia yang terlupakan, terlelap oleh pengagungan pikiran. Demikianlah Ramadhan seharusnya memang menjadi pemandu, penjelas dan pembeda antara masa lalu dengan masa depan, antara iman dengan kesaksian, antara yang punya tujuan dengan yang asal jalan saja.&lt;br /&gt;Siang ini, sampailah pada keindahan yang ke sekian kalinya. Coba kau rasakan dari hatimu yang paling dalam, jangan engkau berhenti sampai engkau bisa mencapai dasar hatimu, lalu putar balik perasaanmu dari sejak awal engkau masuki bulan Ramadhan tahun ini. Satu persatu kenang kembali rasa indah itu, tatkala engkau bersujud di malam yang buta atau engkau beristigfar di setiap ingatanmu akan kelalaian di masa lalumu. Ya, satu persatu perasaan, ketika engkau berbaris lurus di dalam shaft tarawih atau melantunkan ayat – ayat suci setiap malam, menjadi sangat berbeda rasanya kali ini.&lt;br /&gt;Sekarang engkau tahu, betapa Ramadhan penuh banyak keindahan dan gemerlap kesahduan yang memandumu menuju keabadian rasa bahagia yang mengkristal. Rasa itu membuatmu senantiasa tersenyum bahagia, apapun yang engkau hadapi dan temui dalam kehidupan yang fana ini. Hanya engkau perlu memutuskan jalan – jalan mana yang hendak kau lalui sampai di hari ketiga puluh nanti. Sepanjang jalan yang telah kau tempuh itulah engkau temukan kesejatian makna Ramadhan, bukan hanya sekedar bulan suci atau bulan puasa, yang tidak boleh melakukan ini atau itu.&lt;br /&gt;Selamat Bertajalli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-9179162540897142727?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/9179162540897142727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=9179162540897142727&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/9179162540897142727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/9179162540897142727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2009/09/ramadhan-make-over.html' title='Ramadhan Make Over'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-103284473438855339</id><published>2009-08-29T05:36:00.005+07:00</published><updated>2009-09-04T13:30:16.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RIDE THE WAVE OF JOY'/><title type='text'>Garis Mulai (Start Line) : Pintu Ramadhan</title><content type='html'>Sejak bulan Rajab, kemudian Syahban, aku terus bertanya bagaimana membuat puasa tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Berbeda untuk menjadikan dia luar biasa. Menemukan mutiara khasanahnya yang tersembunyi. Memperoleh makna esensinya yang dalam sambil menikmati tantangannya seperti menahan lapar dan haus di siang hari yang terik, kurang tidur dan kurangi bicara. &lt;br /&gt;Pertama, aku berpikir sederhana, setiap sebab tentu menimbulkan akibat. setiap perbuatan menimbulkan hasil. aksi menghasilkan reaksi. Prestasi mencetak kontra prestasi. Baik berbuah baik. Buruk berbuah jelek. Kalau tidak, maka ada pengaruh - atau interference dalam prosesnya. Input - Proses - Output. Oleh sebab itu kalau aku mau hasil puasaku berbeda kali ini, maka pemicu atau trigger nya harus berbeda. Ke dua, prosesnya juga tidak boleh sama dengan puasa sebelumnya. Ke tiga, outcomenya  wallahualam bishawab (keluar biasaan dan ke maha besaran hanyalah milik Allah semata).&lt;br /&gt;Sore di penghujung bulan Syahban itu aku mandi dengan segala niat yang membuncah dalam hatiku. Aku pandangi jernihnya air, dengarkan suara gemericik derasnya air dari kran, dan membawanya ke dalam perasaanku, dengan pelan aku masukkan gayung ke dalam bak mandi. Menciduknya dengan cepat dan mengguyurkan air itu ke seluruh badan sambil berteriak "Ya Tuhan, begitu segar, begitu harum, begitu bermanfaat, airmu telah membersihkan daki tubuhku, menyegarkan panca indraku, menyehatkan badan, pikiran dan jiwaku, terbawalah semua kotoran tubuhku, terkikis semua kekalutan dan kotoran pikiran, serta membasuh jiwa menuju syukur dalam ketenanganMu". Terus aku lakukan berulang - ulang, sampai aku menyelesaikan "mandi besar" ku.&lt;br /&gt;Aku sehat, kuat, segar, bugar, ketika keluar dari kamar mandi. Keluar rumah, duduk di beranda dan memanjakan mata dengan warna senja yang mulai turun, merah, kuning, bertaburan dan bertebaran di atas kanvas biru, langit yang luas tiada batas. Di bingkai sinar matahari yang mulai meredup. Sungguh Engkau Maha Besar, Mushawir, pencipta segala keindahan. Lewat sepuluh menit aku memasuki kamar kerjaku, kuhidupkan komputer, klik Winamp, lalu Klik file "Sudais", dan mengalunlah suara bacaan ayat - ayat suci. Sambil duduk, dalam telingaku terdengar suara "Aku datang penuhi panggilanMu ".&lt;br /&gt;Aku pejamkan mata, silhuet merah biru jingga bertebaran , kemudian menciut dan hilang. Hanya satu warna kuning emas menyilaukan, membasuh seluruh penglihatanku. Menyebar ke seluruh relung - relung tubuhku, jantungku, hatiku, dadaku, menuju kepalaku, tangan , dada dan kakiku. Aku diam tanpa kata. Di ujung telinga yang bisa mendengar paling jauh suara apapun tiada sekarang. Sunyi. Rasa Tiada sedih, tiada gembira. Senyap. Begitu indah, begitu damai. Semua indra perasa, lidah dan kulit, menjadi keluh dan beku. Ujung kaki sampai ujung kepala, hanya cahaya putih. Begitu indah begitu damai.&lt;br /&gt;Satu detik, lima detik, sepuluh detik, berlalu. Sayup - sayup kemudian mengeras terdengar suara. Aku kembali ke alam sadar. Suara ayat suci dari masjid bergema. Aku masih tetap duduk, diam, dengan mata terpejam. Kusatukan seluruh panca indra, lalu aku berkata dalam diamku sebagai niatku "Inilah niatku Ya Allah, ijinkan aku lebih dekat kepadamu dengan puasaku. Ijinkan puasa ini menjadikan diriku lebih baik sebagai hambaMu. Ijinkan puasa ini membuat diriku untuk lebih mencintaiMu, semakin mencintaiMu. Ijinkan puasa ini membuat diriku menyerahkan seluruh hidup ini kepada jalan yang engkau ajarkan lewat nabi dan rasulmu. Ijinkan aku puasa ini menjadikan diriku untuk lebih menjadi sarana dari kalamMu, sarana dari barokahMu, sarana dari kuasaMu. Ijinkan aku memasuki majelis Ramadhan mulai SEKARANG. KUN”. Sebuah proses ekologikal yang hebat sedang berjalan dari ujung kepala sampai ke ujung kaki dan aliran kinestetik itu menjalar ke tengah dan kemudian berheni tersimpan di sebelah kiri, kira – kira dua centimeter dari dada kiri. Selamat datang Ramadhan, aku ada di depan pintumu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-103284473438855339?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/103284473438855339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=103284473438855339&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/103284473438855339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/103284473438855339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2009/08/garis-mulai-start-line-pintu-ramadhan.html' title='Garis Mulai (Start Line) : Pintu Ramadhan'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3590464958197087521</id><published>2009-02-03T10:19:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T11:47:15.351+07:00</updated><title type='text'>Waktu Ujian Ada Batasnya</title><content type='html'>Adam perlu berjalan selama 100 tahun untuk berjumpa kembali dengan Hawa. Namun Adam perlu untuk terus bertobat dan menyesali dosanya dengan rasa malu yang luar biasa sampai tidak sanggup menatap ke langit sampai tobatnya diterima. Robbana dzolamna anfusana, wailam taghfirlana, watarhamna lana kunnanar minal khosirin.&lt;br /&gt;Yunus perlu waktu beberapa saat di dalam perut ikan paus. Dengan pertobatannya dan permohonan ampunannya atas pendurhakaan dan pengingkaran perintahnya, maka Yunus pun terselamatkan.&lt;br /&gt;Ibrahim perlu berada dalam panas api yang memanggangnya sebelum Ibrahim mendapatkan kemenangan setelah melalui fitnah dan kesengsaraan yang dilakukan oleh Namrud. Ibrahim perlu melewati 17 tahun untuk bersatu kembali dengan Ismail dan masih mendapatkan ujian ketaatan untuk menjadi hamba yang terkasih.&lt;br /&gt;Musa harus berjalan terusir dari Mesir, berkelana menyusuri padang pasir dan pegunungan, menjelajah gurun di panas terik dan malam yang dingin. Sesaat jantungnya berdebar keras, aliran darahnya rasanya mengalir deras, dan nafasnya berhenti, ketika Fir’aun dan bala tentaranya yang beringas semakin mendekat ke arahnya. Umat Musa berteriak, mengiba dan mempertanyakan dimana Tuhan yang ia percayai dan selalu menolongnya. Hanya sekelebatan itu saja, laut merah terbelah, mereka selamat.&lt;br /&gt;Muhammad, harus menunggu beberapa tahun setelah diboikot dan sebagian pengikutnya telah hijrah keluar kota Mekah yang begitu dicintainya. Setelah beliau hijrah ke Madinah dan membangun peradaban baru disana, beberapa tahun kemudian beliau kembali sebagai pembebas kota Mekah dari penyembahan berhala. Muhammad menyelesaikan masa kerasulannya selama 23 tahun, dengan segaja ujian, dari yang paling ringan sampai yang paling menyakitkan, dari perkataan, ludah, tahi onta yang menjijikkan, sampai penyerangan yang sering mengancam jiwanya.&lt;br /&gt;Jika engkau merasa sekarang sedang dalam ujian, maka yakinlah bahwa ujian itu akan berakhir di suatu masa. Yang perlu engkau lakukan adalah Ikhlas seperti mereka para nabi, mereka menerima ujian itu sebagai suatu hal yang harus mereka jalani, mereka berusaha, berdoa memohon kekuatan, keikhlasan dan keridhoan Allah untuk menyelesaikannya. Dengan Kasih dan Sayangnya, Allah pasti memberikan jalan untuk keluar dari semua ujian itu. Jika hati telah ikhlas berserah diri, maka dengarkan suaranya sebagai penunjuk jalanmu.&lt;br /&gt;Ujian akan menguatkan jiwa, iman dan keyakinanmu. Ujian akan membuatmu dewasa dan kuat. Ujian akan membawa merasakan nikmat. Ujian akan mengantar raga, pikir dan jiwamu kepada nikmat syukur dan bahagia yang lebih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3590464958197087521?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3590464958197087521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3590464958197087521&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3590464958197087521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3590464958197087521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2009/02/waktu-ujian-ada-batasnya.html' title='Waktu Ujian Ada Batasnya'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6887764466129259580</id><published>2009-02-03T10:16:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T10:19:02.617+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Seperti Matahari</title><content type='html'>Dia memancarkan sinarnya tanpa kenal waktu. Tanpa pilih kasih kepada siapapun. Janjinya tak pernah diingkari. Kasih sayang Allah Subbanahwata’ala juga selalu ada untuk umat manusia, tak peduli seberapa taat dia kepadaNYA. Kasih sayangnya adalah menguji seberapa besar cinta kasih manusia kepadaNYA. Seandainya manusia kemudian durhaka diapun tetap Ar rahman yang memancarkan rahmannya kepada seluruh alam semesta tak terkecuali kepada si pendurhaka. Namun seandainya manusia mau mendekat, taat, sujud, bersimpuh dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Ar Rahman, maka DIA pun bersumpah untuk menyambut ketaatan, sujud simpuh dan pengabdian mereka dengan anugerah dan berkah berjuta kali lipat.&lt;br /&gt;Dia menyatakan “bila hambaku mendekat dengan berjalan sehasta maka Aku (Allah) mendekat dengan sedepa, bila hambaku mendekat dengan berjalan sedepa, maka Aku (Allah) berlari ke arahnya”. Nikmat yang DIA anugerahkan melebihi azabnya. Ampunan dan MaafNYA melampaui dan mendahului hukumannya. Cinta dan kasih sayangNYA mendahului semua tipu daya, kemalasan, kemungkaran, kedzaliman hambanya.&lt;br /&gt;Jika bukan karena kasih dan sayangnya, sudah sejak lama manusia hidup terlunta – lunta dan sengsara mengarungi dunia yang sedemikian luasnya. Namun demikian, sebagian besar manusia masih durhaka dan tenggelam dalam nafsu angkara. Bencana terjadi di daratan, hutan meranggas, banjir melanda mereka yang tidak berpunya. Lautan tercemar, jutaan makhluk mengambang di permukaan, menjadi racun bagi mereka yang memakannya. Udara bertuba, berapa banyak asap yang memenuhi rongga dada setiap hari. Semua racun itu menyebabkan manusia kehilangan akal. Ribuan nyawa melayang di Palestina dan Afrika. Bapak lupa anak. Suami lupa isteri. Isteri lupa kehormatannya. Pria kehilangan orientasi kepada wanita. Wanita kehilangan muka sehingga lebih suka auratnya terbuka.  Orang tua kehilangan wibawa. Anak – anak kehilangan rasa hormat.&lt;br /&gt;Belajarlah dari matahari, cerminan dari sifat Ar rahman. Buka hari dengan Alhamdulillah, syukur atas nafasmu, jalanmu, pikirmu, penglihatan dan pendengaranmu dengan sadar. Sudah lama kita bernafas dengan tidak sadar, bukan?. Sapa para tetangga dan teman dengan salam. Demikian pula tebar keselamatan kepada seluruh alam. Bertasbilah dengan mereka sebagai wujud kita hanya seorang hamba. Senyumlah. Tebarkan kasih dan saying kepada siapa saja yang engkau temui, sayangi orang tua, anak – anak, saudara dan tetanggamu. Terlebih sayangilah TUHANMU, ALLAH AZZA WA’JALA, melebihi apapun yang engkau punya dan mereka semua. Karena hanya DIALAH kelak yang menemani dalam kesendirianmu di alam baka.&lt;br /&gt;“Manusia terlahir sendiri, menempuh kehidupannya sendiri, dan mati juga sendirian …”. Jika kemudian engkau lebih memilih berteman dengan kepiawaian akalmu, kerlap kerlip hartamu, gemerlapnya kebanggaan atas namamu, kesombongan ilmumu, kekosongan amalmu di balik kata dan kalimatmu, ketampanan dan kecantikan rupamu di balik topeng – topeng yang engkau pakai, maka engkau pasti dalam kerugian yang nyata. Kesengsaraan abadi sedang menunggumu.&lt;br /&gt;Maka jadikanlah Ar Rahman sebagai teman dan kekasih dalam perjalanan, sehingga engkau tiada pernah kesepian. Engkau sedang menuju perjamuan yang agung. Sejuta bidadari sedang mempersiapkan tangga menuju tempat yang tinggi untuk bertemu dalam majelisNYA.&lt;br /&gt;Inilah sesungguhnya SURPRISE yang NYATA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6887764466129259580?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6887764466129259580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6887764466129259580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6887764466129259580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6887764466129259580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2009/02/jadilah-seperti-matahari.html' title='Jadilah Seperti Matahari'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3382320110744157736</id><published>2008-12-09T15:12:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T15:13:36.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebuah Catatan - Iedul Adha 1429 H'/><title type='text'>Memiskinkan Diri</title><content type='html'>Telpon genggamku bergetar di kerumunan orang – orang yang sedang bergotong royong menyembelih hewan Qur’ban. Akupun perlahan menjauh dari riuh rendahnya suara – suara di halaman masjid itu untuk mendapatkan percakapan lebih nyaman.&lt;br /&gt;“wa’alaikumsalaam warohmatullah …”, jawabku atas salam dari seberang sana.&lt;br /&gt;“Mas, selamat iedul adha ya … lagi sibuk jadi panitia ya, kok rame banget”, kata temanku.&lt;br /&gt;“Selamat Iedul Adha juga, ya ini lagi ikut ngebantu – bantu aja. Panitia tidak resmi yang satu ini, seperti biasalah”, kataku.&lt;br /&gt;“emang kamu dimana sekarang, lagi jadi panitia juga ya?”, tanyaku. Aku mendengar suara – suara loadspeaker yang sedang memanggil nama – nama orang di seberang sana.&lt;br /&gt;“oh ya … aku lagi di kantor nih … dapat tugas sebagai seksi distribusi hewan qur’ban … pusing mas, mending bagian konsumsi aja … ha ha ha “, candanya.&lt;br /&gt;“lho pusing kenapa ?”, tanyaku.&lt;br /&gt;“banyak pesanan yang aneh – aneh … si Istri pejabat anu pesan lidah dan iga, putra bapak ketua pesan buntut dan kepala untuk pesta anak muda, Si pejabat teras pesan tangkur dan torpedo (katanya) untuk obat kuat, ada lagi yang pesan sop kaki dan kepala … ibu kantin yang suruh masak, terus aku suruh antar ke rumah si Bapak … Kayak restaurant aja”, katanya agak meninggi suaranya.&lt;br /&gt;“wah sabar aja mas, namanya juga panitia, khan harus kasih service excellent … pahalanya besar menyenangkan Qur’bani itu”, kataku.&lt;br /&gt;“ha ha ha … iya kalau yang pesan itu yang berqurban, yang qur’ban itu malah gak pesan apa – apa …”, jawabnya sambil tertawa.&lt;br /&gt;“ini loh mas… aku hidup di dunia yang penuh kepalsuan .. tadi dalam sambutannya, sang pejabat mengatakan bahwa kita membagi daging qur’ban ini untuk berbagi dengan kaum fakir miskin. Mereka yang tidak mampu membeli atau makan daging setiap hari. Jadi hari ini mereka bisa bergembira untuk makan daging walaupun hanya sekilo”, katanya mengutip sambutan pejabat di kantornya.  &lt;br /&gt;“lho ironisnya koq justru bapak – bapak dan keluarganya itu yang pesan aneh – aneh … lha kalau daging lulur, iga dan bagian terbaik di pesan para pejabat, terus si fakir miskinnya dapat apa yaa …”, lanjutnya.&lt;br /&gt;“Di saat yang mulia seperti ini justru hanya orang memiskingkan diri ya mas, lha gimana, wong mereka ternyata juga jadi peminta – minta …”, katanya.&lt;br /&gt;Tut tut tut … sambunga telepon terputus. Mungkin bateri atau pulsanya habis. Aku masih termenung atas ucapan temanku tadi dan malas melanjutkan percakapan, sehingga akupun tidak menghubunginya kembali. Siapa tahu dia sibuk atau dipanggil oleh atasannya yang pesan lulur atau lidah sapi, karena sudah bumbu – bumbu semur sudah siap di rumah sang pejabat.Ketika aku kembali ke tempat penjagalan, akupun melihat sekelompok orang dari luar wilayah desaku, bergerombol di meja panitia. Rata – rata dari mereka datang dengan berboncengan sepeda motor jenis  terbaru. Aku bergumam dalam hati “betul juga yaa … banyak orang memiskinkan dirinya saat qur’ban begini”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3382320110744157736?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3382320110744157736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3382320110744157736&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3382320110744157736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3382320110744157736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/12/memiskinkan-diri.html' title='Memiskinkan Diri'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-5205225055390552655</id><published>2008-12-09T15:10:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T15:12:14.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebuah Catatan - Iedul Adha 1429 H'/><title type='text'>Syukur Ibrahim</title><content type='html'>Sudah lebih dari 5 tahun aku tidak melakukan puasa sunnah Arafah yakni puasa 1 atau 2 hari menjelang hari raya Qur’ban. Sore itu, Sabtu, tanggal  6 Desember 2008, aku bersemangat untuk berpuasa.&lt;br /&gt;Pertama, Rafika, putri bungsuku mengajak untuk berpuasa. Alhamdulillah, putriku ini jarang atau hampir tidak pernah mengajakku melaksanakan tuntunan - tuntunan sunnah. Bahkan yang fardlupun aku masih sering mengingatkannya. Membangunkan dia di waktu subuh merupakan hal yang masih rutin aku lakukan setiap hari. Merayunya untuk bangun sholat subuh merupakan kesenangan tersendiri bagiku.&lt;br /&gt;Ke dua, sejak hari Jum’at, yang disebut Jum’at Kubro di Mekah, aku melihat begitu banyak hal yang tidak biasa terjadi di musim haji kali ini, sehingga tergerak diriku untuk melakukan ritual pengorbanan fisik yang “sama” dengan mereka yang berhaji, walaupun hanya puasa selama 1 hari.&lt;br /&gt;Secara fisik, puasa bagiku bukan hal yang istimewa. Sehari berjalan tanpa makan dan minum berlalu dengan cepat. Hari sudah hampir berganti. Di depan masjid tenda – tenda telah dipasang untuk sholat ied esok hari. Karpet – karpet hijau dan merah telah dipersiapkan. Begitu juga sound system sudah di check sound untuk keakustikan suaranya. Maghrib datang menjelang, aku meneguk air sebagai batalnya puasa dan berangkat ke masjid Sabilul Muhtadin.&lt;br /&gt;Kamipun sholat berjama’ah. Sejurus setelah salam, imam sholat mengumandangkan kalimat takbir pertanda hari raya akan tiba, aku tenggelam dalam dzikirku sendiri. Aku memasuki gerbang masa – masa kenabian Ibrahim, sosok insan mulia yang menuliskan sejarah besar dalam khasanah ketauhidan.&lt;br /&gt;Ibrahim kecil yang mencari Tuhannya dengan mempertanyakan kepercayaan yang dianut oleh nenek moyangnya, termasuk orang tua dan penguasa pada saat itu. Ibrahim yang begitu kritis menyangka bulan atau matahari sebagai Tuhan dan kemudian mencampakkan logika naifnya itu, sampai ia menemukan jawaban atas pertanyaannya itu. Ibrahim yang berani untuk menghancurkan berhala – berhala yang disembah oleh masyarakatnya dan dia dibakar hidup – hidup sebagai akibat perbuatannya. Keyakinan tauhidnya membuat api yang panas tunduk untuk tidak membakar dirinya.&lt;br /&gt;Ibrahim yang sabar dan tidak pernah putus harapan kepada Tuhannya, walaupun telah 80 tahun belum dikaruniai keturunan. Dengan doa yang tiada putus – putusnya memohon putra yang sholeh, maka terkabullah permintaannya. Ibrahim pun tetap sabar ketika dia harus meninggalkan putra yang masih bayi itu bersama istrinya, seorang wanita yang tak sekuat dia, berada di padang pasir tandus. Semua itu dilaksanakan oleh Ibrahim karena ketauhidannya yang begitu sangat kuat. Keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah merupakan satu – satunya yang dia harus kerjakan, mengenyampingkan semua hal – hal yang dipertanyakan oleh logika manusia biasa. Mengenyampingkan semua sesembahan, kesenangan, selain Allah dan melaksanakan perintahNya.&lt;br /&gt;Ibrahim yang begitu bahagia setelah 17 tahun tidak pernah bertemu dengan putranya, kemudian mencurahkan segala kasih sayang, waktu, perhatian dan segalanya kepada Ismail yang telah ditemukannya kembali, tiba – tiba diperintah lewat sebuah mimpi untuk menyembelih putranya itu. Ibrahim yang sungguh tegar dan perkasa. Ibrahim sungguh hormat dan tunduk kepada Tuhannya, namun diapun seorang ayah yang begitu menghormati pendapat anaknya. Jika engkau sempat, maka bacalah dialog ayah dan anak itu. Begitu indah, begitu mengharukan.&lt;br /&gt;Engkau bisa bayangkan ketika ayah dan anak itu berbicara tentang sebuah kematian yang harus dihadapi oleh orang yang tersayang. Ismail seorang anak yang tampan, lemah lembut dan sopan santunnya menjatuhkan hati setiap orang. Ismail tidak bersalah apa – apa, tapi diperintahkan untuk disembelih oleh ayahnya sendiri. Seorang ayah yang meninggalkannya di kala masih bayi dan baru bertemu kembali setelah 17 tahun, dan beberapa hari kemudian menyampaikan sebuah berita yang begitu menggemparkan jagad raya. Seluruh alam semesta tentu terkejut dan bersedih mendengar perintah Allah ini. Ibrahim menyampaikan khabar itu kepada Ismail dengan penuh haru dan jantungnya berdebar – debar menunggu jawaban anaknya.&lt;br /&gt;“Jika memang itu perintahNya, maka laksanakan wahai ayahku. Insya Allah, aku diberikan kesabaran untuk menjalaninya” kata Ismail.  Jika engkau seorang ayah, tentulah sangat bangga sekaligus terharu mendengar jawaban ini. Mungkin engkaupun tak akan sanggup untuk berdiri atau melangkahkan kakimu lagi. Sungguh mereka adalah insan – insan pilihan.&lt;br /&gt;Ketika pisau besar itu telah siap, darah mengalir deras di seluruh urat nadinya, jantungnya berdetak kencang, air matanya bercucuran, tubuhnya menggigil dan basah kuyup oleh keringat dan air matanya, hanya kekuatan spiritualnya saja yang mampu membuat dirinya tetap tegar berhadapan dengan kepala yang hendak terpisah dari tubuhnya dengan sekali tebas, tiba – tiba langit memberikan khabar gembira yakni mengganti sosok Ismail dengan seekor domba sebagai qur’ban.&lt;br /&gt;Tak tergambarkan dengan kata – kata rasa syukur Ibrahim. Syukur nikmat terbesar dalam sejarah hubungan emosional antara ayah dan anak. Syukur terbesar seorang hamba kepada tuhannya. Syukur Nikmat Ibrahim ini mengguncangkan seluruh jagad raya sama dengan ketika perintah penyembelihan Ismail diturunkan. Dan alampun bersuka ria dan bertasbih ikut memuji TuhanNya, yang maha agung, lagi maha bijaksana.&lt;br /&gt;Coba engkau pusatkan pikiranmu dan kesampingkan semua hal, lalu pejamkan matamu. Dengarlah isak tangis haru Ibrahim, kaki dan tubuhnya lemas, bersimpuh sambil memeluk anaknya, tangannya menadah ke langit, suaranya parau dan tersendat, mengucapkan kalimat thoyibah memuji TuhanNya. Kalau engkau melihat orang bisa menangis meraung – raung atau pingsan, karena harta bendanya terselamatkan dari sebuah bencana. Kalau engkau pernah melihat seseorang juga pingsan, karena dia menerima beberapa hadiah berupa kambing dan modal 10 juta rupiah yang diidamkan sejak lama.&lt;br /&gt;Bagaimana ungkapan perasaanmu kalau mengalami peristiwa seperti Ibrahim itu?.&lt;br /&gt;Ketauhidan, keikhlasan, dan kesyukuran Ibrahim itu memberikan efek yang kuat terhadap doa – doa Ibrahim. Keduanya merupakan Law of Attraction yang membuat doa – doanya mustajabah. Anak keturunannya dijadikan nabi dan rasul, sampai ke penghulu nabi, yakni Muhammad Rasulullah. Doanya menjadikan Makah sebagai negeri yang haram atas pertumpahan darah, aman, makmur dan sentosa. Juga baitullah, ka’bah, yang dibangunnya menjadikan sentra ibadah umat Islam di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Badanku basah kuyup oleh keringat, tubuhku melemah dan lemas tak mampu lagi menyandang keharuanku. Airmataku bercucuran dan nafasku mulai sesak. Pada saat yang sama kesadaranku mulai kembali secara perlahan – lahan, akupun melakukan break state. Tidak ada orang di sekelilingku, lampu di dalam masjid sudah temaram. Perlahan aku bangkit dan keluar, di halaman masjid yang terang benderang itu para jama’ah bersiap untuk takbir keliling, sebagian lagi mempersiapkan kartu – kartu penerima Qur’ban, 23 ekor kambing dan 1 ekor lembu. Mereka tampak riang gembira dan bersyukur atas anugerah iedul adha ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-5205225055390552655?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/5205225055390552655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=5205225055390552655&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5205225055390552655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5205225055390552655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/12/syukur-ibrahim.html' title='Syukur Ibrahim'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-5796957345856532687</id><published>2008-12-02T11:54:00.001+07:00</published><updated>2008-12-02T11:56:40.487+07:00</updated><title type='text'>Kemerdekaan Hati</title><content type='html'>Tadi malam rasanya jadi lebih pendek dari pada malam – malam sebelumnya, karena hanya istirahat tidak lebih dari 4 jam. Tubuh rasanya penat sehingga kuputuskan tidur lebih awal. Seharian, dari pukul 10.00 pagi sampai pukul 22.30, aku membolak balik susunan presentasi yang akan kubawakan esok hari di depan peserta training “Redefining  Your Future”. Aku memasukkan diriku ke dalam flow state dan mengarungi slide demi slide. Bahkan setelah maghrib tadi, aku menuliskan kalimat demi kalimat untuk merangkai script self hypnosis yang akan dipraktekkan oleh peserta pada sesi kontemplasi. Ketika aku meneguk secangkir coklat hangat, yang kubuat sendiri, waktu tepat menunjukkan pukul 22.35. Menurut temanku yang psikolog, secangkir coklat hangat bisa menghantar tidur menjadi lebih nyaman.&lt;br /&gt;Aku melakukan refleksi sebentar setelah mengambil wudhu “heem hari yang luar biasa, sungguh semakin hari semakin luar biasa anugerah yang engkau berikan”. Hari ini bukan tanpa tantangan, ditengah – tengah flow state of mind yang lagi on fire seringkali datang hal – hal yang perlu perhatian lain. Misalnya pukul 15.00, jemputan Fika (putri bungsuku) tiba – tiba tidak datang, dan Fika dengan setengah panik meminta diantar untuk kegiatan pramuka. Aku menarik nafas panjang tiga kali dan mengatakan “oh … it’s ok, it’s time for break. Ok. Break state, man”. Gelengkan kepala dan tersenyum. Lima menit kemudian, aku berada di jok belakang dan Fika menyetir motor ‘beat”nya menapaki jalan – jalan setapak menuju ke sekolahnya.&lt;br /&gt;Setelah mencium tanganku, fika berpesan “Jangan lupa yaa, jam 17.30, jemput aku, pulsaku habis, jadi Fika enggak bisa sms or miskol”. “heeem, what can I say?. Okelah”. Jam 17.30, alarm di kepala langsung tang ting tung, “jam segitu, khan kamu ada di masjid Sabilul Muhtadin”. “gak apa – apa wes, emergency call, nanti habis sholat langsung keluar. Be flexible, man” , self talk itu meluncur begitu saja. Oh, ini toh yang namanya flexible behavior. Enak juga ya enggak pakai panik, marah atau enggak nyaman.&lt;br /&gt;Pukul 17.00, sebuah pesan pendek (short message) masuk “pa, tolong aku diantar untuk beli jeruk kupas, buat resepsi Bu Aris, yang mau berangkat haji besok pagi”. Oops pesan dari istriku yang lagi rewang di tetangga. Jam 17.00, jam 17.30, de es te de es te. “so, the flow has to be stopped ?. Wah reconnectnya gimana nih ?. My brain has been in motion. Lagi lancar – lancarnya, banyak hal – hal yang hebat lagi mengalir melalui otak kanan, kiri, dan trigger – trigger bergantian menginspirasi mereka. It’s oklah. Jangan panik. Bukankah kamu dalam keadaan flexible. Tandai saja tempat dan waktu berhentinya dimana, pause dulu, nanti pas kembali, langsung pencet play lagi. Beres khan. Oo gitu yach… aha … great .. yes.click. pause. Kataku kepada otakku.&lt;br /&gt;Pukul 17.30 jemput Fika, karena Fika masih ada tugas lain yang akan diselesaikan di rumah, terpaksa aku antar pulang dulu, baru ambil istri, terus berangkat ke toko buah di ruko depan. Paling 15 menit selesai, otakku memasang alarm 15 menit semuanya beres. Kembali ke laptop. Tidak begitu banyak oran di toko buah, hanya ada 5 mobil di parkir dan beberapa motor. Tidak lebih dari 5 menit, istriku sudah balik ke mobil dan mengatakan “Jeruk kupasnya habis, diborong sama – sama ibu – ibu di dalam, baru besok datang lagi, kalau kita ke makro, kejauhan yaa, khan kerjaanmu masih banyak. Koq, enggak diselesaian kemaren – kemaren sih”.&lt;br /&gt;Heem … Booom … ada suara keras di kepalaku “ah sok tahu banget orang ini. Gak penting khan tentang kerjaanku, yang penting kamu diantar ke makro, dapet buahnya, beres khan !”.  Tapi diri yang dalam keadaan flexibel tetap siaga. Anger Management berjalan dengan baik. Stimulus masuk ke otak dan diterima. Jedah sebentar, free choices. Mau balik marah atau santai saja. Hormati map orang lain “Istrimu khan enggak ngerti kerjaanmu”. Rehearsal lebih nyaman kalau dikerjakan mepet – mepet, banyak fantasi dan kreasinya. So, akupun dengan santai menjawab “ok, ke makro, tapi tunggu jam 19.00, abis waktu Isya’ yaa. Kamipun balik ke rumah.&lt;br /&gt;Aku sempatkan untuk mencetak 3 latihan yang akan aku gunakan besok pagi. Sambil mencetak latihan, aku kembali ke slide presentasi. Mulai menulis script kontemplasi untuk latihan para peserta. Semunya mengalir begitu saja, melalui suara – suara kontemplatif para motivator yang aku kenal, NLPer, Ustadz, Penyanyi, Trainer, yang terngiang begitu saja di telingaku. Tidak terasa 4 slides selesai. Pukul 19.00, tinggal hitungan menit, adzan Isya’ sudah terdengar dari masjid – masjid di sekitar perumahan. Aku berhenti menulis dan buru – buru hendak menyimpan file. Oops … bencana datang … entah apa yang tersentuh tiba – tiba layar laptop menutup. Aku masih berbesar hati khan ada autosaving …  buka lagi … dan pasti semuanya ada disana lagi lalu di save ulang, beres. So far, flexible behavior still works.&lt;br /&gt;Layar terbuka dan slide kontemplasi tinggal 1 slide, bukan 4. Diyeng … palu menggodam kepalaku. Suara halus member tahuku “take it easy … cepetan sholat, lalu pergi ke makro, sambil nunggu istri belanja, khan asyik nulis di parkiran makro, agak remang, di bawah langit pasti hasilnya lebih top”. Tidak ada kemarahan, tidak ada kepanikan yang terjadi. Semuanya beres dengan begitu nyaman dan rileks.&lt;br /&gt;Pukul 22.30 aku sudah lelap di tengah gemericik air yang terdengar dari alunan brainwave yang aku putar di WMV. Entah sudah putaran yang ke berapa, ketika aku terbangunkan oleh sebuah kalimat yang memberitahu bahwa sesi meditasi itu telah selesai. Waktu menunjukkan pukul 02..30 dinihari.&lt;br /&gt;Aku membersihkan diri. Air dingin berisikan kesegaran, kesehatan, pengetahuan dan syukur menerpa tubuhku. Setelah selesai, di temaram lampu ruang kerjaku, aku berdiri, membungkuk, dan bersujud dihadapannya. Dalam keheningan sujud itu, suara batinku begitu halus menyatakan “Engkau Maha Agung, Maha Mulia, sumber segala cahaya dan kasih yang sempurna dan abadi selamanya, demi cintamu padaku, sungguh jangan pernah kau tinggalkan aku sendirian”. Beberapa menit berlalu, begitu nyaman, begitu hening.&lt;br /&gt;Aku masih duduk dalam keadaan tahiyat (bersimpuh), aku memutar video presentasiku esok hari melalui pacing the future dan melewati garis waktu (time line). OMG … how wonderful class … it’s really great … it’s a blessing moment … . Ketika semua selesai aku hanya bisa bergumam “ Ya Allah, terimakasih atas anugerah, bimbingan dan petunjukmu pada hari lalu, hari ini dan hari esok. Terima kasih para guru atas inspirasi dan bimbingannya”.&lt;br /&gt;Suasana begitu hening, sampai suara tarkim (ngaji menjelang subuh) terdengar sayup – sayup, menyadarkan aku kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-5796957345856532687?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/5796957345856532687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=5796957345856532687&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5796957345856532687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5796957345856532687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/12/kemerdekaan-hati.html' title='Kemerdekaan Hati'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-1967008651259263886</id><published>2008-11-26T08:53:00.005+07:00</published><updated>2008-11-26T10:55:32.445+07:00</updated><title type='text'>Aku mencintaimu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Segala Puji hanya untuk Allah yang maha agung, maha kuasa dan maha sempurna, Allah sang pencipta alam semesta, pemilik seluruh jagad raya, yang membolak - balikkan hati manusia. Sungguh hanya Engkaulah yang layak disembah dan dipuji serta dipuja, dan kepadaMulah kami kembali dengan segala rupa. Sungguh hanya kepadaMulah kami meminta, dengan tertunduk, bersujud dalam keadaan ringan maupun terpaksa. Shalawat serta salam kepada Kekasihmu, Muhammad, sang maha guru yang telah mengajarkan beda yang terang dengan yang gelap. Nabi yang mengeluarkan bangsanya dari kerajaan kegelapan dan mengajarkan kepada seluruh umat manusia tentang Kasih Sayang Mu, kelembutan kata dan keperkasaan iman, menjadi senjata ampuh untuk meraih kemenangan dunia dan hari kemudian. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terimakasih kepadaMu yang masih memberikan kesempatan kepadaku untuk bersujud dan bermunajah di pagi yang bening dan dingin ini. Terimakasih atas hentakan jiwa yang kau masukkan melalui kasihmu kepada raga yang membeku di gelapnya malam. Engkau yang senantiasa menjaga dan tiada pernah mengantuk, tiada lepas segala urusan dari Engkau, yaa Alim. Terimakasih atas bergeraknya tubuh ini menjelajah pagi yang berembun ini menjadi demikian indah bersama kalimat Laila haillallah, Laila haillallah, Laila haillallah. Tiada tuhan, tiada tuhan yang lain, selain Allah. Tiada yang patut disembah, hanya Allah yang patut disembah dan menjadi sesembahan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jangan pernah tukarkan kalimat ini dan keberadaanNYA dalam hatimu dengan apapun. Engkau menyembah Dia, karena engkau hormat?. Engkau menyembah Dia, karena engkau takut?. Engkau menjadikan Dia sesembahan, karena engkau cinta?. Engkau menjadikan Dia sesembahan, karena engkau seorang hamba?. Engkau tunduk patuh, bersujud, duduk dan berdiri dihadapanNya, karena engkau menunjukkan bahwa engkau seorang abdi?. Tidak Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepadaKu. Hidayah adalah urusanKu. Akulah yang membolak - balikkan hati manusia. Jadi engkau melakukan semua itu, karena DIA atau karena dirimu sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemudian semuanya menjadi terbiasa dan membiasa. Tak ada lagi elektron - elektron yang membuat jiwa, raga dan hati bergetar seperti dulu ketika pertama mengenalNya. Yang agak baik, kadang rasa itu ada, muncul, kadang rasa itu hilang, tenggelam. Dunia dan sendau guraunya menjadi alasan yang tepat dan kuat untuk membenarkan perbuatan kita. Dunia mampu mengesampingkan rasa cinta itu, biar itu barang semenit, sejam bahkan mungkin lebih dari itu. Rindu tak lagi bertuan dan bertuhan. Rindu menjadi ruang hampa di kehampaan ruang hati kita. Walaupun kita bertatap - tatapan dan bertemu. Engkau seakan nun jauh tak terjangkau, ruang pertemuan menjadi semu dan hampa. Ruang hati menjadi kosong melompong. Bukankah seharusnya DIA lebih dekat dari urat nadi kita ?. Bukankah DIA mengisi seluruh ruang - ruang dan kisi kalbu, mengalir bersama aliran darah dan berdetak dengan degup jantung kita?. Kemana DIA?. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pekerjaan, atasan, teman, saudara, anak, istri, suami, rumah, harta cukupkah untuk menggantikan keberadaan dan cintaNYA?. Tepukan di pundakmu, ciuman dikeningmu, tepuk tangan yang riuh dan suara - suara itu bisa membuat hati terlena dan berbunga - bunga, kemudian dengan tega kita meninggalkan sang waktu begitu saja berlalu. Kita tidak merasa berat untuk meniadakanNYA.  Kita tidak merasa berat untuk tidak bertemu dan kehilangan pertemuan itu. Dimana cinta yang pernah kau nyatakan itu?. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau kita sekarang ini sedang bernafas, melihat, mencium, mendengar, membau, merasa, mengetik, mengalirkan seluruh pikiran kita untuk menyelesaikan apapun yang harus diselesaikan hari ini, maka kita memang seharusnya demikian bukan ?. BUKAN. SEKALI LAGI BUKAN. Kita tidak seharusnya demikian. Kita hanya bisa melakukan itu semua, karena DIA, karena rakhman, rakhim, rakhmat, anugerah dan kuasaNYA. Dialah yang maha memelihara dan memperbaiki segala urusan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Laila haillallah... Laila haillallah... Laila haillallah... Hanya DIA. Hanya DIA. Hanya DIA. Tiada apapun Selain Allah. Dimanapun, yang kelihatan dan tidak kelihatan, di hatimu, di pikiranmu, dijiwamu. Di anakmu, istrimu, suamimu, pekerjaanmu, langkahmu, nafasmu, matamu, hidungmu, tanganmu, kakimu dan segala keberadanmu. Laila haillallah...Laila haillallah...Laila haillallah yang sanggup menyelamatkanmu dan memberimu kedamaian abadi dan sempurna. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau kita hormat, takut, cinta, mengaku hambaNya, mengakui kuasaNya, maka jagalah DIA di penghulu nafas dan tenggorokanmu, agar kau nyaman saat maut menjemputmu.  Agar engkau tetap hangat ketika ragamu membeku. Agar engkau terjaga ketika engaku ditinggalkan sendirian oleh siapapun yang mengantarmu di hari terakhir itu. Agar engkau tak kesepian ketika jiwamu melayang di ketinggian meninggalkan alam raya ini. Melayanglah dengan tenang, nyaman dan damai dengan Laila haillallah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-1967008651259263886?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/1967008651259263886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=1967008651259263886&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1967008651259263886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1967008651259263886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/11/aku-mencintaimu.html' title='Aku mencintaimu'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4783763074822701651</id><published>2008-09-25T14:12:00.001+07:00</published><updated>2008-10-16T14:14:55.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1000 bulan'/><title type='text'>Menanti Malam 1000 Bulan (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Quantum Leap&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dini hari, seperti yang sudah disepakati, aku berjalan menuju masjid di seberang jalan. Jalanan yang aku lalui sangat lengang. Namun di kejauhan, di ujung atau perempatan jalan masih Nampak keramaian. Beberapa orang berkumpul, ada yang bermain catur, bermain gaple, atau hanya sekedar ngobrol dengan tetangga. Membunuh malam sambil menantikan waktu sahur.&lt;br /&gt;Sendirian berjalan, berbaju putih kebesaran, celana putih , yang tadinya menurut perasaanku sangat nyaman, apalagi sehabis membuka mata dengan mandi dini hari, menjadi terasa aneh ketika melewati kelompok teman – temanku ini. Ada yang bilang rajin sekali, ada yang nggojlok sudah tobat betulan, ada yang bilang lagi kumatnya alimnya. Apa boleh buat, resiko dari masa lalu.&lt;br /&gt;Akupun suka menghabiskan waktu seperti teman – temanku itu sepuluh tahun yang lalu. Bahkan sering kebablasan, orang sudah pada berangkat ke masjid untuk menyongsong subuh ketika fajar tiba, aku masih berada di ujung jalan itu, entah ketiduran di kursi bersama satpam atau masih baru saja selesai bermain gaple semalaman. Habis itu, pulang sholat subuh terus tidur sampai menjelang dhuhur. Hari – hari itu seperti itu terasakan seperti hari kebebasan setelah setahun penuh bekerja tanpa diberi jedah, maka libur satu minggu menjelang hari raya, aku habiskan dengan hura – hura seperti itu. Bahkan kalau ada yang protes di rumah, kami sudah punya jawaban dan kesepakan gang prapatan (orang yang suka gaple di perempatan kampung) yaitu lebih baik pulang pagi dari perempatan, masih bisa dilihat dari rumah, daripada pulang pagi keluyuran dari diskotik, clubbing atau tempat yang agak kelihatan dari rumah. Tapi itu dulu.&lt;br /&gt;Aku sudah tiba di beranda masjid, memasukinya dan melaksanakan segala ritual yang aku inginkan lalu menyampaikan pujian serta harapan kepada Sang Maha Indah yang hanya Dia layak dipuji dan Sang Maha Mencintai. Tigapuluh menit berlalu dalam keheningan, kebeningan dialog diri, sejujurnya semuanya tertumpahkan di hadapanNya. Kegelapan demi Kegelapan, lorong demi lorong yang sempit, becek dan kotor yang dilaluinya, tidak bedanya dengan kehidupan seekor tikus ditengah malam, berlarian, menembus selokan atau tempat sampah. Mungkin lebih mulia seekor tikus yang berjuang melawan malam, kegelapan dan bau comberan demi keluarga dan menyambung hidupnya dibanding seorang anak manusia yang diberikan kemuliaan dan kelebihan menghamburkan rizkinya di balik gedung mewah, bau wangi dan di keremangan batas nafsunya. Tak ada waktu lagi untuk menyesali diri, kecuali bisa kembali degan mesin quantum leap yang bisa mengoreksi dan menghapus sejarah yang salah. Yang ada hanyalah bersyukur bahwa aku dengan quantum leap masa depan aku melompat kepada keindahan dan kebeningan di lembah Al Ghafur.&lt;br /&gt;Ustadz Syakur dan Ustadz Sohib sedang berbincang sambil menikmati makan sahur, nasi opor dan kopi susu, kurma dan air mineral di depan mereka. Aku menyampaikan salam da takzim kepada beliau berdua, lalu bergabung untuk sahur.&lt;br /&gt;Selesai sahur, ustadz Syakur menyampaikan “kalau malam – malam likuran atau memburu lailatul qodar begitu indah seperti ini, mengapa masih banyak yang tidur atau berkegiatan lain ya pak”.&lt;br /&gt;Ustadz Sohib menyahuti “ kita tidak pernah tahu rahasia Allah, apakah rahmat yang turun untuk seluruh alam, dari malam hingga fajar itu akan menyapu seluruh kehidupan dan makhluk di alam raya ini, ustadz. Rahmat dan cintaNya merubah derajat makhluk untuk menjadi lebih mulia tidaklah terbantahkan meliputi seluruh alam raya ini”.&lt;br /&gt;“Masalahnya yang dinaikkan kelas dengan kemuliaannnya itu mulai dari kelas berapa, seandainya skalanya adalah dari minus 100 ke 100, maka kalau mulainya dari minus 100, berarti dia menjadi minus 99, kalau dari nol, ya dia kelas 1 sekarang, kalau anda mungkin dari kelas 98 menjadi kelas 99. Urusan Dunia selesai, urusan syariat selesai, yang ada hanya ikhlas dan memuji dia, apalagi kalau bukan kelas 99”, kataku agak ngawur&lt;br /&gt;Fajar menjelang, kamipun bubar. Hening setelah subuh di dalam masjid.&lt;br /&gt;“Jadi kalau kamu sekarang berada di titik minus, kamu harus benar – benar mencari mesin quantum leap ke masa depan bukan ke masa lalu. Bayangkan kalau kamu ada di titik minus 100, sementara berapa tahun lagi kamu hidup tidak ada yang tahu. Jangan – jangan kamu mati tapi masih dalam keadaan minus. Yaa Rahman, Yaa Rahim, Yaa Wadud, Yaa Ra’uf, Yaa Mu’id,  Wahai Yang Maha Penyayang, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Mencintai, Yang Maha Menyayangi dan Yang Maha Mengembalikan … ijinkan aku kembali dalam keadaan lega dan Engkau ridhoi …” jeritku dalam hati.&lt;br /&gt;Badanku menggigil ketika subuh perlahan beranjak pergi, sambil berjalan pulang, aku bergumam sendiri “mungkin juga mesin quantum leap itu adalah lailatul qodar, mesin multiply seribu bulan, memberikan barokah dan menghapus dosa sepanjang hayat. Sebuah kasih yang tidak perlu dibuktikan dan dikatakan berulang - ulang”. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4783763074822701651?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4783763074822701651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4783763074822701651&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4783763074822701651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4783763074822701651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/menanti-malam-1000-bulan-3.html' title='Menanti Malam 1000 Bulan (3)'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6534547059227095512</id><published>2008-09-25T14:00:00.000+07:00</published><updated>2008-10-16T14:12:31.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1000 bulan'/><title type='text'>menanti malam seribu bulan (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mendadak Miskin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam baru menunjukkan pukul sepuluh malam. Di saat ramadhan, pukul sepuluh serasa masih sore hari. Seakan hari baru mulai sekitar 2 jam yang lalu. Biasanya waktu dianggap normal setelah sholat tarawih selesai. Beberapa orang masih asyik bercengkrama di beranda masjid, setelah menyelesaikan tadarus dan tentu saja setelah pesta bakso.&lt;br /&gt;Bendot, seorang satpam di RT V, nyeletuk “tadi ada pembagian sembako, zakat fitrah dari pak Hamdan. Tidak ada korban jiwa seperti di Pasuruan, karena memang yang dibagi juga Cuma 2000 paket. Cuma disana tadi ada korban perasaan, masak orang – orang yang sudah saya daftar malah tidak ada di daftar petugas desa. Padahal orang – orang itu benar – benar orang miskin alias miskin beneran. Justru yang enggak ada di daftar orang miskin, malah dapat. Saya lihat para amil (petugas) sudah ngambil jatah dua paket sebelum dibagikan”.&lt;br /&gt;“hey, puasa – puasa kalau bicara yang bener dong, nanti puasanya sia – sia lho”, kata pak Samsul.&lt;br /&gt;“Pak, kalimat itu sebaiknya disampaikan kepada petugas desa yang membagi paket bingkisan tadi sore aja”, kata Bendot tidak terima.&lt;br /&gt;“Emang bener kata pak ustadz di sholah tarawih tadi, kalau saat Ramadhan justru banyak orang menjadi kaya, lihat saja khan banyak pemberian paket bingkisan lebaran di mana – mana. Di Pati, duit satu almari dipertontonkan ke masyarakat. Enam ribu orang menyembut berduyun – duyun mendatangi tempat tersebut. Di Gresik, di Pasuruan, Di Sidoarjo entah dimana lagi, acara ini berlangsung”, lanjut Bendot.&lt;br /&gt;Semua orang terdiam, ingin tahu apa kalimat selanjutnya.&lt;br /&gt;“Anehnya, kata pak Ustadz, kalau hari iedul adha, justru banyak orang menjadi miskin. Orang – orang yang berkurban, sapi atau kambing, justru memesan kepada panitia untuk diambilkan bagian – bagian yang paling enak seperti daging lulur, tulang ekor, dan lainnya. Bahkan yang paling aneh, banyak orang yang tidak berkurban di tempat itu, tapi dia mempunyai jabatan disana, justru sudah inden duluan, ada daftarnya lagi”, katanya.&lt;br /&gt;“Ahh, kamu bisa aja, jangan – jangan kamu juga memanfaatkan jabatan sebagai satpam untuk pesan jerohan atau tulang iga kesukaanmu”, celetuh Syaiful sambil bercanda.&lt;br /&gt;“kalau Satpam sih enggak berani pesan – pesan kayak begitu. Justru buat saya yang aneh, ustadz di masjid di perumahan yang saya jaga, diberi bagian – bagian yang istimewa itu enggak nolak ‘eh. Malah beliau bilang “Alhamdulillah, ini barokah dari Allah”, elaknya serius.&lt;br /&gt;“Lho ya bener khan, barokah dari Allah, wong pak ustadz enggak minta, enggak pesan, enggak indent, tapi diberi kok, gak salah khan dia”, kata Syaiful.&lt;br /&gt;“Emang, siapa yang nyalahin pak Ustadz, wong kita ini siapa, mau nyalah – nyalahin dia, apalagi dia khan bergelar warisatul ambiyah”, kata Bendot.&lt;br /&gt;“Yang salah itu khan menyikapi pemberian itu, coba kalau pemberian istimewa dipandang bukan sebagai barokah, tetapi dilihat sebagai ujian dari Allah”, Bendot melanjutkan.&lt;br /&gt;“maksudmu apa ndot, kata - katamu kayak ustadz sekarang”, Kata Pak Darmaji sambil mengisap rokonya.&lt;br /&gt;“Gini lho pak, ini kata ustadz yang tadi lho, kalau pemberian atau nikmat itu juga dipandang sebgaia ujian, maka pak ustadz yang menerima daging istimewa tadi akan memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan, misalnya tulang ekor atau iga dimasak semur atau sup buntut, lalu dikirimkan ke para fakir miskin dan duafa di kampong ini bersama beras masing – masing satu kilogram, nah yang menerima itu seharusnya termasuk saya, satpam yang menjaga perumaha beliau”, kata Bendot“ha ha ha ….” semua hadirin tertawa berderai. Langit ikut ceria, awan – awan yang menutup rembulan berangsur hilang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6534547059227095512?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6534547059227095512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6534547059227095512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6534547059227095512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6534547059227095512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/10/menanti-malam-seribu-bulan-2.html' title='menanti malam seribu bulan (2)'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-8111837434370373207</id><published>2008-09-25T09:41:00.004+07:00</published><updated>2008-10-22T10:36:24.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1000 bulan'/><title type='text'>Menanti Malam 1000 bulan (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Para Pejuang Syiar Sejati&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam bergayut lembut menghapus sinar matahari yang nyalang di kota ini. Bulan tinggal sepotong seperti sebuah pisang. Aku menyusuri jalanan yang mulai ramai. Orang - orang yang sudah kenyang berbuka sudah keluar rumah menuju masjid - surau - langgar untuk sholat tarawih. Sambil berjalan, aku dengar celoteh tentang menyongsong malam seribu bulan. Memang malam ini adalah menjelang malam ke duapuluh lima, salah satu malam ganjil. Malam ganjil adalah hitungan hari puasa yang tidak genap, setelah hari puasa yang kedua puluh, seperti malam ke 21, 23, 25,27 atau 29. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sepuluh hari terakhir, mukmin &lt;em&gt;diminta &lt;/em&gt;untuk beri'tikab, menyendiri di masjid - surau - langgar. Bersunyi - sunyi dengan "diri"nya. Bercakap - cakap tentang perjalanannya, memutra balik klip video "rekam jejak" sang anak manusia. Menghapus dan memohon penghapusan (&lt;em&gt;write off&lt;/em&gt;) segala hal yang jelek. Meneguhkan segala hal yang sudah baik dan akan lebih baik lagi. Kemudian Menyebut sebanyak - banyaknya kata ampunan, pujian tentang kesucian, kesyukuran, kebesaran dan keesaan Sang Maha. Begitu kecil, kecil sekali, hanya Dia yang maha besar. Diri dan sang Aku hilang, yang ada hanya Engkau. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehabis tarawih beberapa orang masih bercakap di beranda masjid bersiap untuk bertugas menjadi panitia zakat. Sebagian orang berada di dalam masjid bersiap untuk meneruskan tadarus. Sekelompok ibu - ibu naik ke lantai dua dengan membawa kitab suci Al Qur'an. Seorang ibu menyapa sambil tersenyum lebar "Pak, nanti siap disini jam sembilan yaa, kami akan &lt;em&gt;khatam &lt;/em&gt;(tamat) malam ini. Ada pesta syukuran kecil - kecilan. Bapak - bapak ada bagiannya juga". "Baik bu, kami nanti ada disini, Insya Allah", jawabku. Aku sendiri sibuk mencari - cari anggota takmir masjid untuk membagikan THR dari yayasan. Mereka adalah pejuang - pejuang syiar yang tidak pernah tampil di depan. Setiap hari mereka membersihkan masjid (nyapu, &lt;em&gt;ngepel&lt;/em&gt;), mencuci dan mengharumkan karpet tempat orang - orang (&lt;em&gt;kaya)&lt;/em&gt; bersujud, mereka yang pertama kali dimaki ketika air wudhu tidak keluar, kran macet, kran lupa dimatikan, kamar mandi bau. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka ini pejuang syiar yang sebenarnya. Di pagi yang masih buta mereka sudah mendengungkan suara tar'qim, mereka membangunkan dan mengajak kita sholat dengan adzan. Bila suaranya sengau sedikit, kita anggap mereka sebagai pengganggu kenyenyakan tidur kita. Merekalah sejatinya yang menyelamatkan kita dengan mencegah kita berbuat kerusakan dan kemungkaran melalui sholat sebagaimana bunyi firmanNya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka melakukannya dengan adzan dan orang - orang pun berdatangan. Sementara ceramah ustadz, kyai, mubaligh, yang panjang lebar mengajak untuk berbuat ahsanu amalan, hanya dianggap selingan dari suatu pesta perayaan, entah itu Jum'atan ataukah hari besar keagamaan ataupu ritual lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sering ceramah yang tidak ada canda tawanya malah menenggelamkan karir para mubaligh. "Pak, ustadz itu gak usah diundang lagi, ceramahnya terlalu serius, malah bikin pusing, sedikit - sedikit disuruh ingat mati. Nasi masih enak, koq ditakut - takutin melulu", ucap salah satu peserta pengajian. Ada juga yang nyeletuk bahwa memang kami mendatangi ceramah pengajian juga sambil cari hiburan, setelah suntuk dengan masalah kantor dan lain - lain. Jadi mubaligh, ustadz atau pak kyai (tak kurang tak lebih) sama dengan para penghibur atau entertainer (nama keren dari pelawak atau badut di TV). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam makin tua. jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Perut kami kenyang sehabis dijamu pesta bakso oleh para ibu yang &lt;em&gt;khataman&lt;/em&gt;. Suara tadarus pun sudah diam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-8111837434370373207?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/8111837434370373207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=8111837434370373207&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8111837434370373207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8111837434370373207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/menanti-malam-1000-bulan-1.html' title='Menanti Malam 1000 bulan (1)'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3595379882151032995</id><published>2008-09-24T14:00:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T14:01:30.580+07:00</updated><title type='text'>Bohong</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Beberapa kali telepon berdering, suara anak kecil yang terkekeh - kekeh berkali - kali terdengar. Dia hanya berpikir bahwa seseorang mencoba menelponnya di GSMnya. Tapi hari masih pagi, di bulan puasa begini, acara tidur walaupun sebentar menjadi sangat mahal lebih dari harga permata . Dia melirik jam yang ada di meja kecil samping tempatnya berbaring, masih jam enam tigapuluh pagi. Masih ada waktu tigapuluh menit lagi untuk bersiap berkegiatan pada hari ini. Belum sempat dipejamkan matanya, bunyi seruling terdengar nyaring, itu suara hape flexinya berbunyi. Kalau si penelpon adalah orang yang sama, berarti agak penting berita yang hendak disampaikan. Masih dengan malas, diterimanya hape flexi yang disodorkan istrinya. Dilihatnya sebuah nama tertera di layar, Rama, seorang pengusaha muda yang dikenalnya cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum, selamat pagi banget - banget dech", katanya.&lt;br /&gt;"Wa'alaikumsalam mas, maaf banget - banget dech, kalo aku menggganggu istirahatnya", jawab Rama. "mengganggu yaa, atau saya tutup dulu nanti aku telpon lagi", kata Rama lagi.&lt;br /&gt;"Yo wes pasti mengganggu, cuman kalo telpon ditutup sekarang rasanya lebih mengganggu lagi ma ", jawabnya lugas.&lt;br /&gt;"Begini mas, aku mo mampir ke rumahmu , jam 10an nanti, penting banget - banget dech, for your eyes only, serius mas", kata Rama.&lt;br /&gt;"Baiklah tak tunggu jam 10, jangan telat ya, soalnya hari ini mepet banget, khan hari Jum'at sekarang, abis jum'atan aku juga sudah ada acara lain",jawabnya .&lt;br /&gt;"Sampai nanti jam 10 mas, terima kasih banget nich waktunya", kata Rama menutup pembicaraan. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jam 10 tepat, Rama muncul di depan pintu rumahnya. Setelah masuk ke dalam, dia langsung duduk dan mengeluarkan sebuah amplop coklat. Lalu dikeluarkannya selembar kertas kecil dan diberikan kepadanya. Kertas kecil itu diterimanya. Sebuah &lt;em&gt;cheque &lt;/em&gt;dengan angka yang sangat fantastis memakai 9 nol dibelakangnya. Dia hanya diam menanti penjelasan dari si pemilik.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Aku temukan kemaren di depan pintu pagar pas mau jemput anakku pulang sekolah. Tiba - tiba aku lihat amplop coklat kecil itu, tadinya aku kira surat tagihan. Kemaren aku baca de sikret, salah satu episodenya visualisasi dan aku lakukan persis seperti di buku itu. Terus paginya aku lihat ini, apakah cuma kebetulan", Rama mulai menjelaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dia tidak berkomentar, cuma menghela nafas, menanti kisah selanjutnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Menurut mas, gimana nih cara menjadikan kertas kecil ini duit ?. Khan situ banyak kenalan orang bank", katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Heem, kamu ini ada - ada saja, kalau lihat jenisnya, ya kamu tinggal datang ke banknya, terus tunjukkan aja, kalau dananya ada kan pasti cair", katanya singkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Anak kecil juga tahu mas, masalahny nih, cheque ini datang ke aku tanpa ada sebabnya. Kita perlu orang yang bisa diajak kerjasama, yang bisa jadi &lt;em&gt;penerima, &lt;/em&gt;terus ada orang dalam yang bisa meluluskan jalan kita ini", katanya berharap.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Kita - kita, enak aja kamu ngomong, ini masalahmu, bukan masalahku", gumamnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"ayolah mas, ini kesempatan kita berdua, kita sudah lama ingin bikin usaha sendiri, nih modal yang diberikan dari langit, menjawab permintaan kita. Hukum tarik menarik itu telah menjalankan tugasnya. Tinggal kita take action aja". &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"ayolah mas ...!, it's easy, isn't it ?. kita cari si fulan kek, kita kasih tahu caranya, kita kasih 250 jeti aja, terus suruh kabur darisini, pindah dari desanya ke ujung berung sana, pasti dia mau, that's big money, pasti maulah siapapun", kata Rama lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"aku tidak ikut rencanamu lah, tapi aku tanya dulu sama banknya, mau enggak dia terlibat sama rencana dermawanmu ini. Nanti aku telpon abis jum'atan", katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Merekapun berpisah. Suara orang mengaji terdengar dari pengeras suara masjid, tanda waktu dhuhur akan tiba 60 menit lagi. Setelah mandi dan memakai &lt;em&gt;baju kebesaran &lt;/em&gt;dia hendak melangkah ke masjid lebih awal, karena udara di ruangan masjid lebih sejuk daripada di rumahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Melintasi ruang tengah rumahnya, dia tergoda untuk menghentikan langkah. Dilihatnya laptopnya masih terbuka dan kabel speedinya masih terpasang. Dia duduk sebentar dan mampirke google. diketiknya nama yang tertera di atas cheque tadi sebagai penariknya. ... Blitz .... beberapa nama terpampang dari hasil pencariannya. Di kliknya salah satu. Gambar dan Nama sebuah perusahaan terpampang disana. Jadi cheque itu bukan kertas sembarangan. Asli.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ditinggalkannya ruangan itu dan bergegas dia melangkah keluar. Ada sedikit galau menyembul di dalam pikirannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Mungkin saja Rama tidak punya rencana sejahat yang dia katakan. Rama cuma berpikir pendek dan sederhana. Mungkin juga Rama hanya ingin menolong orang lain dengan cara menjadi dermawan untuk fulan, untuk dirinya, untuk orang - orang yang telah membantunya", katanya berdialog sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Memang aku butuh uang saat ini dan ini adalah kesempatan besar untuk mewujudkan usaha sendiri. minimal bagianmu 1 miliar, bayangkan 1 miliar, kau akan biarkan berlalu begitu saja", Kata suara lain menimpali. Dibiarkannya percakapan mereka berlangsung terus, bahkan sampai terdengar salam dari mimbar Jum'at di depannya. Kantukpun datang tanpa bisa dihadang lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ditengah - tengah kenyamanan itu, dia dikagetkan suara sayup - sayup "kebebasan merupakan karunia Allah yang terbesar untuk manusia. Kebebasan untuk apa saja, Allah tidak pernah membatasinya, bahkan Allah selalu memberikan motivasi agar manusia menjadikan manusia paripurna dengan kebebasan akal dan pikirnya... Wakullukolihada ...". &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sambil berjalan pulang, dia merogoh sakunya. Dihidupkannya telepon genggamnya dan dikirimnya sebaris sms "Semua rencanamu tentag cheque itu tidak di "confirmed". Mohon maaf cari yang lain saja yaa, kalau mo terus jalan ...". Dia bergidig merinding membayangkan hilangnya kebebasan dirinya akibat rentetan yang akan mendatanginya &lt;em&gt;hanya &lt;/em&gt;karena masalah uang 1 miliar itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"Mas maksudnya tidak di"confirmed" itu apa ?. oleh siapa ? ", jawaban sms Rama.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"ya tidak di "confirmed" oleh orang banknya, kecuali kalo kamu cairkan sendiri dengan nama dan KTPmu, kamu masukkan ke rekeningmu", jawabnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;"sebetulnya ya tidak apa - apa, wong memang cheque itu atas unjuk. Masalahnya khan kamu tahu, kamu kemungkinan besar bukanlah orang yang dikehendaki untuk menerima cheque sebesar itu ... 3 miliar dikirimkan kerumahmu tanpa sebab, bukan main - main, khan ?", disambungnya sms yang tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sambil terus berjalan dan menutup teleponnya, dia beristighfar berkali - kali "ampuni aku ya Allah, di puasa ini aku berbohong... ". &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sesampai di rumahnya kembali, direbahkan tubuhnya dan dimatikannya telepon genggamnya. Dia bergumam sebelum mengatupkan matanya "Sorry teman, yang tidak "confirmed" itu aku, bukan orang bank". &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3595379882151032995?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3595379882151032995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3595379882151032995&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3595379882151032995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3595379882151032995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/bohong.html' title='Bohong'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-2293163320080732841</id><published>2008-09-20T13:38:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T14:02:28.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sabar'/><title type='text'>Belajar Sabar 5</title><content type='html'>Pemantap Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ ... dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf “ (Asysyura 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hamba – hamba Rabb yang maha penyayang itu ialah orang – orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang – orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata – kata yang baik “ (Al Furqan 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (Ali ‘Imran 159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Seorang mukmin laksana seekor lebah. Dia hanya memakan yang baik – baik saja dan mengeluarkan yang baik – baik saja. Apabila hinggap di atas kayu, tidak membuatnya patah” (Al hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pergilah, hari ini kalian bebas” kata Rasulullah, kepada orang – orang yang memusuhinya, ketika menaklukkan Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kisah dan riwayat para sahabat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebun Mu’awiyah&lt;br /&gt;Suatu hari kebuh ‘Abdullah bin Zubair dimasuki dan dirusak tanamannya oleh pekerja – pekerja dari kebun Mu’awiyah yang letaknya bersebelahan dengan miliknya. ‘Abdullah bin Zubair marah dan mengirim surat yang berisi kata – kata pedas yang mengamcam dan menegurnya, padahal Mu’awiyah adalah seorang khalifah pada saat itu. Setelah Mu’awiyah membaca surat itu, diserahkannya kepada Yazid, putranya, untuk mendapatkan saran apa yang harus diperbuatnya. Yazid dengan lantang mengatakan “kirimkan sepasukan tentara untuk membawa pulang batok kepalanya kemari”. Mu’awiyah menggelengkan kepala dan menolak usul putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’awiyah mengirim surat kepada Ibnu Zubair yang berisi kata – kata yang lembut. Dia memanggil Ibnu Zubair dengan sebutan putra penolong Rasul (Zubbair bin ‘Awwam) dan putra Dzatun Nuthaqain (Asma binti Abu Bakar yang mempunyai gelar tersebut). Dia menjanjungnya dan kemudian menghadiahkan kebun serta pekerjanya kepada ‘Abdullah bin Zubair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala membaca isi surat tersebut, ‘Abdullah bin Zubair sangat tersentuh hatinya. Diapun mengirim surat balasan kepada Mu’awiyah, dengan doa “Semoga Allah menjaga akalmu, Dan Allah telah memilihmu di antara orang – orang Quraisy untuk menduduki tempat ini yakni jabatan khalifah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpin dan Sang Sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok kaum bertanya kepada seorang pemimpin bangsa Arab “dengan cara apa engkau memimpin kaummu?”. Sang pemimpin menjawab “Kumaafkan mereka saat mereka melanggar kehormatanku, kudermakan hartaku untuk mereka dan selalu kutampakkan senyum ceria wajahku kepada mereka, sehingga mereka pun mencintaiku dan menjadikan aku sebagai pemimpin mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok orang bertanya kepada Sang Sufi “ sesungguhnya si fulan menggunjingmu, apa yang akan kita perbuat kepadanya?”. Sang Sufi menjawab “Kehormatanku ini telah aku sedekahkan dari dahulu, dan pahalaku kuminta kepada Allah”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-2293163320080732841?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/2293163320080732841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=2293163320080732841&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2293163320080732841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2293163320080732841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/belajar-sabar-5_20.html' title='Belajar Sabar 5'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-7759841110466059380</id><published>2008-09-20T13:37:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T14:02:28.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sabar'/><title type='text'>Belajar Sabar 4</title><content type='html'>Potensi Kalbu&lt;br /&gt;Satu hal yang kita sering kesampingkan yakni Potensi Kalbu. Seringkali kita menggunakan dua kata siraman ruhani, tetapi ruh kita tidak pernah segar setelah disiram, Justru nafsu liar, melalui lisan dan perut,  yang meraja setelah acara siraman ruhani. Kalbu yang sehat adalah kalbu yang tidak ada dendam, kebencian, iri dengki, amarah. Kalbu yang mampu mengendalikan pikiran. Kalbu yang selalu mengirimkan sinyal – sinyal positip kepada akal. Kalbu yang tenang. Kalbu yang dipenuhi oleh rasa syukur dan terima kasih. Kalbu yang lega dan ridho atas ketentuan rabbnya. Kalbu yang dipenuhi oleh kasih sayang, kecintaan dan iman kepada rabbnya. Kalbu yang takut atas kebesaran Allah sekaligus damai dan senang melihat keagungan Allah yang ditampakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah engkau hapus semua ketidak nyamanan, kerusuhan dalam pikiranmu, akibat aktifitasmu seharian. Lakukan ini sebelum tidur. Sterilkan pikirmu dari semua dendam, amarah, gunjingan, umpatan dan lainnya sebelum tidur. Gerakkan kalbumu untuk memaafkan dirimu dan memberi maaf kepada orang lain. Neraca yang harus engkau gunakan adalah tuntunan syariah. Bukan kebenaran pikir dan akalmu sendiri. Sampaikan syukur dan terima kasih kepada Allah atas segala rahmat dan barokah pada hari ini. Syukur karena tangan dan kakimu masih lengkap. Syukur karena matamu bisa melihat dan seterusnya. Pandangi anak dan istri atau suamimu. Cium kening mereka dengan rasa syukur kepada Allah Subhana wata’alah. Lalu ucapkan doamu dengan segala bahasa kalbumu. Pejamkan matamu dalam syukurmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau membuka matamu, sampaikan rasa syukurmu di pagi hari. Sebelum engkau bangun dari tempat tidurmu, ucapkan syukurmu. Sebelum engkau menjenjak lantai dan melangkah ke kamar mandi, ucapkan terus syukurmu. Lihat sekelilingmu, tembok rumah yang kokoh, detak nafas anak istri atau suamimu yang masih kencang, bahkan mungkin langit yang dipenuhi gemintang, lalu hembuskan rasa syukurmu. Tersenyumlah kepadaNya. Engkau telah memulai harimu dengan sodakoh : tersenyum. Berlatihlah setiap hari melalui mujahadah, riyadah, tajalli, buatlah hatimu laksana taman yang dipenuhi dengan bunga – bunga yang indah oleh keshalihan, bunga – bunga kebajikan, daun – daun hijau oleh kelemah lembutan, buah – buah yang ranum karena takwa dan ihsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau punya waktu sejenak untuk berbincang dengan pikiranmu, maka hanya satu bahasan yakni hisablah dirimu sendiri. Lalu sempurnakan dengan syukur dan tersenyum kepada Allah yang telah menuntun jalanmu di jalanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengembangkan potensi kalbu semacam ini maka akan timbul keyakinan yang akan menggerakan potensi kemudian tindakan atau aksi. Aksi kita adalah pemaaf, penyayang, penyabar, kelemah lembutan dan seterusnya. Engkau akan tersenyum melihat pemimpinmu yang lambat, suka menunda, tidak tegas, plin plan, penjilat, bahkan mungkin bodoh, dan engkau tidak perlu merusak harimu dengan marah melihat semua itu. Kalbumu adalah taman bunga yang indah. Kalbu yang tentram tak perlu marah, tak perlu iri dengki, dendam kesumat atau nafsu yang lain. Itulah kenapa dikatakan bahwa di dadamu terdapat surga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-7759841110466059380?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/7759841110466059380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=7759841110466059380&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7759841110466059380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7759841110466059380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/belajar-sabar-4.html' title='Belajar Sabar 4'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-2863899269919763675</id><published>2008-09-20T13:36:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T14:02:28.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sabar'/><title type='text'>Belajar Sabar 3</title><content type='html'>Potensi Pikir&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap jiwa telah disempurnakan... Setiap jiwa telah dibekali dengan kebaikan dan keburukan ... beruntunglah mereka yang mensucikannya dan merugilah mereka yang mengotorinya ...”. Setiap manusia mempunyai potensi yang luar biasa. Raga ini adalah sebuah potensi yang ditunjukkan oleh satu nutfah yang mengalahkan jutaan sel nutfah yang lain. Manusia memang ciptaan yang luar biasa. Untuk kehidupannya saja, diperlukan jutaan sel terlebih dahulu, walaupun sang pemilik hidup akhirnya cuma satu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran atau akal merupakan sumber mala petaka yang utama. Pikiran yang liar dan tak terkendali akan dengan lahap mereguk nikmat duniawi tanpa batas bahkan tanpa peduli pada aturan illahi. Pikiran kemudian menggerakkan raga, terutama unsur perut dan lidah, menjadi dua sumber malapetaka yang nyata.Qolbu, kalbu, hati nurani atau ruh merupakan sumber yang pembatas, penyelamat, sang pemberi peringatan sering kali diabaikan dan akhirnya dia sengsara kemudian tak berdaya menghadapi kehendak raga dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi pikir inilah yang seringkali diutamakan untuk dikembangkan oleh manusia sejak kecil. Akhirnya menjadi raja atas segala aksi kita. Kita mengukur kondisi seseorang melalui hasil pemikiran atau nalar kita. Pikiran menyebabkan kita berpacu dalam kompetisi duniawi. Pikiran menjadikan kita terus membandingkan kondisi kita dengan kondisi sekitar kita, misalnya besarnya rumah, merk mobil, atau ukuran – ukuran kesuksesan duniawi yang lain. Ini bukan berarti sukses duniawi tidak penting, bukan hanya penting, tapi sangat penting, sepanjang tujuan akhirnya adalah kemaslahatan umat. Kenapa ingin kaya ?. karena kita ingin membantu orang lain yang susah. Kenapa ingin kekuasaan ? karena kita ingin membantu orang lain dengan kekuasaan kita, karena kita ingin menghapus korupsi, karena kita ingin aturan ditegakkan berdasarkan syariah. Dan seterusnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-2863899269919763675?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/2863899269919763675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=2863899269919763675&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2863899269919763675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2863899269919763675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/belajar-sabar-3.html' title='Belajar Sabar 3'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-7541906045663105610</id><published>2008-09-20T13:35:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T14:02:28.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sabar'/><title type='text'>Belajar Sabar 2</title><content type='html'>Memupuk Keyakinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sering aku katakan bahwa “Kitab ini hanya diturunkan untuk menjadikan kita, orang – orang yang yakin ...” . sebaris kalimat ini menyelinap untuk mulai mencari jawaban atas pertanyaan tentang belajar sabar. Beberapa ayat coba dilihat antara lain :&lt;br /&gt;“Maka bersabarlah kamu seperti Ulil ‘Azmi (mereka yang mempunyai keteguhan hati) dari rasul – rasul telah bersabar” ( Al Ahqaf 35). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul – rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka bersabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka” (Al An’am 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terlinta pula sebuah kisah yang selalu membuatku berurai air mata tentang kemuliaannya:&lt;br /&gt;“ Rasulullah pernah mengatakan bahwa beliau memaafkan orang – orang yang mengejeknya “Semoga Allah merahmati Musa, yang pernah disakiti daripada ini, tapi dia tetap bersabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku membaca begitu banyak bahasan tentang definisi dan ajakan sabar terhadap hal – hal yang tidak mengenakkan kita, misalnya ejekan, hinaan, gunjingan, caci maki, mendustakan, tuduhan – tuduhan, perlakuan buruk, ketidak nyamanan sikap, olok – olok, gangguan, sikap menentang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin kita bisa buat daftarnya, maka makin panjang kata negatif yang bisa menyakitkan perasaan kita. Lalu kita definisikan dengan ketidak sabaran apabila kita bereaksi sama negatifnya dengan daftar kata – kata tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cermati benar dari semua uraian tadi, maka sabar itu merupakan sebuah reaksi atas suatu aksi yang terjadi di luar kita (stimulus). Stimulus itu biasanya berupa kalimat, sikap atau tindakan yang tidak sesuai dengan pendirian, sikap, pendirian, pikiran atau bahkan kenyamanan kita. Beberapa contoh yang membuat respon kita berada di kontinum yang berlawanan dengan stimulus misalnya di tempat kerja :&lt;br /&gt;“Aku maunya cepat dan tidak menunda, tapi pimpinan kita lambat – lambat atau nyantai aja lagi... “ “Aku maunya tegas dan pure black and white, pimpinan maunya grey area ...” “aku usul ke kanan, pimpinan malah ke kiri, bahkan kadang gak ketahuan arahnya mau kemana ...” “Aku maunya aksi (action) atau tindakan, pimpinan masih ngomongin konsep dan strategi mulu ...(terus kapan kerjanya)...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana dong, apakah kita tidak boleh bereaksi berlawanan dengan kehendak pimpinan alias jadi “Yes Man” saja. Nanti salah lagi, jadi orang koq tidak punya critical mind, tidak punya pendapat, atau tidak punya pendirian. Malah dinilai “tidak pernah siap ke jenjang lebih tinggi”. Mungkin orang yang memberikan judgment seperti itu belum pernah mendengar bahwa untuk jadi a good leader harus pernah jadi a good follower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah juga yaa. Qur’an dan Hadist memang mengatakan dua hal yang berlawanan tadi. Lalu apakah kita akan menunggu sebuah moment untuk berlatih sabar atau menjadi sabar menunggu cobaan dulu. Ternyata tidak. Kalau diruntut mengapa para nabi dan rasul, contohnya Rasulullah bisa sedemikian sabar kepada sahabatnya bahkan musuhnya. Kenapa Musa dan Isa bisa begitu sabar kepada umatnya ?. Karena mereka telah membekali diri sebelum berhadapan dengan momen yang dijanjikan itu. Kita pasti ingat “jangan engkau katakan bahwa mereka telah beriman, sebelum aku berikan ujian...”. Yang diuji adalah iman. Tingkat keyakinan kita. Kalau kita yakin bahwa hidup ini banyak ujian, maka kita harus siapkan diri supaya lulus dari ujian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh logika sederhana saja : seoranng anak akan ulangan matematika dan dia bereaksi dengan belajar, maka setelah ulangan dia dapat angka 10, maka timbul keyakinan bahwa dirinya mempunyai potensi (yang disebut pandai). Semakin lama, semakin diasah, maka timbul percaya diri yang besar pada diri si anak dan tidak pernah takut menghadapi matematika. Logika sederhana ini diambil dari siklus : Potensi à Aksi à Hasil à Keyakinan. Hasil yang baik tadi menimbulkan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan pada diri si anak bahwa dirinya pandai makin lama makin menguat karena hasil – hasil yang baik tadi. Keyakinan tersebut kemudian memperbesar Potensi dan seterusnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-7541906045663105610?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/7541906045663105610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=7541906045663105610&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7541906045663105610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7541906045663105610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/belajar-sabar-2.html' title='Belajar Sabar 2'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6391965301089913874</id><published>2008-09-20T13:31:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T14:02:28.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sabar'/><title type='text'>Belajar Sabar</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagaimana Belajar Sabar itu ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puasa saya mungkin tidak diterima, karena suka marah - marah terutama kepada atasan saya. Bagaimana sih caranya belajar sabar ?. Ini adalah sebaris SMS yang aku terima siang ini.&lt;br /&gt;'Istainu fi Sobri wa sholat ... ini ayat yang sering kali dikutip mengenai hebatnya kesabaran. Mintalah pertolongan dengan melalui sabar dan sholat. Kenapa sabar disebut dulu baru sholat?. Apakah bisa pertolongan datang melalui sabar ?. Sebenarnya sabar itu apa sih ?. Lalu sebenarnya sholat itu apa sih ?. Sehingga keduanya menjadi alat penolong kita. Lalu bagaimana kita bisa mengenali keduanya ?. Apakah orang sabar itu adalah orang yang menerima saja apa yang terjadi pada dirinya. Apakah orang yang bila dipukul tidak membalas, bila didholimi diam saja. Apakah sabar kok jadi mirip dengan ketidak berdayaan?. Saya sungguh tidak tahu. Saya mencoba memencet google untuk mencari definisinya dan keluarlah deretan kalimat indah beserta ayatnya di berbagai blog. Saya pun membaca buku dan menemukan tiga kalimat yang mungkin mewakili kesabaran tahan amarah, jadilah pemaaf dan kerjakan kebajikan (A'idh Al Qarni). Hati seorang muslim laksana air yang jernih, lembut dan segar, tak berwarna dan tak berbau. Laksana selembar kertas putih tak ada tulisan kecuali La Ilaha Illallah, Muhammadur Rasulullah. Sabar adalah buah manisnya iman, kata seorang alim. Cuman bagaimana yaa belajar sabar. Pengirim SMS pasti belum puas dengan jawaban global ini. (to be continued ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6391965301089913874?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6391965301089913874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6391965301089913874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6391965301089913874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6391965301089913874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/belajar-sabar.html' title='Belajar Sabar'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6187605172926160605</id><published>2008-09-08T10:17:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T14:04:08.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bayang - Bayang'/><title type='text'>BAYANG - BAYANG 5</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Malam itu hujan rintik – rintik tatkala Damar beranjak dari Cafe SQ. Kata orang hujan seperti ini akan turun sepanjang minggu menjelang hari raya imlek. Ardi mengendarai mobil dengan pelan menuju mulut Tol Satelit. Disampingnya Damar merebahkan diri dalam balutan lamunannya Boss, Sakit, Interview, Proposal, Nama PT. Tiba – tiba Ardi memecah lamunannya dengan kalimat yang cukup panjang yang membuat Damar harus menyimak dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Damar, saya sekarang mengerti nasihat Bapak, walaupun Bapak belum mengatakan apa – apa kepada saya, sejak saya meminta nasihat dulu. Besok Senin, saya akan menelpon perusahaan yang kemarin saya datangi, saya akan menolak tawaran sebagai sopir disana dengan gaji UMR itu. Saya akan menjadi sopir free lance atau panggilan saja. Saya akan dengan senang hati menyopiri Bapak apabila proyek – proyek bapak mulai berjalan, mudah – mudahan dan saya doakan bisa berjalan dalam waktu dekat. Tanggal 17 Agustus hari baik pak, karena hari kemerdekaan Bangsa Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain itu saya akan memasang iklan pendek yang jitu di salah satu koran dan membuat kartu nama untuk saya edarkan di perusahaan persewaan mobil. Saya akan bekerja dua puluh hari dalam satu bulan dan sepuluh hari saya akan pulang ke desa untuk keluarga saya. Saya akan tetap tinggal di kamar lantai dua masjid untuk tetap mengurus kebersihan, adzan dan mengaji di waktu luang saya, sambil menunggu pesanan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia termangu mendengar cerita Ardi. Sebuah ekstasi untuk mengatur diri dan waktunya sendiri tanpa keterikatan 717 atau berapapun angkanya terdengar menggodam di telinganya. Sementara dia sendiri belum membuat keputusan apapun. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6187605172926160605?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6187605172926160605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6187605172926160605&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6187605172926160605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6187605172926160605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/bayang-bayang-5.html' title='BAYANG - BAYANG 5'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6937334760226874054</id><published>2008-09-08T10:07:00.003+07:00</published><updated>2008-09-24T14:04:08.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bayang - Bayang'/><title type='text'>BAYANG - BAYANG 4</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Guyuran air dingin menerpa tubuhnya yang akhir - akhir ini dirasakannya cepat lelah. Rasa syukur terus bergema dalam hatinya, setiap segarnya air dingin menerpa raganya. Dia berhenti ketika rasa penat telah berganti dengan kesegaran dan semangat baru. Gema adzan terdengar melengking dari masjid di dekat rumahnya dan bergegas dia melangkahkan kaki ke sana. Masjid merupakan rumah ke dua dimana dia merasa lebih tenang dan lapang untuk duduk berlama – lama serta merasakan kehadiran Sang Maha Damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dirasakannya sudah begitu banyak menit berlalu, sejak selesai sholat ashar tadi. Juga tidak dirasakannya bahwa tidak ada lagi orang di dalam masjid itu. Dia beranjak keluar dari masjid hendak duduk lagi sejenak di berandanya. Dia menoleh ke kanan. Kaget !. Anak bungsunya sedang duduk menunggunya di sebuah bangku panjang disisi kanan masjid sambil membawa telepon genggamnya. “Pak, waktu aku pinjam hapenya untuk main game, ada pesan masuk”, katanya polos. Diterimanya benda itu dan dibaca pesan pendek yang ada “Pak Damar, bisa ikut ketemu dengan Syarif hari Minggu, Cafe SQ, Citraland, jam 18.00. Donni”. Dia jawab “singkat, Insya Alloh, saya datang”. Lalu dicarinya Ardi di lantai dua masjid untuk minta tolong sebagai sopir ke pertemuan itu. Ardi menyampaikan mudah – mudahan bisa datang sebelum jam 18.00, karena dia paginya sudah dipesan oleh Pak Satrio untuk ke Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari minggu, pukul 14.00, dilihatnya mobil kijang parkir di rumah Pak Satrio. Alhamdulillah, berarti Ardi sudah datang dan bisa mengantarkannya sore ini. Pukul 17.00, Ardi sudah datang meminta kunci mobil dan lap kasebo. Tidak sampai satu jam mereka sudah sampai di Cafe SQ, Citraland. Donni sudah ada disana bersama beberapa orang pengunjung.  Sebagai teman lama, yang dikenalnya sejak lima tahun lebih, Donni menyambutnya dengan akrab. Donni kemudian menceritakan maksud undangannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, melanjutkan pertemuan empat tahun lalu, maka malam ini saya mengajak Pak Syarif dan Bapak untuk merealisasikannya”, Donni membuka pembicaraan. Dia terdiam. Begitu cepat waktu berlalu, empat tahun bukanlah waktu yang pendek. Rencana empat tahun lalu !. Celaka !. Orang lain punya mimpi, dia hanya punya angan – angan, kalau dia punya mimpi, tentu dia tidak akan lupa. Kalau hanya angan – angan akan mudah hilang begitu saja. Jangankan empat tahun, seminggu saja sudah bisa lupa, karena tidak ada cerita tentang rencana mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak !”, Donni agak berteriak diantara suara musik yang melantun cukup keras. Dia sadar dan mencoba memasang ekspresi antusias agar Donni melanjutkan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Empat tahun lalu, saya mengajak Bapak untuk bertemu dengan Pak Syarif dan merencanakan usaha bersama berupa lembaga pendidikan, konsultan, bookcorner, dan lainnya yang terkait dengan pengembangan kepribadian dan kepemimpinan. Sekarang waktunya untuk mewujudkannya. Pak Syarif sudah lepas dari bisnis lamanya. Dia sudah buka Cafe ini, punya banyak waktu. Saya sudah mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai direktur dan sudah membuka usaha bersama istri saya di dunia perawatan tubuh dan wajah. Tinggal Bapak saja untuk merasakan ekstasi usaha sendiri bersama kami. Saya tahu Bapak hanya sekali ketemu dengan Pak Syarif, tapi saya yakin beliau cukup respek kepada Bapak. Tidak gampang mengajak Tomi untuk bermitra dengan orang lain yang dia tidak kenal baik sebelumnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima belas menit berlalu, ditengah penjelasan Donni, Pak Syarif muncul dari arah belakang mereka. Dia baru tahu bahwa cafe itu mempunyai empat sisi yang terbuka. Pak Syarif menjabat tangannya dengan hangat dan memberikan salam persaudaraan yang kental seperti saudara yang lama tidak bertemu serta meminta Donni meneruskan ceritanya sambil memesan minuman untuk mereka bertiga.&lt;br /&gt; “Jadi sekarang kita harus segera membuat perseroan terbatas, wah pak Damar perlu puasa untuk mencari nama perusahaan kita yaa”, kata Pak Syarif bercanda ketika Donni menuntaskan ceritanya. Dia melanjutkan “sasaran, target sudah jelas, material perlu dipersiapkan, kapan kita bisa ketemu lagi untuk membuat langkah tindak lanjut dan dead linenya. Saya berharap sebelum hari raya ini kita bisa jalan, minimal soft launch – nya. Saya menunggu kabar dalam dua minggu ke depan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damar hanya termangu tidak menjawab sepatah katapun. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6937334760226874054?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6937334760226874054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6937334760226874054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6937334760226874054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6937334760226874054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/bayang-bayang-4.html' title='BAYANG - BAYANG 4'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-5000468525612507008</id><published>2008-09-08T09:55:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T14:04:08.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bayang - Bayang'/><title type='text'>BAYANG - BAYANG 3</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sabtu, pukul 07.00, setelah makan pagi dan minum beberapa tablet dari dokter untuk memulihkan kekebalan tubuhnya, dia memasuki mobilnya. Ardi sudah siap menjadi joki. Dia memberikan petunjuk jalan yang akan dilewati dan dimana mereka akan berhenti. Lalu dia pamit kepada Ardi untuk mengistirahatkan badan dan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lawang, di sebuah restoran lama, mereka berhenti. Dimintanya Ardi memesan makanan dan dia sendiri memesan secangkir kopi dan pisang rebus. Sudah hampir dua minggu dia tidak minum kopi. Dia ingat pesan temannya yang berprofesi sebagai dokter, secangkir kopi dengan takaran yang pas, baik untuk kesehatan, tapi awas untuk kamu yang lambungnya peka terhadap kafein. “Ah aku cukup sehat koq hari ini’, katanya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemaninya Ardi yang menikmati nasi goreng jawa. Sebuah panggilan melalui telepon genggamnya berdering dan dijawabnya “ Selamat pagi pak Anto, saya sudah sampai di Lawang, sampai ketemu di hotel Bapak”, katanya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ke Kota Batu, berkelak kelok, naik turun, udara begitu segar, ketika jendela mobil dibuka dan dimatikannya pendingin mobil. Ardi cukup hafal dengan alur jalanan disana karena menurut ceritanya mantan majikannya juga sering kali rapat di hotel – hotel terkenal di Batu. Sampai di sebuah tikungan, mereka berhenti sejenak, beberapa kelompok anak – anak yang sedang berkarya wisata berjalan dengan wajah ceria. Mereka menyalami setiap orang yang lewat dengan mengibarkan bendera, sambil menunjukkan tentengan berupa apel dan strowberry yang mereka petik. Akhirnya merekapun memasuki halaman Hotel Karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruang rapat yang nyaman, tanpa pendingin ruangan yang biasanya membuat perutnya kembung, dia disambut oleh Pak Anto. Dia menjabat tangan pemilik hotel itu dengan hangat dengan senyum lebar yang tulus serta menanyakan keadaan masing – masing seperti teman lama. Sebagai undangan dan baru pertama kali bertemu, dia siap mendengarkan penjelasan dari tuan rumah, pemilik hotel dengan penampilan sederhana dan bersahaja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Anto memulai ceritanya dan dia mendenagarkan dengan seksama.&lt;br /&gt;“Saya memulai usaha ini sekitar 18 tahun lalu sebagai seorang petani biasa. Saya menanam jagun disini dan setiap malam saya nglangut di ladang jagung sambil berpikir besok apa yang harus saya kerjakan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saya menatap langit yang penuh bintang sambil kaki saya tenggelam di tanah basah. Dingin malam dan serangga merupakan teman dalam desahan saya kepada Tuhan. Tahun – tahun berganti saya mulai menemukan bentuk usaha saya ini sehingga menjadi bertambah besar seiring dengan waktu berlalu. Tentu saja dengan bantuan teman – teman saya. Tidak perlu saya ceritakan bagaimana duka dan susahnya. Hal seperti itu sudah jamak dan klasik dalam cerita pengusaha sukses di negeri ini. Saya bersyukur doa saya didengar dan saya bersyukur lebih banyak karena diberi mata yang mampu melihat kesempatan dan berani mengambil kesempatan itu walaupun penuh dengan keraguan. Saya tetapkan untuk melangkah dengan langkah kecil – kecil dan seperti main – main saja. Ternyata hasilnya luar biasa. Dari sebuah bisnis main – main menjadi perlu pemikiran yang mendalam dan lebih konsisten. Saya di tengah pergulatan itu, dimana saya masih didampingi oleh teman – teman dan pegawai lama dari jaman perjuangan itu, namun saya harus menggugah mereka bahwa jaman sudah berbeda. Jaman yang memerlukan pemikiran agar kapal besar beserta awaknya ini tidak tenggelam. Saya sebagai kapten kapal menyadari bahwa selama ini kami diberkahi oleh rakhmat Tuhan yang maha kasih. Ketika tahun 1996 dan 1997, negeri ini diterpa krisis, kapal ini juga diterjang badai dan ombak besar, namun kapal ini tersapu ombak ke pinggir lalu berlayar ke tengah lagi, tidak pernah berhenti untuk melaju ke depan. Kini saya sebagai kapten perlu mengajak mereka untuk merubah arah agar tetap bertahan di tengah badai, tanpa terpinggirkan, tapi terus melaju melampaui benua demi benua. Oleh sebab itu saya memerlukan mitra untuk berpikir dan mengundang bapak ke hotel ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terkesima mendengar kisah indah itu yang disampaikan dengan cara dan kalimat lugas sederhana. Satu hal lagi, dari seorang pengusaha sukses, mengajak dia untuk menjadi mitra kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu ditutup dengan kesepakatan agar dia mengirim proposal singkat dan akan dipelajari oleh Pak Anto. Dia bertekad untuk mengirim proposal secepatnya, masalah diterima atau tidak adalah soal lain. Satu tanya yang membelit benaknya dengan cepat adalah angka - angka rupiah sebagai imbalan jasa selalu merupakan sebuah pergulatan batin, antara ekstasi dan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan rintik di siang hari tipikal cuaca dataran tinggi mengiringi kepulangannya. Sepanjang jalan dia merenung dan merangkai semua kejadian yang dialami dalam tiga hari ini. Begitu cepat semuanya terjadi. Pekerjaan, Boss, Sakit, Interview, Proposal. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak dipedulikannya Ardi, keduanya beku dalam pikiran masing – masing. Sayup – sayup dengan mata setengah terpejam, dia mendengar Ardi menerima telpon dari putranya yang ada di desa, dalam perjalanan pulang, dia dengan semangat menceritakan pekerjaan barunya dalam seminggu ini sebagai sopir panggilan dan menyampaikan kepada istrinya agar tidak gelisah mengenai diri dan pekerjaannya. Ardi meminta istrinya untuk membelikan tas dan sepatu sebagai hadiah ulang tahun putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ardi mengembalikan mobilnya dalam keadaan bersih dan mengkilat. Dia menyampaikan amplop ke dua kepada Ardi. Ardi menerima amplop itu dengan senyum lebar dengan ucapan terima kasih. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-5000468525612507008?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/5000468525612507008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=5000468525612507008&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5000468525612507008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5000468525612507008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/bayang-bayang-3.html' title='BAYANG - BAYANG 3'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-7140655092637805581</id><published>2008-09-08T09:37:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T14:04:08.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bayang - Bayang'/><title type='text'>BAYANG - BAYANG 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di beranda masjid dia duduk sebentar dan tiba – tiba seseorang duduk di sebelahnya, Ardi.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, wah kok tumben pak Damar siang – siang sudah pulang, biasanya khan nunggu hari gelap”.&lt;br /&gt;“emang Batman?”, katanya dalam hati secara cepat. “Wa’alaikumsalam, mas, iya lagi agak gak enak badan, ijin tidak masuk kerja sudah dua hari ini”.&lt;br /&gt;“Saya ada masalah pak, butuh nasihat nih” kata Ardi lagi.&lt;br /&gt;“Bisa cerita, keadaannya bagaimana, kok sudah disebut masalah”, jawabnya sambil menyandarkan tubuhnya di pilar masjid dan dirapatkannya jaket hijaunya.&lt;br /&gt;“Saya baru saja keluar dari tempat kerja saya. Sudah hampir dua tahun saya tahan – tahan dan berharap suasanan akan berubah, tetapi ternyata tetap saja, sehingga saya putuskan untuk tidak bekerja disana lagi. Sekarang saya sedang mencari tempat baru untuk menjadi sopir” Ardi memulai ceritanya.&lt;br /&gt;“Di awal tahun 2008, saya menelpon mantan atasan saya di perusahaan media dulu dan menyatakan keinginan saya untuk pindah kerja, mungkin beliau bisa menampung saya di perusahaannya, karena saya mendengar beliau sudah buka usahan sendiri yang cukup besar”, katanya. “saya diminta datang ke rumahnya dan kami melepaskan kangen serta bernostalgia tentang masa kerja bersama dulu. Pertemuan itu diakhiri dengan janji untuk bertemu lagi dua minggu kemudian’, ada ketegaran hati di sela suara parau Ardi.&lt;br /&gt;Ardi melanjutkan ceritanya, tampak bebannya sudah semakin berkurang. “saya menangkapnya bahwa dua minggu lagi saya akan diterima di perusahaan beliau, maka saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya saat itu, ternyata setelah dua minggu, beliau menyampaikan masih harus berbicara dengan kepala personalia, walaupun itu perusahaan miliknya, semuanya harus sesuai dengan prosedur yang digariskan perusahaan”.&lt;br /&gt;“wah, sekarang saya tahu kenapa ini mas sebut masalah”, katanya.&lt;br /&gt;“Oh bukan masalah saya kehilangan pekerjaan, karena memang sudah saya niatkan harus keluar dari tempat kerja yang lama dan sayapun tidak sakit hati kepada mantan atasan saya di perusahaan media itu. Yang jadi masalah buat saya adalah bagaimana saya mendapatkan pekerjaan baru sekarang ini, saya butuh nasihat pak Damar”, kata Ardi datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Ardi, nanti saya minta tolong mas menyetir kendaraan saya, jam 18.00. Saya tunggu di rumah yaa”, katanya datar tanpa menunggu jawaban .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 18.30, dia sudah sampai di hotel Mercure ditemani oleh Ardi yang diajaknya masuk ke lobi hotel. Beberapa pegawai penerima tamu di pintu hotel mengenali Ardi dan menyapanya. Ardi bercerita sebentar kalau dia juga sering mengantarkan mantan majikannya rapat di hotel ini. Percakapan terputus karena Mr. Khan datang dan mengajaknya ke sebuah ruang kecil yang disewanya di hotel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka duduk berhadap – hadapan dan mulai pembicaraan sekitar pengalaman dan posisi yang ditawarkan oleh PT. Sejahtera kepadanya. Dikeluarkan dan dihidupkannya notebooknya, dipresentasikannya beberapa slides kepada Mr. Khan dengan penjelasan yang lancar, sehingga perbincangan menjadi hidup. Kemudian mereka mengakhiri pertemuan itu di coffee lounge dengan alunan musik lembut. Pukul 21.30 mereka berpisah dengan kata – kata hormat untuk saling mempertimbangkan hasil pertemuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan menuju halaman parkir hotel, dia bercerita kepada Ardi tentang garis besar tujuan pertemuan dengan Mr. Khan. Sebuah pesan pendek masuk ke telepon genggamnya dan dibacanya “mohon dengan hormat, untuk menjadwalkan kembali pertemuan dengan Bapak Anto, pemilik Karunia Group, Sabtu, 8 Januari, jam 10.00 di Hotel Karunia, Batu”. Dijawabnya dengan singkat “Baik. Terima kasih atas undangannya. Sampai ketemu sesuai jadwal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dirumahnya,  Dia mengatakan “Nanti hari Sabtu lusa, tolong Mas Ardi bantu saya menyetir lagi ke Batu ya”, sambil memberikan amplop kecil yang telah disiapkannya tadi sore. Ardi agak segan menerima amplop itu, tapi dia memaksa Ardi untuk menerimanya. Hujan sudah turun rintik ditimpa angin dingin menyebabkan mereka yang di udara terbuka ingin segera masuk ke rumah dan merekapun berpisah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masuk ke rumahnya yang diterangi temaram sinar lampu. Sepi. Diapun mengambil air wudhu dan bersujud. Akhirnya selesai sudah hari ini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-7140655092637805581?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/7140655092637805581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=7140655092637805581&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7140655092637805581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7140655092637805581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/bayang-bayang-2.html' title='BAYANG - BAYANG 2'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-1836677509389198073</id><published>2008-09-08T09:18:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T14:03:18.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bayang - Bayang'/><title type='text'>BAYANG - BAYANG I</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tubuh yang payah didera usia di pertengahan empat puluhan. Berbaring dalam keengganan, karena biasanya dia dibalut oleh sekian jadwal yang sudah terencana. Agenda di kalendar komputernya berkelap kelip hanmpir setiap jam mengingatkan rapat dan acara selanjutnya yang harus didatangi. Bak artis dan politisi saja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Baru saja matanya dikatupkan, sebuah panggilan berdering di telepon genggamnya.&lt;br /&gt;“Selamat siang, dengan Pak Damar ?’, suara lembut terdengar di seberang.&lt;br /&gt;Dijawabnya suara lembut dengan tidak kalah lembutnya “ selamat siang, betul ibu, dengan siapa ya ? apa yang bisa saya bantu ?”.&lt;br /&gt;“Saya, ainur dari PT. Sejahtera, Mr. Khan, direktur saya ingin bertemu dengan Bapak”. Dia masih diam menunggu kalimat selanjutnya sambil berpikir tentang PT. Sejahtera.&lt;br /&gt;“di Hotel Mercure, jam 19.00, apa bapak bersedia datang?”.&lt;br /&gt;Dia menjawab hati – hati “Ini tentang apa ya?.&lt;br /&gt;”Kami membaca cv bapak melalui salah satu provider bursa kerja dan kami tertarik untuk mengenal pak Damar lebih jauh” sambung suara di sana.&lt;br /&gt;“Wah, terima kasih banyak ibu Ainur dan sampaikan salam saya bahwa saya akan datang menemui beliau di Hotel Mercure”. Jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak jadi membaringkan tubuhnya, bergegas ke ruang kerjanya dan disambungnya internet untuk mencari keterangan tentang PT. Sejahtera. Disimpannya profile perusahaan itu ke dalam notebooknya dan dibacanya dengan seksama. Lalu dia kembali mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa dan terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan dhuhur membangunkannya. Dia pelan – pelan bangun dan ke kamar mandi. Pelan – pelan mengguyur tubuhnya dengan air dingin, mencoba mencari kesegaran dan membuang semua penat yang hilang. Sejurus kemudian dia telah berada di dalam masjid berbaur bersama beberapa orang yang sudah disana. Dua puluh lima menit berlalu sudah. Selesai bertafakur dia keluar ke beranda masjid. Begitu nyamannya siang itu, angin semilir sejuk, langit biru ditimpa mendung kelabu. Beberapa salesman yang sedang melintas di perjalanan, sedang melepaskan lelah setelah sholat di masjid sedang asyik melihat catatannya. Pak Satrio, tetangganya yang berprofesi sebagai kontraktor, baru saja menjemput putrinya sekolah, memarkir mobilnya di halaman masjid. Di kejauhan beberapa tukang bangunan melepaskan lelah di bawah pohon mangga sambil menikmati makan siangnya. Suasana yang jarang dia lihat dan rasakan karena kehidupan 717 (berangkat jam 07.00 pulang jam 17.00) . Damai. Ada sebuah harapan di hatinya, “ kenapa tidak aku coba ubah jadwal kerja menjadi 915, ya?. Toh jumlahnya juga 15 ?. ha ha ha ... dasar ilmu gathuk, kata orang jawa. Dia tertawa sendiri dalam hati ketika ingat akan ada pertemuan yang membicarakan 717 nanti malam. Dia sudah tahu dan yakin apa yang harus dikatakannya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-1836677509389198073?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/1836677509389198073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=1836677509389198073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1836677509389198073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1836677509389198073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/bayang-bayang-i.html' title='BAYANG - BAYANG I'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-2436729765283898301</id><published>2008-09-08T09:03:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:06:09.416+07:00</updated><title type='text'>BUMERANG</title><content type='html'>Bumerang !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Iedul Adha aku kehilangan gairah untuk menulis. Kadang di kantor, di kampung atau di rumah, aku hanya berjalan kesana kemari tidak tentu arah. Para kolegaku sering mengatakan aku seperti orang bingung. Sebagian mengatakan aku tegang, stress ataupun kata lain yang artinya semacam itu. Aku berada dalam tekanan. Semua pernyataan yang pernah aku lontarkan sekarang berbalik menjadi pertanyaan kepada diriku sendiri. Pernyataan – pernyataan itu sekarang membutuhkan jawaban dan tindakan nyata, kalau tidak, maka aku pantas tergolong orang yang munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan satu : hanya ada dua hal tentang pekerjaan dan lingkungan kerja, jika engkau menghadapi pekerjaan dan lingkungan kerja, termasuk bos dan rekan yang tidak menyenangkan, maka kalau masih takut kehilangan pekerjaanmu saat ini, maka hiduplah dengan mereka dengan tulus, terima keadaan sebagaimana mestinya, seperti iklan tv : live with it. Jangan melaksanakan semua itu dengan terpaksa, tertekan, ngedumel atau menjadi orang yang paling sengsara sedunia. Jika engkau tidak bisa menerima keadaan itu, maka tinggalkanlah, carilah lingkungan yang seperti engkau butuhkan. Tanggalkan rasa kawatir dan kecemasanmu, karena hal seperti itu bukanlah suara kalbu yang bening. Kalbumu selalu percaya kepada sang maha berkehendak. Kehendaknya sudah terpatrikan secara nyata bahwa sang maha memelihara telah memberikan segala kebutuhan untuk setiap makhluk yang melata di bumi, tanpa satupun yang terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan dua : Semua yang datang kepadamu adalah rakhmat, baik yang disebut musibah atau kesenangan. Tinggal bagaimana menyikapinya sebagai orang dewasa yang punya akal dan iman. Kadang aku tidak bisa membedakan akal dan nafsu. Semua kesakitan dan hal yang tidak menyenangkan badanku, aku anggap sebagai tidak masuk akal. Rasanya semua sudah dikerjakan dengan baik, tetapi koq dapatnya hal yang seperti ini misalnya sakit typhus, sakit lambung, disalah – salahin sama atasan, dibilang tidak peduli dan kurang mendukung sama kolega, dibilang kurang tegas, tidak berprestasi, meresikokan kenyamanan keluarga, kurang bangun malam, dan seabreg kata kurang. Padahal ya sudah mencoba melakukan semua dengan seksama, makan teratur, kerjaan dilaksanakan dengan sedekat mungkin sesuai aturan main atasan, jalankan kebijakan perusahaan dengan lurus dan demikian juga bagi waktu untuk keluarga dengan lebih banyak. Ketika semua yang aku anggap sudah benar, ternyata tidak memuaskan orang lain, aku tidak terima. Aku meradang. Aku berlari kepada akal. Akal mengatakan ilmumu seperti tetesan air di jari dari seluruh lautan yang ada di dunia. Engkau belum mengerti sahabatku. Aku berlari kepada kalbu. Dia tenang. Kalbuku mengatakan bukankah lisanmu pernah mengatakan semua adalah rakhmat. Kalau engkau tidak bisa menerima sebagai rakhmat, dimana letaknya iman. Bukankah segala urusan akan kembali kepada sang maha berkehendak. Berbaik sangkalah. Abaikan nafsu, karena dia adalah sumber ketidak pernah puasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tiga : Semua dimulai dari mimpi. Mimpi bukan angan – angan. Mimpi berteman dengan tekad untuk berani mewujudkannya menjadi kenyataan. Sementara angan – angan, tetap di awang – awang, karena perwujudannya menunggu bintang jatuh, tidak ada tindakan. Aku punya selangit harapan, resolusi, mimpi, rencana, hitungan – hitungan dan takut resiko untuk mewujudkannya. Resiko identik dengan kehilangan kenyamanan saat ini. Tahun – tahun lalu aku sempat berdiri beberapa kali di depan kelas para mahasiswa, calon sarjana, atau para pemimpin muda usia. Aku berdiri dengan percaya diri yang besar, senyum dengan bibir dua senti kekanan ke kiri, bicara lantang tentang merajut masa depan, berbicara tentan “Menjadi Pemimpin Abad 21”. Mengakhiri presentasi dengan kalimat yang dalam : “hidup memerlukan keberanian untuk merubah diri menjadi seseorang yang kita gambarkan sendiri di masa depan, sometime from nobody to somebody, dan keberanian adalah mengangkat satu kaki ke depan dan mengajak kaki lain dua langkah dan seterusnya. Bermimpilah dan beranilah mewujudkan impianmu”. Ternyata aku sendiri terperangkap dalam zona kenyamanan yang tidak nyaman. Kenyamananku sesungguhnya adalah berdiri di depan kelas, bukan duduk di belakang meja rapat dan mengatakan “ya”.  Seharusnya akulah yang selalu meminta dan mendapatkan kata “ya” bukan mereka, para atasan. Sebaliknya aku berikan kata “ya” kepada para fakir miskin, yatim piatu dan orang yang lebih terpuruk kondisi duniawinya. Aneh aku masih tetap disitu di zona ketidak nyamanan, menyalahi hukum alam, padahal manusia selalu ingin keluar dari zona ketidak nyamanan dan ingin berlama – lama di zona kenyamanan. Koq aku berbuat sebaliknya. Mungkin aku ini jenis manusia aneh, seperti kata orang – orang dekat aku selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku jawab dan putuskan sebuah permohonan jauhkan aku dari golongan orang yang munafik. Aku memutuskan melangkah mewujudkan mimpiku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-2436729765283898301?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/2436729765283898301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=2436729765283898301&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2436729765283898301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2436729765283898301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/bumerang.html' title='BUMERANG'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3677035376525606811</id><published>2008-09-08T08:54:00.001+07:00</published><updated>2008-09-08T08:56:38.333+07:00</updated><title type='text'>Tantangan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pagi ini aku terkesima melihat sebuah foto terpampang jelas, mentereng dan keren di sebuah harian surat kabar. Wajah yang sangat aku kenal. Penasaran menggodaku untuk meneruskan membaca kolom demi kolom. Isinya sama persis seperti yang telah aku tebak sebelumnya. Aku terkejut, ada rasa “tidak nyaman” walau sekejap, ucapan istighfar menerobos dari hati ke mulutku. Stimulus itu terhenti disana. Response yang keluar juga cukup mengejutkanku, kalimat – kalimat syukur terucap dengan segala ketulusan rasa. Kalimat lembut berbisik menyejukkan dada bahwa sesungguhnya Dia memberikan nikmat dan ujian kepada siapa saja yang dia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat hidup haruslah diukur dari keimanan dan ahsanu amalan. Amalan – amalan yang iksan, tidak peduli dalam ruang lingkup dan konteks kehidupan apapun. Jika tidak kehidupan akan menjadi sempit seperti yang telah pernah ditunjukkan dalam contoh – contoh sejarah, termasuk sejarah diriku sendiri. Hidup yang dilingkupi oleh kecemasan, kerisauan, kebingungan,  keluh kesah, ketakutan dan kegoncangan pikiran. Uang dan Harta benda menjelma menjadi siksaan, pangkat dan jabatan berubah menjadi fitnah dan keluargapun menjadi musibah. Sungguh kalimat – kalimat Allah SWT benar adanya, sayang aku tidak mengenalnya di masa – masa itu.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4798334377316358738#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari dan bulan berganti. Ternyata sungguh menakjubkan cahaya – cahaya yang membasuh seluruh jiwa dan raga. Tak ada lagi kecemasan yang menghantui. Mudah – mudahan ini akan menjadi cemeti hidup dan dijadikan (KUN) langgeng menjadi bagian takdirku. Kekayaan untuk dinafkahkan mencari keridhoan Robbnya dan sarana ibadah sebagai tanda cinta kepadaNya. Kemiskinan dan kesulitan bukan tanda untuk mencegah kecintaan dan mencelanya. Melainkan dorongan untuk senantiasa bersyukur bahwa diriku dihindarkan dari fitnah atas harta itu. Kesehatan dan kekuatan tubuh merupakan modal untuk bersimpuh dan bangun siang malam untuk memujiNya, sementara sakit merupakan modal untuk bermanja – manja denganNya karena keyakinan bahwa sakit menjadi penghapus kesalahan, penyucian dosa dan pembersih jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba terus belajar hidup diantara syukur dan sabar, diantara ampunan dan kesyukuran, musibah dan kejayaan sama saja, miskin, kaya, sehat, sakit, senang, susah adalah kontinum yang tidak perlu ada lagi. Yaa Rabb, aku ridho atas ketentuanMu, tunduk pasrah pada titahMu. Berikan keyakinan yang dalam bahwa ketentuanMu adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup, seorang alim berkata, “sampai kini umurku telah menginjak empat puluh tahun. Selama itu sedikitpun aku tak pernah membenci ketentuan Allah. Demi Dzat yang membentangkan langit tanpa tiang, aku tidak peduli ketentuan apa yang akan turun. Jika itu adalah kesenangan, maka aku iringi dengan syukur dan jika itu adalah kesusahan, aku iringi dengan sabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh berat tantangan hidup orang yang ingin mencapai gelar mukmin, bukan ?. Jangan putus asa, istighfar karena para nabipun melakukannya, Bersyukur lebih banyak, karena rasul kita bersyukur sampai lututnya bengkak, tahan amarah, tersenyumlah karena engkau meneladani sifat Assobur, digunjing berbahagialah, karena dirimu semakin mulia dihadapanNya, keangkuhan hadapi dengan tegar dan yakin bahwa Allah selalu ada melihat dan menjagamu, sungguh tidak pantan manusia memaki baju Allah Ad Dzar (maha sombong)..&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4798334377316358738#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; At Thaha 124 &amp;amp; At Taubah 85)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3677035376525606811?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3677035376525606811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3677035376525606811&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3677035376525606811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3677035376525606811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2008/09/tantangan.html' title='Tantangan'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4906134926998456529</id><published>2007-12-22T10:03:00.002+07:00</published><updated>2008-08-01T13:12:54.098+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Surat - Surat Pendek ... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi ini kaget juga, sebuah pesan dari seorang teman lama "... selamat menyongsong tahun 2008 dengan harapan baru, jangan pernah menyesali kegagalan dan semua yang sudah terlewat di belakangmu...".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ha ha ha ... aku tertawa sendiri, mengenang hari hari di belakangku dan aku harus menulis sebuah pesan elektronik kepada teman - temanku semuanya :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demi matahari dan sinarnya di pagi hari ini. Demi jiwa yang telah disempurnakanNya. Tidak pernah ada penyesalan untuk segala perjalanan yang sudah sampai di pengujung tahun ini. Tidak pernah ada keraguan untuk melangkah disamping langkah kecilmu disini agar kau mampu berbuat yang terbaik dalam hidupmu. Mungkin maaf yang besar yang harus dimintakan kepadamu, karena banyak hal yang mungkin membuatmu jadi tidak nyaman, gusar dan menyesak karena kata - kata yang meluncur demikian keras. Mohon maaf, semua itu semata karena aku ingin engkau tumbuh besar dan mengerti mengenai arti dirimu dan kehidupanmu kelak, bukan hanya senyum dan tawa di pagi hari atau ketika senja menyelimuti malam. Percayalah tidak akan pernah ada "penyesalan" itu, karena aku ada disini juga bukan karena aku. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4906134926998456529?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4906134926998456529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4906134926998456529&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4906134926998456529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4906134926998456529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/surat-surat-pendek.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6913197493094231047</id><published>2007-12-18T21:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T22:15:38.012+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Adha</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;Ketika kelas 2 SMA, diakhir tahun 1980, saya pernah melakukan perjalanan ala "backpackers" ke Bandung dan sekitarnya .... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Suasana akhir tahun di tengah hujan rintik dan bersihnya udara di daera dago dan ITB, lalu perjalanan balik ke Surabaya melewati&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;Jogja dengan kampus biru dengan untaian cemara dan warung nasi pecel di fakultas filsafat yg hanya ratusan rupiah ...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;menghadirkan suasana aestetik romantic ... kemabukan tingkat pertama (ini sebutan kelas sekolah sufisme) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;1984, Empat tahun kemudian, De Javu, saya melihat hal yang sama, di hamparan depan saya adalah kebun teh yang luas, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;sementara saya berjalan di sela sela pohon pinus, di lembah pinus PACET, sambil menemani anak didik saya mencari buah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;pinus yang bisa dijual untuk penghias pohon natal....&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;1988, Empat tahun kemudian, De Javu, saya menikmati suasana akhir tahun dengan melakukan perjalanan panjang dari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;terminal pula gadung pkl. 14.00 - banyuputih (pemalang) - karena bus mogok jam 03.00 - naik bus ke semarang pkl 05.00 - ke surabaya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;pkl. 14.00 sampai di Tuban - Naik Angkot Pengangkut Ikan dari TPI ke Gresik sampai pkl. 16.00 - terus sampai surabaya pkl. 18.00....&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;1992, empat tahun kemudian, De Javu, saya menikmati suasana akhir tahun dengan gunungan salju, Blitzard, badai salju yang datang 60 tahun&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;sekali melandai Negara Bagian New England (Boston),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya berjalan di antara tumpukan es di jalan - jalan dan pohon terbalut salju putih ...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;kemudian suasana ini menjadi intens hadir setiap tahun dengan settingnya yang berbeda, yang sama adalah suasana hati, teriakan untuk beresolusi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;namun kini dengan cita rasa yang berbeda yakni sebuah keyakinan (di tengah keharu biruan ketika memandang cemara, langit, bintang, bulan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;penjual kambing qurban, wanita2 cantik di CITOS (kemarin), anak anak muda tampan di Starbucks Thamrin (kemarin saya ingat masa muda saya dulu) .... keyakinan bahwa :&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; color: rgb(0, 0, 224);" lang="EN-GB"&gt;wahuwa ma'akum ainamaa kuntum&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; color: rgb(0, 0, 224);" lang="EN-GB"&gt;DIA bersamamu dimanapun kamu berada - (AL HADID 4)... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; color: rgb(0, 0, 224);" lang="EN-GB"&gt;Mudah2an ini suasana ini juga membawa arti tentang MengagungkanNYA bahwa Hanya ENgkau yang penting, shingga aku melihatMU dimana - mana ... diwajahmu juga &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75pt; line-height: 12pt; page-break-after: avoid; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;Mohon Maaf Lahir dan Batin..&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6913197493094231047?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6913197493094231047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6913197493094231047&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6913197493094231047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6913197493094231047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/selamat-hari-raya-idul-adha.html' title='Selamat Hari Raya Idul Adha'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-8778310276940959299</id><published>2007-12-11T16:27:00.000+07:00</published><updated>2007-12-13T15:09:26.660+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sujudku&lt;br /&gt;Setiap saat ... / Ketuk hati ini dengan satu rindu / Cium kening ini dengan satu cinta / Masukkan dalam sukma ini satu kalimat saja :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya AKU dekat dan AKU tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian"&lt;br /&gt;agar kalbu ini selalu tentram hari ini dan esok nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lilin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku selalu menjadi teman yang menerangimu ketika gelap datang / Walaupun terpisah oleh waktu, ruang dan jarak / Ijinkan hatimu selalu menyapaku ketika kesuntukan datang&lt;br /&gt;Ijinkan hatimu untuk memanggilku walaupun kelak kau putuskan untuk terus / melangkah tanpa aku / Ijinkan aku seterang lilin ini menerangi jalanmu di masa datang ketika akupun tiada / Robbana ... allohumma anta robbi ... laa ilah hailla anta kholaqtani ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu Pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani ... lihatlah mendung yang menggelantung / di langit sana kita tak tahu ada siapa&lt;br /&gt;yakin sajalah bahwa seluruh alam dan para malaikat /sedang bertasbih memuji Tuhannya&lt;br /&gt;mari kita hentikan sejenak seluruh gerak pikir kita / berjalan saja langkah kecil kita ini sambil katakan dengan pelahan : "Robbi ijinkan aku bertasbih bersama mereka ... dengan cinta dan kerinduan selalu kepadaMU, ijinkanlah kami menjadi bagian dari Majelis dzikirMu. Ijinkan kami terus memuji Rasulmu dan menjadi bagian dari majelis beliau kelak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapar nih ....&lt;br /&gt;Segala cinta hanya untukMU, semoga dalam kisah ini terdapat azzam dan petunjukMu.&lt;br /&gt;Segala pinta hanyalah cintaMU, tak peduli kauputuskan apa untukku, asal aku dapatkan cintaMU.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-8778310276940959299?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/8778310276940959299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=8778310276940959299&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8778310276940959299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8778310276940959299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/sujudku-setiap-saat.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-207132185391182582</id><published>2007-12-10T10:52:00.000+07:00</published><updated>2007-12-13T15:03:56.292+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Karena aku harus pulang ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Kurasakan sinar hangat dari matamu lalu kuakui sebagai cinta. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Kuhampiri engkau setiap waktu dan kukatakan engkaulah matahari. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Salah satu anugerah terindah dalam hidup ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Rasanya cahayamu menjadi penuntun dan penyemangat hari. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Lalu aku meleleh tak berbentuk menurutkan inginmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Tahun berlari sedemikian rupa, asaku masih tak pernah berubah. doa - doa ku demikian pula (&lt;em&gt;suatu hari kita akan berjalan bersama seperti cahaya yang pernah kulihat dulu ...)&lt;/em&gt;. Tapi kemudian aku makin hilang diri tanpa arah. Bertahun tahun aku mensugesti tubuhku untuk tetap tegak berdiri. Mampu terus menyeret kakiku yang terantai oleh kehendakmu. aku coba pahami bahwa semua itu sudah ditentukan bagaikan matahari dan bulan dalam orbitNYA. Jika tidak, maka usai sudah dunia ini. Jadi aku terus melangkah dalam lorong - lorong yang melelahkan karena kurasakan antara hasrat dan tindakan terpisah jauh. Lalu aku temukan sedikit demi sedikit cahaya dalam jalanan sempit yang kulalui. Aku tahu t&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;ubuhku mulai melemah,  menua,  sementara itu jiwaku mulai tak kenal ragu untuk mengembara mencari jati wangi, dusun asalnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Dusun itu juga akan menjadi tempatku kembali kelak karena disanalah dulu segala sesuatu pernah dimulai. Ketika jiwa menetapkan niat berjalan di lintasan jalan ke dusun itu, maka dia tidak pernah lagi tersiksa oleh keadaan. Derita atau suka, kaya atau miskin, manis atau hambar, bukanlah satu keadaan yang harus dipertentangkan, karena dia sudah tidak menduakan apapun. Jiwa yang tenang sudah rela atas semua ketentuan pemiliknya. Aku sudah tidak tersiksa lagi sebab apapun kehendak jiwa yang tenang merupakan kehendakku. Mudah mudahan engkau mengerti tentang sebait kalimat kalimat ini. Aku dan engkau akan bertanggung jawab atas pilihan - pilihan kita, bukan &lt;span style="color:#000000;"&gt;pilihanku &lt;/span&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;pilihanmu&lt;/span&gt;. Mohon dimaafkan bila kalimat ini menyakitkanmu, bagaimanapun aku harus melakukannya, bukan berarti aku tidak lagi seperti dulu. Aku harus mengatakan bahwa telah kutemukan DIA adalah segalanya saat ini dan nanti. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-207132185391182582?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/207132185391182582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=207132185391182582&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/207132185391182582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/207132185391182582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/karena-aku-harus-pulang.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-1453261546207970835</id><published>2007-12-07T16:10:00.002+07:00</published><updated>2008-08-01T13:18:26.916+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhlas&lt;br /&gt;Hari ini, tanggal 17 Oktober 2007, hari ke lima di bulan syawal. Aku baru saja sholat Isya di Sabilul Muhtadin, sudah banyak jama’ah yang kembali ke masjid. Lima shaft penuh malam ini, hampir separoh kapasitas masjid. Setelah selesai bersalaman, aku menyempatkan diri berkeliling ke tetangga di sekitar masjid,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Dwi yang baru datang dari Ponorogo bercerita tentang kemacetan yang dialaminya selama dua belas jam pada saat hari minggu kemarin. “serba susah pak, kaca mobil dibuka panas matahari menyengat, tapi kalau kaca ditutup dan AC harus dinyalakan, temperatur mesin naik, kalau overheating bisa mogon di tengan kemacetan” katanya. “Akhirnya saya harus pandai – pandai mencari jalan pintas, walaupun jauh dan sampai di rumah sudah jam 21.00, pas dua belas jam perjalanan”, lanjutnya. “wah capek sekali dong pak, tapi sehabis itu banyak ketemu teman – teman semasa kecil, khan jadi hilang capeknya” balasku. “Wah sekarang sudah berbeda sekali, tidak banyak teman saya yang pulang. Saya merasa lucu, ketika menapak tilas, makanan – makanan yang dulu saya anggap istimewa waktu kecil, karena harganya yang tidak terjangkau oleh kemiskinan keluarga, ternyata makanan yang dulu sangat mewah di lidah, kok jadi tidak seenak dulu yaa”, katanya sambil tertawa. Heem, berarti keterbatasan dan kesempitan menyebabkan sesuatu menjadi luar biasa rasanya. Hal ini bisa diterjemahkan macam – macam J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketemu dengan Pak Aris, yang bekerja di kantor pemerintah, baru datang dari Klaten dan Kediri. “Wah saya kerasan banget di Klaten, hawanya sejuk dan tidak banyak beban pikiran, bahkan uang ribuan masih laku disana, sego pecel rong ewu limang atus wes enak banget, pak”, katanya. “sudah pesan tempat untuk pensiun pak”, candaku. “wah kalau itu belum kepikir yaa, walaupun lima hari disana masih kurang rasanya, tidak ada macet, tidak ada perintah – perintah atasan, tidak ada politik, wes pokok’e merdeka”, balasnya. Heem, sebetulnya suasana desa atau pikiran yang menyebabkan rasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan terus dan mampir di Keluarga Bagus. Menyalami Ibunya terasa lembut dan dingin tangan orang tua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, saya mengucapkan terima kasih yang banyak, Bagus banyak cerita tentang Mas”, katanya lembut. Aku tersenyum dan diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bersyukur akhirnya anak – anak saya semuanya kembali kepada saya dan tuhan sejak adanya masjid ini. Waktu sepuluh tahun lalu, ketika masih musholla, hampir setiap malam saya minta mereka sholat kalau adzan terdengar, tapi tidak ada satupun yang berangkat kesana, saya berjalan sendirian”, Lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah bu, saya malah mohon maaf atas nama takmir, karena ibu dan keluarga sudah banyak terganggu oleh suara tarkim yang keras di saat subuh”, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh mboten, mboten nopo – nopo, saya harus berterima kasih malahan. Dua tahun lalu ketika mas kesini untuk meminta persetujuan membeli sebagian tanah saya dan sayapun berkesempatan melaksanakan amanah orang tua saya untuk mewakafkan tanah beliau apabila kelak musholla dibangun menjadi masjid, banyak barokah yang saya terima”, balasnya panjang. Aku terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ibu tua ini melanjutkan “hasil penjualan tanah itu ditambahi oleh anak – anak saya untuk memberangkatkan saya ke Mekah, munggah kaji mas, saya waktu itu sudah tidak bisa melihat, saya hampir buta. Setelah cek kesehatan dan dengan perawatan medis, saya mulai bisa melihat walaupun sangat kabur. Setiap malam saya sholat tahajud di masjid ini sampai menjelang berangkan haji dan ketika sampai di Mekah, berangsur – angsur penglihatan saya pulih sampai sekarang”, katanya tersendat – sendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, saya malah baru dengan cerita ini, bu. Sekarang sehat – sehat saja khan bu”, kataku sekenanya, masih terbawa perasaan oleh ceritanya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sehat sekali mas, dan yang paling membuat saya bertambah sehat, anak – anak saya langsung ke masjid begitu adzan berkumandang, tidak peduli subuh yang dingin atau maghrib di saat sinetron Soleha lagi rame – ramenya”, katanya sambil tertawa renyah. “yang paling penting, Bagus, anak laki – laki bungsu saya, ini sudah semakin membaik keadaan batinnya sejak perceraiannya dulu. Sudah tidak pulang tengah malam dan mabuk lagi. Sudah tidak main kesana kemari yang banyak mudharatnya”, suaranya haru. Aku melirik ke sebelah kanan dalam, Bagus duduk di belakang ibunya sambil berlinangan airmata walaupun tidak bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya Gusti Alloh ngersakke sak meniko, kulo sampun ikhlas mas, saya berangkat sekarang juga ditengah suasana yang sudah baik kembali ini. Semua anak – anak sudah kembali, Mas Haris tahun ini juga berangkat Haji, mudah – mudahan adik – adiknya punya kesempatan yang sama di tahun berikutnya. Saya sudah Ikhlas”, Lanjutnya lalu terdiam. Akupun mohon pamit agar suasana tidak semakin larut dalam kesenduan. Heem sebetulnya hidayah memang MilikMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu sekali lagi menyampaikan terima kasih dengan tulus. Bagus mengantarkan aku sampai di luar rumah dan menyampaikan terima kasih. Ketika dia memelukku, dia menyampaikan bahwa anak – anaknya sudah kembali kepadanya. Aku tidak begitu mengerti maksudnya dan sambil memeluknya aku mereka – reka apa arti kalimatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, tadi mantan istri saya menelepon bahwa anak – anak agar dikembalikan kepadanya malam ini, tapi karena saya ditunggu dan diminta mengantarkan anak – anak ke rumah temannya, bukan ke rumahnya, saya tidak jadi mengantarkan. Saya menebak bahwa dia di rumah temannya dengan pacarnya itu, agar saya sakit hati melihat mereka berdua disana”, katanya. Aku tidak menyahut dan menantikan kalimat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Putri saya mendengar obrolan kami di telepon yang agak keras dan ketika saya menutup telepon, putri saya berkata ‘Ayah, aku ikhlas koq ibu menikah lagi dengan bapak itu, jadi ayah juga harus ikhlas, mungkin bukan rejekinya ayah. aku tidak bangga naik mobil bapak itu, malah aku lebih senang naik motor sama ayah, walaupun kepanasan, Jadi ayah tidak usah sedih, yang ikhlas saja, besok biar isah diantar ayah saja kembali ke pondok, tidak usah merepotkan ibu’. Saya menangis pak, ketakutan saya bahwa saya akan kehilangan anak – anak saya, karena kondisi yang terpuruk ini ternyata tidak terjadi”, katanya sambil terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah mas, tidak ada kata yang lebih baik, kecuali Alhamdulillah dan innalillahi wa innailaihi roji’un, yang penting segera bangkit karena anak – anak membutuhkan sampeyan”, kataku tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Besok saya akan menemui mas Haris untuk minta diberi kesempatan menjalankan usahanya yang dulu pernah dibangkrutkan sepupu saya, khan mesin – mesinnya masih layak dioperasikan, mudah – mudahan saya bisa memperbaiki kondisi ini. Mohon doa restunya pak”, Katanya sambil menjabat tanganku. Heem Engkau selalu ada untuk hambaMU yang kembali kepadaMU.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-1453261546207970835?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/1453261546207970835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=1453261546207970835&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1453261546207970835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1453261546207970835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/ikhlas-hari-ini-tanggal-17-oktober-2007.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6513851929885195973</id><published>2007-12-07T13:21:00.001+07:00</published><updated>2007-12-12T19:55:13.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'>Amanah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di hari kedua lebaran, sudah hampir 126 sms masuk ke nomor ponselku. Aku belum membalasnya satupun. Pagi ini sebelum berangkat unjung – unjung (silahturami waktu lebaran), aku menyempatkan membuat sms jawaban kepada semua pengirimku. Dalam hitungan detik, jawaban aku kirim ke 122 orang, karena 6 orang lainnya adalah teman berbeda agama, mereka perlu jawaban lain. Salah dua sms masuk kemudian dari dua orang yang aku kirimi pesan singkat itu. Satunya adalah mantan atasan dan juragan sekaligus sahabatku, pemilik salah satu perusahaan besar di Jawa Timur. Lima tahun aku bekerja di perusahaan beliau. Beliaulah yang pernah mengangkat kepercayaan diriku yang terpuruk di tahun 1996 dengan mengatakan ‘aku yakin kamu bisa menjalankan pabrik baruku, walaupun kamu belum pernah bekerja di lingkungan industri, akupun pernah merasakan keraguan yang sama, aku tidak bisa mengelas (welding) dan tidak mengerti mesin, tapi aku berkeyakinan aku bisa membangun industri alat rumah tangga ini’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan singkat beliau yang mendoakan aku selalu sehat, bahagia dan sukses membuat perasaanku ‘adem’. Pak Haji Bambang, sang mualaf, tidak pernah berubah selalu memandangku sama dengan putranya sendiri. Pesan singkat ke dua membuatku agak merinding, pesan itu ditulis dalam bahasa jawa halus ‘Sami – sami Pak Haji, mugih – mugih panjenengan kiat nglampahi amanahipun Gusti Allah ingkang panjenengan sunggih sak meniko’ (sama – sama pak haji, mudah – mudahan anda kuat menjalankan amanah Allah SWT yang sedang anda pikul sekarang ini). Pesan ini ditulis oleh Zamroni Awaludin, seorang sahabat lama, yang karena semangat dan ajarannya aku berhasil keluar dari keragu - raguan di tahun 1996. Orang – orang dari tahun 1996 memberikan doa dan peringatan. Heem pertanda apa ini, aku memutuskan untuk memikirkannya dulu, nanti suatu hari aku akan mengunjungi beliau untuk menanyakannya langsung, hari ini masih banyak hal yang mesti diselesaikan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6513851929885195973?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6513851929885195973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6513851929885195973&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6513851929885195973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6513851929885195973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/amanah-di-hari-kedua-lebaran-sudah.html' title='Amanah'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-2363615165991360330</id><published>2007-12-07T13:17:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:57:12.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'>Mumpung Masih Ada</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Malamnya aku kedatangan kakak dan adik – adikku beserta tujuh orang keponakan yang sudah remaja, bahkan dua orang keponakanku sudah bekerja cukup layak. Setelah berpelukan melepas kangen, aku duduk disamping kakakku. Mbak Wiwik bergumam di sebelahku, setelah menceritakan perjalanannya ke desa mengunjungi keluarga mertuanya di Kediri dan berziarah, dia bilang sempat mampir ke makam ayah di Dukuh Ngasem, Kertosono. Adik tiriku tinggal seorang yang tinggal di sana, sementara satu orang tinggal di Surabaya dan si bungsu kuliah di Malang. Mbak Wiwik sempat mengingatkan aku “mumpung makam ayah masih ada, mbok kamu sempatkan sesekali menengok. Itu juga di kampung Sawahan, mbah kung (ayah mertuanya) sudah sepuh sekali sering lho menanyakan kamu, mbok ya ditengok sekali – sekali. Masak sekian tahun, hanya muncul kalau ada undangan pernikahan cucu – cucunya saja”. Aku terdiam sesaat, jarang sekali kakak tersayangku ini menasehati aku dengan serius seperti ini. Mbak Wiwik selalu menceritakan betapa bangganya mempunyai adik seperti aku kepada putri – putriku dan semua keponakannya, dimana kami dulu berjuang dan menderita bersama di Surabaya, sejak ibuku wafat dan ayahku kembali ke desanya. Sebersit kegundahan menderaku dan perasaan cukup bersalah mendengar nasehatnya. Sebenarnya bukan saja orang – orang itu yang tidak aku kunjungi, selama enam bulan ini, aku tidak pernah melangkahkan kaki kemana – mana, kecuali rumah – kantor – rumah dan selebihnya waktu luangku aku habiskan bersama keluarga baruku di Sabilul Muhtadin, bahkan sebulan penuh aku berbuka bersama mereka. Mereka adalah anak – anak yatim dan masikin yang kehidupannya lebih terpuruk dari keluarga besarku, aku mengenang masa – masa kecil dan remajaku yang tidak jarang bisa berbuka dan bersahur dengan nyaman. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Menurutku tidak ada salahnya aku sekarang membalas budi pada kehidupan ini agar mereka bisa berbuka dengan layak dan menyenangkan di tengah keluarganya yang baru. Masalah lainnya yang berkaitan dengan hitung – hitungan pahala atau semacamnya adalah urusan langit, hanya itu saja. Namun aku tidak menjelaskan apa – apa kepada Mbak Wiwik, aku hanya mengangguk dan tersenyum, sambil menyampaikan bahwa aku akan melaksanakan daulatnya. Untuk urusan keluarha, aku selalu taksim kepada kakakku satu – satunya ini, walaupun kami berbeda keyakinan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-2363615165991360330?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/2363615165991360330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=2363615165991360330&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2363615165991360330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2363615165991360330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/mumpung-masih-ada.html' title='Mumpung Masih Ada'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6139952935560610069</id><published>2007-12-07T13:16:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:45:17.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Episode Unjung – Unjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak – anak kampung&lt;br /&gt;Sehabis sholat ied, kebiasaan kami di perumahan adalah saling mengunjungi antar warga yang tersisa atau tidak pulang kampung. Kami yang ada disisi barat mendatangi rumah yang paling ujung, bersalaman, kemudian beriringan ke rumah berikutnya, demikian pula yang berada di sisi timur. Ke dua rombongan besar kemudian bertemu di perempatan bambu runcing (karena ada simbol monumen kecil berbentuk 5 buah bambu runcing yang dibuat waktu peringan Indonesia Emas, 17 Agustus 1995). Di kala lebaran bisa dirayakan dalam satu tanggal kalender, bukan dua seperti sekarang, maka secara spontanitas biasanya membawa makanan dan minuman, ada buras dan sop iga dari makasar, ada sate klopo dari madura, ada sop kikil sapi waru, sampai susu sapi murni yang masih segar dari Banyu Urip, lalu kami makan bersama. Baru kemudian kami bubar dengan urusan sendiri – sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tidak ada apa – apa, kami hanya bersalaman antar warga yang belum pulang saja, tidak ada pesta mamin (makan – minum) di perempatan bambu runcing. Baru saja aku masuk rumah, sudah terdengar suara salam ‘assalamu’alaikum’, sepertinya lebih dari satu orang. Aku keluar ada empat orang anak di luar pagar, tiga orang berusia sekitar sembilan tahun dan satu orang sekitar lima tahun. Setelah membalas salam, aku minta mereka duduk dan mengambil kue lebaran serta minum sari buah apel. Aku mengamati tingkah pola mereka yang canggung, karena mereka ingin segera mendapatkan uang lebaran dan menuju rumah yang lain. Anak – anak ini setahun sekali selalu datang ke perumahan untuk berlebaran. Setelah puas mempermainkan mereka dengan menanyakan sekolah dimana, kelas berapa, nilainya bagus atau tidak dan nama orang tuanya serta tinggal dimana, mereka dibagikan uang baru. Terlihat raut wajah yang riang gembira sambil memegang uang lima ribuan, mereka pamit sambil menempelkan tanganku di dahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian datang lagi rombongan lainnya, kali ini lima orang gadis kecil. Mereka menarik bel ...ting ting ting ting ting... sambil sembunyi di balik tembok pagar, aku keluar dari samping dan membuka pintu, di sebelah kiri terlihat satu orang anak laki – laki di kejauhan sambil memberikan tanda bahwa itu rumah yang harus dituju, ketika aku keluar dia langsung diam dan aku tersenyum ke arahnya, lalu mempersilahkan masuk kepada gadis – gadis kecil di sebelah kananku. Mereka enggan masuk, maka aku bagikan lagi uang baru kepada mereka. Aku bergegas ke dalam, mengambil uang lainnya. Benar juga, lima menit di dalam rumah, sambil mengaduk kopi mocca sachet, bel ditarik lagi. Aku keluar tiga orang anak, satunya masih berumur empat tahunan, berdiri di balik pagar. Aku mengenali salah satu dari mereka dan menanyakan “lho mas kan sudah kesini tadi ?’. Dia menjawab mengantar dua orang anak yang diakuinya sebagai saudaranya ‘ niki pak lek, dereng mriki, adik kulo’ (ini paman, belum kesini, adik – adik saya). Aku membagikan uang baru lagi kepada dua orang anak itu. Mereka kemudian bergegas ke arah teman – temannya. Dari kejauhan aku mendengar suara si kakak “ayo aku njaluk sewu, nak aku seng ndudokno mau (ayo aku minta seribu, kan aku yang memberi tahu tadi). Rupanya hukum pasar berlaku juga di kalangan anak – anak ini, sudah ada talenta menjadi broker. Kehidupan yang keras mendidik mereka seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah anak – anak penjual bakso, tukang batu, kuli bangunan atau tukang becak yang tinggal di sekitar perumahan. Mereka tinggal di rumah – rumah petak yang berukuran kecil, kadang hanya ada satu kamar tidur dan satu ruangan lain untuk ruang tamu serta tidur mereka. Di malam hari bahkan dini hari, aku sering melihat mereka masih berkeliaran, pulang main dengan kelompoknya. Saat mereka berjalan kadang ada celoteh tentang bokep waktu ngenet atau pemanis obrolan dengan &lt;em&gt;pisuhan,  &lt;/em&gt;Aku hanya mempertanyakan ‘orang tuanya koq tidak risau, sudah jam sekian anak – anak ini masih berkeliaran di luar rumah, Ibuku dulu aku akan mencariku kalau jam tujuh malam aku tidak di rumah kecuali malam minggu ada diskon sampai jam sembilan’. Semoga mereka bukanlah orang - orang yang dekat dengan kekufuran. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6139952935560610069?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6139952935560610069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6139952935560610069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6139952935560610069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6139952935560610069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/episode-unjung-unjung-anak-anak-kampung.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-1249394257487983097</id><published>2007-12-07T13:12:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:45:17.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SANG PEMENANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini telah kau sempurnakan nikmatMu kepada kami. Isak tangis menggemuruh di dalam dada kami. Senyum haru dan isak tangis kami mendengar saudara kami menyeru namaMu dalam takbir, tahlil dan tahmid. Allohuakbar walillah Ilham. Pertanyaan terbesar dalam hidup manusia kemudian adalah apakah kau terima puasa kami, apakah ini hari kemenangan bagi kami ?. Siapakah yang keluar sebagai pemenang itu yaa Alloh?. Ibarat perang, pemenang adalah mereka yang telah menaklukan musuhnya. Dalam perang sebagian musuh ada yang menyerah, tapi sebagian lain melarikan diri untuk menyusun kekuatan mereka kembali. Sementara pemenang merayakan kemenangannya dengan segala pesta pora. Lalu mereka lengah dan musuh mungkin menguasai mereka kembali. Lalu siapakah yang menjadi pemenang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah pemenang itu yaa Alloh ?. Sebuah sms menanyakan ini kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mereka yang menang adalah mereka yang menyucikan hatinya, dengan beriman dan mengingat tuhannya (dzikir), lalu mereka berdiri, menyebut kebesaran Tuhannya, berserah diri dan meminta jalan yang lurus, membungkuk sebagai tanda hormat dan bersujud tersungkur menyerahkan diri sebagai hamba sahaya. Wahai Tuan, kami taat dan patuh kepadaMu, sang penguasa tunggal. Tiada Tuhan Selain Engkau, yang maha mulia dan maha tinggi kedudukannya. Lalu Kami berjanji tidak menukar kemuliaan yang Engkau berikan dengan gegap gempita dan sorak sorai dunia yang penuh tipu daya pesona ini, hidup, mati dan segala gerak kami hanyak untukMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang suci hatinya itu yaa Ahad?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tidak menduakanKU dan mereka yang berbuat baik kepada Ibu Bapaknya. Ridho orang tua yang sholeh adalah ridhoKu. Maka berbaktilah dan hormatlah kepada orang tuamu, baik selama mereka hidup dan setelah wafat. Aku takdirkan engkau lahir ke dunia ini lewat mereka dan aku berkati mereka dengan petunjuk agar anak – anaknya juga menyembah kepadaKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Siapa lagi yaa Ghoni?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka yang tidak begitu menyintai harta dunia dan seisinya, karena kesadarannya bahwa semua itu milikKu yang aku serahkan kepada mereka untuk mereka yang lain. Tidak ada manfaat sedikitpun disisi mereka, harta benda dan anak – anak mereka hari ini dan kelak nanti, kecuali mereka menghadap kepadaKu dengan hati yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa lagi yaa Rosyid ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang telah aku uji, namun mereka tetap menyebut namaKu dengan sebanyak – banyaknya. Anugerah dan Prahara tidaklah dapat menghilangkan cintanya kepadaKu. Mereka secara berhimpun dan menyendiri menyerah diri kepadaku di kegelapan pagi yang buta, bertasbih bersama alam semesta , menangis merasakan bahwa aku melihat dan menyintai mereka.. Jiwa yang tenang bersama TuhanNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa lagi yaa Quddus ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menjaga keseimbangan alam semesta, bumi dan laut tanpa kerusakan. Seandainya mereka telah berbuat, lalu mereka menyesal dan bertaubat. Lalu Aku sucikan mereka dari segala perbuatan mereka di masa lalu. Mereka sungguh – sungguh mendengarkan bening kalbunya, lalu mereka ikuti dengan sujud taubat dalam penyesalan yang sangat yang membuatKU merahmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa lagi yaa Malikal Mulki?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayat – ayatKu diperdengarkan, maka dada mereka membuncah dan tunduk sujud kepadaKu. Bertambahlah keyakinan mereka atas segala kebesaranKu dan semakin takutlah mereka atas segala hal – hal yang sia – sia di dunia ini, mereka tidak mengumpat dan mereka tidak mengatakan sesuatu yang hanya menyenangkan hawa nafsunya. Mereka aku selamatkan dari SiksaKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa lagi yaa Rahman?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang aku pandang setiap hari dengan kasih sayangKU. Setiap hari mereka AKU bebaskan dari catatan dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba di tengah jawaban – jawaban itu, sebuah desiran lembut yang tidak asing menyelip kesunyianku?. ”Berhati – hatilah engkau Wahai Anak Adam, aku akan tetap mengintai dan mewaspadai kelengahanmu dari segala arah dan 60 kali setiap menitmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subbanallah. Akupun meneriakkan kuat suara hatiku ”Allohuakbar Allohuakbar Allohuakbar Laa ila hailallah Allohuakbar Allohuakbar walillah ilham. Bersujudlah engkau wahai musuh yang nyata !”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh subuh sebentar lagi sudah akan menjelang. 30 hari mencari cintamu, apakah hanya karena malam ini disebut malam kemenangan, lalu aku tinggalkan nikmatnya sujudku, aku bangkit dan mandi. Kembali aku bersamaMu dalam kesunyian dan wewangi bunga dari lembah seribu bunga. Doaku untuk engkau yang aku ingat, semoga seluruh kebaikan di alam raya ini untukmu, terjadilah yang terbaik yang harus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara takbir kembali menggema dari masjid di seberang rumah. Barisan - barisan diluruskan dan dirapatkan. Allohuakbar, Hanya Engkau Yang Maha Besar. Para malaikat menebarkan salam dan wangi bunga kasturi ke seluruh Alam dengan RahmatNYA. Aku terpaku bersila, kuatkan kami yaa Robbana, kami sebutir debu yang dibawa angin kesana kemari, kalau tidak Engkau tancapkan kuat di bumiMU, kami tidak akan kembali kepadaMU dengan lega dan ridhoMU.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-1249394257487983097?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/1249394257487983097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=1249394257487983097&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1249394257487983097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1249394257487983097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/sang-pemenang-pada-hari-ini-telah-kau.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-8000696261570211061</id><published>2007-12-07T13:11:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:45:17.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Takbir&lt;br /&gt;Baru saja aku hendak tidur siang, mataku sudah tidak lagi dapat dibuka sehabis sholat Jum’at tadi. Tiba – tiba suara salam terdengar di luar rumah “Pak ada orang dari masjid” kata Fika. Aku tidak bisa membuka mataku. Fika yang tahu itu lalu bergegas keluar lagi dan dia masuk lagi “aku sudah memberitahu kalau bapak tidak bisa bangun, tapi bapak itu mengatakan ini penting sekali karena ada rapat mendadak di masjid”. Aku keluar dan kulihat Pak Ran sedang ada di luar pagar. Aku persilahkan masuk, tapi beliau hanya menyampaikan pesan bahwa aku ditunggu para takmir di masjid yang sedang membahas usulan jamaah sehabis sholat Jum’at agar Sabilul Muhtadin menyelenggarakan sholat ied sendiri. Aku hanya menyatakan bahwa apapun keputusan takmir, aku mendukung saja dan nanti persiapan sholat ied kita bahas sehabis ashar karena aku tidak mampu menyanggah tubuhku. Pak Ran tertawa dan segera bergegas kembali ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merebahkan diriku kembali, sepuluh menit kemudian. Fika datang lagi menyampaikan bahwa Pak Nurhadi, ketua takmir, ada di depan rumah. “aku gak berani sama Pak Nurhadi, dia kan polisi”, katanya polos. Aku keluar rumah dan mendapatkan Pak Nurhadi sedang duduk di teras. Pak Nur menyampaikan keinginan jamaah dan kesiapan takmir untuk menyelenggarakan sholat ied dengan konsekwensi berapapun jamaah yang hadir, sholat ied akan dilaksanakan di Sabilul Muhtadin, karena cukup jauh berjalan ke Masjid Nurul Hidayah di ujung Selatan atau ke ujung Utara di masjid Fathurrohman. Akupun mendukukung saja gagasan itu dan berjanji akan datang ke Masjid sehabis ashar. Pak Nurhadi menyatakan bahwa tanpa kata ‘ya’ dariku, beliau tidak akan menyelenggarakannya. ‘wah, aku ini siapa yaa Allah?’. Akupun mengatakan ‘ya’ kepada beliau dan beliaupun tersenyum menjabat tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da Isya, banyak orang berkumpul di depan masjid, aku melihat garis – garis putih tanda shaft untuk sholat sudah ditata di depan masjid dan jalan setapak sampai di ujung portal, aku menghitung kalau penuh sekitar 600 orang akan tertampung sampai dibatas itu. Pak Makhrus, penjual sosis keliling, sedang asyik menata sound system. Setelah selesai, beliau mempersilahkan orang – orang bertakbir. Dua orang langsung bertakbir. Pak Darmadi mengusulkan agar sholat ied diumumkan lewat pengeras suara. Tidak lama kemudian, Bagus menghimpun anak – anak untuk menggelar tabuhan yang berasal dari kaleng cat dan galon air besar, ternyata suaranya tetabuhan itu cukup harmonis juga diselingi suara takbir. Tidak berapa lama, banyak alat terkumpul antara lain gendang dan bonang kecil, megaphone dan mobil pick up. Pak Suko berinisiatif keliling desa dengan tetabuhan, takbir dan woro – woro sholat ied. Berangkatlah mereka keliling desa dengan diiringi obor dari bambu yang menambah semaraknya takbir keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Yusuf dan Pak Lukman menyelesaikan tugasnya menimbang beras dan Pak Budiman mendistribusikan beras tersebut dengan becaknya, Sementara yang lain masih membahas masalah sholat ied besok. Pukul 20.30, dua orang wanita turun dari kijang innova hitam, seorang ibu cantik dan putrinya yang lebih cantik lagi menyerahkan sejumlah uang zakat maal. Mereka bergumam “oh ada sholat ied ya disini, Insya Allah, saya sholat disini saja besok, mari assalamu’alaikum”. Akupun menjawab salamnya dan mohon untuk datang disini besok pagi. Tak lama kemudian, seorang wanita muda dengan celana jin, kaos dipadu dengan cardigan ungu, juga menyampaikan zakat maalnya. “saya sudah zakat di tempat lain, tadi saya dengar woro – woro di jalan desa, dan menarik saya untuk menyalurkan maal saya disini”. Aku tersenyum, membalas salam dan berterima kasih atas kedatangannya. Belum setengah jam, aku melihat seorang berumur 60 tahunan datang dengan supra fit biru mengkilap. Kelihatannya beliau adalah seorang pejabat, aku memanggil ustadz Syahrul, karena aku pikir ada hubungannya dengan sholat ied besok pagi. Ternyata beliau adalah mantan bupati di Madura yang juga menyampaikan zakat maal, karena ada woro – woro tadi. ‘wah, jauh benar pak Suko kelilingnya, pak bupati khan rumahnya sudah mendekati batas desa Ngingas’ pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu benar – benar meriah, pukul 22.00, Pak Eman, si orang gila datang, memakai baju koko putih dan kolodray putih dipadu dengan kopiah hitam, jenggot dan kumisnya dicukur rapi. Bagus bilang dia yang memotong rambut, jenggot dan kumisnya tadi. Pak Eman langsung bergabung bertakbir di dalam masjid. Suara nya lantang dan merindingkan bulu kudukku apalagi ditengah takbir dia menangis dan merintih “ Yaa Alloh ampuni hambamu yang dholim ini “. Aku terhenyak ketika Ustadz Syahrul menepuk pundakku dan mohon agar aku berdoa untuk kesuksesan sholat ied besok pagi. Aku mengangkat tangan di dalam hati “Yaa Alloh, aku membutuhkan “Kun” dariMU wahai yang maha Agung dan Berkehendak, Allohumma Laa Mania Lima A’thoita .... ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, dua orang datang membawa spanduk sholat ied bersama di Sabilul Muhtadi, mereka berinisiatif memasangnya di pertigaan jalan desa. Sebuah sepeda montor juga berhenti, aku melirik ke celana coklatnya, sebuha pistol terselip disana, anak muda dengan nama dada Syamsul itu turun. “Assalamu’alaikum, apa benar ini masjid Sabilul Muhtadin, saya diperintahkan untuk ngepam (pengamanan) disini besok pagi”. Pak Nurhadi bergegas menyambut dan mengiyakan pertanyaannya. “wah semua koq sudah lengkap dan professional begini, kayak panitia pernikahan begini” . Hebat euy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.30, Sabtu pagi, 13 Oktober 2007, pelan – pelan tapi pasti para jamaah dari berbagai penjuru, dari perumahan dan pedesaan, berdatangan membentuk shaft demi shaft. Tepat pukul 06.00 sholat dimulai dan pukul 06.45 khotbah iedul fitrih selesai. Kaleng – kaleng infak dikumpulkan dan dihitung terkumpul uang satu juta seratus rupiah, hampir semuanya pecahan ribuan. Panitia berkumpul, berangkulan dan linangan air mata saling membasahi bahu baju koko mereka ketika berpelukan bahagia. “Yaa Alloh kami bersyukur atas nikmatMU yang terus mengalir kepada kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun berpisah untuk meneruskan urusan masing – masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-8000696261570211061?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/8000696261570211061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=8000696261570211061&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8000696261570211061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8000696261570211061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/takbir-baru-saja-aku-hendak-tidur-siang.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4954113357818318858</id><published>2007-12-07T13:06:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjelang Lebaran (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 11 Oktober 2007, pukul 18.30, belum ada tanda – tanda bahwa pengumuman akan dilakukan. Kami masih ada di Masjid menunggu Sang Ustadz yang sedang sibuk menerima telepon dan menelpon tentang informasi jatuhnya 1 syawal 1428 H. Pukul 19.00, sang ustadz memutuskan untuk melaksanakan sholat tarawih dan jamaahpun berbaris rapi, masih ada tiga shaft di barisan pria dan lima shaft di barisan wanita, seluruhnya masih ada 50 orang. Masih banyak juga yang memilih tinggal di masjid daripada di keramaian lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sholat, sebagian jamaah pulang tergesa untuk mencari informasi tentang hasil sidang itsbat, dan mereka kembali dengan berita bahwa pemerintah menetapkan 1 syawal 1428 H jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007. Kamipun tidak bertakbir dan khitmad mendengarkan takbir dari masjid lain di kejauhan, ada rasa haru juga mendengarkan takbir berkumandang. Kami lalu asyik meneruskan pekerjaan menimbang beras zakat yang masih terus disalurkan melalui Sabilul Muhtadin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang masih sibuk membahas masalah hari raya yang berbeda dan ada juga yang nyeletuk “takbiran malam ini gak ramai, sepi ya”. Aduh manusia, kenapa sih mesti harus sibuk dengan halaman orang lain, sementara halaman kita sendiri belum bersih benar. Kalau kita sibuk menyapu halaman sendiri, mungkin tidak sempat menengok halaman rumah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggalkan mereka pada pukul 00.30, masuk sebentar ke dalam rumah, menyalakan televisi sebentar melihat rangkuman berita hari ini. Tidak juga membuatku mengantuk, aku matikan televisi dan semua lampu. Susah sekali tidur malam ini, sudah pukul 01.30 pagi. Sambil duduk tampaknya aku terlelap sebentar dan kesemutan di tanganku membuatku terbangun, jam didinding menunjukkan pukul 01.50. Duapuluh menit menyegarkan badanku juga, lalu mandi dan menghirup udara segar di luar rumah. Aku lihat beberapa orang sudah asyik bertafakur dan bersujud, akupun bergabung dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sahur, sampai subuh terlewat, aku belum mengantuk juga, ‘ wah ada yang salah nih dengan bioritmik’ , pikirku. Aku melangkah pulang, di kejauhan aku lihat beberapa orang ada di posko lebaran yang setiap tahun diadakan di blok perumahan, Tahun ini tampaknya lebih banyak yang mudik daripada tahun lalu, paling tersisa 8 KK dari 52 KK penghuninya. Aku berinisiatif mengambil koran pagi yang tergeletak di garasi, mengambil halaman olahraganya dan berjalan ke posko untuk bergabung bersama tetanggaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho pak sudah mandi ya, wah sudah siap nih untuk sholat ied”, kata pak Eko. Pak Gembong dan Pak Mur, lalu berdiri untuk mohon diri bersiap sholat ied. Aku masih berdiri bengong, lalu duduk sendirian. Sepuluh menit kemudian, aku melihat beberapa orang dari arah lain berjalan menuju lokasi sholat ied di jalan utama. Dari ujung timur, beberapa tetanggaku, ayah, ibu dan anak – anaknya, berjalan menuju ke arahku dengan pakaian putih – putih. Sesampai di dekatku mereka mengucap salam dan mengajakku untuk berangkat. Aku membalas salam dan sambil tersenyum mempersilahkan mereka berangkat duluan. Sebelum lebih banyak orang mengajakku sholat ied, aku pamit kepada petugas jaga dan bergegas pulang. Aku habiskan judul dan headline di halaman koran pagi, lalu tidur di kursi panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.00, aku dibangunkan dan diminta untuk mengantar membeli buah – buahan untuk seorang pejabat yang akan mengadakan open house di hari Sabtu. Mataku yang berat aku siram dengan air dingin dan menyegarkan badanku juga, Di Alfa Ahmad Yani, tidak ditemukan apa yang dicari. Aku pacu mobil ke Giant di Margorejo, memburu waktu untuk segera pulang dan Jum’atan. Aku membiarkan diriku asyik memilih beberapa kaset di luar konter belanja yang ramai. Aku membeli dua kaset Opick dan satu kaset tartil Juzammah. Balik ke mobil dan mendengar Istighfar-nya Opick. Membayangkan Opick yang bernyanyi rock dan memutar haluan menyanyikan tombo ati lalu sukses besar sungguh mengagumkan. Sungguh kalau Dia berkehendak, apapun akan terjadi, selamat kepada Opick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara belanja selesai, buah – buahan sudah berpindah tempat ke penghuni gedung mefah. Aku sempat bergumam “Koq buah – buahan dikasih – kasih ke orang berada sih” namun aku tepis pikiran itu “hormatilah orang lain, setiap orang bertanggung jawab atas perbuatan mereka sendiri”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4954113357818318858?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4954113357818318858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4954113357818318858&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4954113357818318858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4954113357818318858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/menjelang-lebaran-5-kamis-11-oktober.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3168463895129227381</id><published>2007-12-07T12:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjelang Lebaran (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Kamis, 28 Ramadhan 1428 H, atau 11 Oktober 2007, pukul 05.00, aku baru saja turun dari tangga Sabilul Muhtadin. Tiga hari sudah teman – temanku sudah ribut tentang lebaran. Ada yang ribut tanggal berapa ya lebaran tahun nanti ?. kemarin malam KH Khafid, seorang ulama tua, berkhotbah singkat di malam sholat tarawih, menyatakan mudah – mudahan hilal akan terlihat di hari Kamis Malam, sehingga kita, baik MD ataupun NU, bisa berhari raya bersama – sama. Seorang teman menyatakan bahwa dia akan menyelesaikan puasa Jum’at dan sholat di hari Sabtu, tanggal 13 Oktober 2007. Sedang bapak – bapak ada yang sepakat sudah tunggu keputusan pemerintah saja. Aku jadi ingat berapa puluh tahun lalu, ada teman di majelis dzikir, menyatakan saya akan ikut perhitungan hisab saja, tidak ikut pemerintah lagi, karena pemerintahnya tidak membela orang – orang miskin dan banyak KKN, jadi menurutnya tidak layak diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu aku masih berpikir bahwa kalau sudah ada yang takbir maka aku akan menghentikan puasa dan sholat ied. Kenyataannya ternyata dualisme hari raya terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Jawa Timur sendiri sebagian sholat ied bersama – sama, ada yang MD dan ada yang NU, karena NU Jawa Timur sudah melihat hilal tetapi terlambat disampaikan ke sidang itsbat. Tahun ini aku mantap akan melaksanakan hari raya berdasarkan pengumuman sidang itsbat. Alasannya sederhana hanya masalah keyakinan saja atau aku lagi jatuh cinta sama Ramadhan dan tidak ikut cepat – cepat ditinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang lagi bingung, seperti Bagus, memikirkan biaya untuk memberikan baju baru kepada anakya dan harus menjemput anak – anaknya dari pondok pesantren karena liburan. Pak Lukman, Bagus dan Solekhan mengeluh mengenai biaya – biaya itu. Aku ingin sekali membantu mereka dan mengatakan tidak usah bingung tentang itu, tetapi rasa segan dan takut menyinggung perasaan mereka, jadinya aku diam saja, hanya bisa berdoa dalam diam di malam – malam iktikaf agar mereka diberikan kemudahan menyelesaikan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari Kamis pagi itu, aku mengunjungi rumah mereka satu – satu, ternyata Pak Lukman dan Pak Solekhan sudah berangkat menjemput putranya masing – masing di pondok pesantren, artinya masalah biaya itu teratasi sudah, karena biaya sekolah harus dilunasi dulu, baru siswa boleh pulang. Aku sempat menanyakan ke takmir masjid tentang masalah penerimaan zakat dan maal. Pak Ketua bilang bahwa ada bantuan tidak terduga dari beberapa orang yang tidak biasanya mereka datang ke sini, sehingga panitia sepakat untuk membagi sebagian penerimaan maal untuk para amil dan ghorim. Heem, Segala puji bagimu wahai penguasa seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak juga membagikan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada crew masjid, dari tukang kebersihan, bilal dan imam, yang disampaikan lewat aku. Aku mengatakan ada tujuh orang. Ketika uang itu aku sampaikan, mereka aku agak ragu menerimanya saat tahu profesi bapak yang memberi uang itu, lalu menanyakan “pak, niki sumber’e halal nopo mboten ?. ”, aku hanya tersenyum dan mengatakan bahwa Allah, dengan Rahmannya, bisa menyampaikan rizki kepada siapa saja dan lewat apa saja. Eloknya akhlak orang – orang ini, tingkat ekonomi dan pendidikan tidak tinggi, tetapi tetap mempertanyakan halal atau tidak sumber setiap sen yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.15, aku berada di ujung jalan di depan Masjid, sebuah kelegaan bercampur rasa sepi, memandang sebagian rumah sudah ditinggalkan penghuninya. Sepi hati seseorang yang tidak punya desa (ha ha ha ...).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3168463895129227381?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3168463895129227381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3168463895129227381&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3168463895129227381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3168463895129227381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/menjelang-lebaran-4-hari-ini-kamis-28.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6957636321977986216</id><published>2007-12-07T12:56:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menjelang Lebaran (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu subuh, 10 Oktober 2007, sang ustadz kembali mengantarkan beningnya kalbu dengan beberapa ulasan tentang orang – orang yang dirindukan antara lain mereka yang memberik makan orang – orang yang lapar. Ramadhan memberikan pelajaran bagaimana rasanya lapar, sehingga kita tidak pernah eman dan sayang untuk memberikan sebungkus nasi kepada mereka yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beningnya Kalbu kemudian mengakhiri kultum dengan butiran – butiran kalimat tulus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa puasa menghentikan aktifitas “mulut” selama sehari dan sebulan penuh?. Salah satu maknanya, karena mulut merupakan salah satu sumber malapetaka bagi kehidupan kita, disamping rahmat yang diberikan kepadanya. Kita perlu merenung bahwa dengan apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita, bisa menjadi apa saja, makanan dan minuman melewati mulut dan menjadi sumber energi, lalu menjadi daging yang tumbuh dalam diri kita. Bahkan makanan yang masuk lewat mulut kemudian diolah menjadi sari pati dari sebuah sumber kehidupan, dan pada akhirnya melahirkan makhluk baru, putra putri kita. Bila kita tidak berhati – hati maka mulut kita juga akan menelan apa saja, yang tidak halal sekalipun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mulutmu bisa menjadi madu yang mampu membelokkan hati yang lurus bila diniatkan dengan niat yang salah. Sebuah kehidupan yang bahagia bisa menjadi neraka karena senyum penggoda dan cumbu rayu dari bibir dan mulutmu. Mulutmu juga bisa menjadi madu untuk mampu membelokkan kebathilan dan kemunkaran kembali menuju kepada makruf dan hanifah. Dengan kelemah lembutan dan kesantunan kata dari mulut Muhammad, maka Umar yang beringaspun menjadi lunak dan berjalan lurus dijalanNYA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mulutmu bisa kau ajak untuk melantunkan tasbih bersama alam semesta raya dan para malaikat, namun mulutmu juga bisa mengeluarkan umpatan dan kata – kata yang menyakitkan saudaramu. Mulutmu bisa kau gunakan untuk memuji tentang kesantunan budi atau kau gunakan untuk memuji senyum dan indahnya aurat yang tertayang di depan matamu. Mulutmu juga bisa kau gunakan untuk senyum ikhlas yang menguatkan mereka yang lemah tapi juga bisa kau gunakan untuk tertawa terbahak karena mendengar canda ria tentang indahnya aurat wanita atau pria”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap jiwa telah disempurnakan. Mereka dibekali dengan dua hal, beruntunglah mereka yang mensucikannya dan merugilah mereka yang mengotorinya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6957636321977986216?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6957636321977986216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6957636321977986216&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6957636321977986216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6957636321977986216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/menjelang-lebaran-3-rabu-subuh-10.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-136586936558341534</id><published>2007-12-07T12:55:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menjelang Lebaran (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Selasa, 9 Oktober 2007, subuh, Ketua takmir mengantar kultum dengan doa yang menggetarkan hati dan menutup pengantarnya dengan ucapan salam kepada seluruh saudara, handai taulan dan orang tua para jamaah yang akan ditemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultum Beningnya Kalbu menggenapkan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada saat saudara – saudara nanti sungkem kepada orang tua, maka pandanglah beliau – beliau itu baik – baik dengan mata hati saudara. Demikianlah nanti akhir kisah anak manusia, menjadi tua, menjadi lemah dan menjadi lupa, kitapun akan sampai kepada kondisi seperti itu. Masih ada waktu , dengan seraya memohon kepada Allah Azza Wa Jalla, untuk meretas jalan kesana dengan ahsanu amalan sehingga kita akan menerima sungkem putra – putri kita dengan rasa hormat dan bangga bahwa mereka layak bersyukur terlahir dari kita dan kitapun bersyukur bahwa kita bukanlah orang tua yang menjadikan anaknya pengikut majusi, nasrani atau yang lain ... tetapi muslim sejati”;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika saudara – saudara nanti berziarah ke makam orang tua, handai taulan dan saudara – saudara yang telah meninggalkan kita lebih dahulu, maka pandang baik – baik dengan mata hari, al basyirah, nisan dan makam mereka. Itulah akhir dari jasad anak manusia yang pernah hidup di bumi ini. Kitapun sedang antri menuju kesana. Masih ada waktu untuk melepas semua beban yang memberatkan kita menuju kesana, yakni melepas semua kesenangan dunia yang membuat kita berat meninggalkannya. Masih ada waktu untuk datang dengan lega karena kita mendapatkan ridhonya untuk hadir di majelis yang lebih baik dan sempuran daripada majelis di bumi ini, seperti seorang kekasih yang memenuhi undangan kekasih yang dicintainya”.&lt;br /&gt;Beningnya kalbu meninggalkan peserta kultum dalam hening dan isak yang tertahan, apa isi hati manusia hanya merekan dan tuhanlah yang tahu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-136586936558341534?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/136586936558341534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=136586936558341534&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/136586936558341534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/136586936558341534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/menjelang-lebaran-2-pada-hari-selasa-9.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-6675923520263530373</id><published>2007-12-07T12:54:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menjelang Lebaran (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga kali pagi, kultum beningnya kalbu, dilakukan berturut – turut sejak Senin pagi setelah subuh. Pada Senin subuh, 8 Oktober 2007, sang ustadz mengantarkan beningnya kalbu dengan mengajak merenung mengenai hari – hari di penghujung ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beningnya Kalbu merangkum Ramadhan tahun ini dengan mengajak para peserta kultum untuk mengulang rekaman awal ketika ramadhan tiba, adakah sebuah kegembiraan disana, laksana seorang kekasih yang hendak menyambut bunga hatinya datang kembali. Serasa melesakkan sejuta rindu yang menggumpal selama sebelas bulan. Selama tiga puluh hari meretas tali cinta dan merajut kerinduan di malam – malam yang bening, merasakan nikmatnya lapar haus yang ditahan hanya karena ingin mempersembahkan bukti cintanya. Sekarang bagaimana rasanya setelah sebulan penuh hidup bersama dalam kegembiraan lalu dihadapkan kepada sebuah perpisahan?. Maka kenapa pernah disampaikan “seandainya umatku tahu rahasia di balik ramadhan, maka mereka akan meminta seluruh bulan dalam satu tahun dijadikan ramadhan semuanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke dua, kita memaknai ramadhan dengan berdiri, membungkuk dan bersujud ratusan bahkan mungkin ribuan kali, melantunkan ayat – ayat puluhan ribu kali dan mengulanginya lagi dengan segenap kerelaan hati di malam – malam yang seharusnya tubuh ini lebih nyaman dibaringkan karena seharian diterjang panas dalam dahaga dan lapar. Lalu apakah ini semua akan hilang tanpa bekas begitu saja bersama angim musim yang akan segera berganti atau musnah ditelan hiruk pikuknya jaman yang penuh kenistaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke tiga, adakah harapan – harapan bahwa diri yang penuh dengan daki – daki dari tipu daya dunia ini terbasuhkan dengan air wangi bunga kasturi sehingga kita bersih dan kembali dalam penciptaan awal mula sebelum terlahir dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya mewajibkan kita yang hadir di majelis ini untuk menghisab diri sendiri sebelum kita memakai baju baru. Baju baru kita seharusnya bukanlah baju biasa, tapi baju yang terajut dari lezatnya iman, dzikir dan fikir. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-6675923520263530373?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/6675923520263530373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=6675923520263530373&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6675923520263530373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/6675923520263530373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/menjelang-lebaran-1-sudah-tiga-kali.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-2472212813804840689</id><published>2007-12-07T12:49:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Lailatul Qodar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah engkau wahai makhluk sehingga demikian mulianya?. Pernah dikisahkan kepadaku “dahulu kala ada seorang pejuang muslim bernama Syam’un Al Ghozi, ia telah berperang selama 1000 bulan, semua musuh kafir dikalahkannya hanya dengan senjatanya berupa rambut onta. Musuh kafirnya frustasi, sampai akhirnya mereka membujuk istri Syam’un yang kafir dengan hadiah emas dan perak serta kedudukan agar dia mau membunuh suaminya. Wanita kafir itu terpikat tawaran penguasa dan akhirnya dijalankan siasat untuk membunuh Syam’un. Ketika dia tidur, maka diikatlah lengan dan kakinya ke empat penjuru dengan rantai, ketika para prajurit datang untuk membunuhnya, Syam’un terbangun dan dengan mudah melepaskan dirinya. Ketika dia bertanya kepada istrinya tentang siapa yang mengikatnya, wanita itu hanya menjawab bahwa dia hanya menguji sampai dimana kekuatan Syam’un. Demikianlah peristiwa itu berlangsung hingga tiga kali, sampai akhirnya keluarlah rahasia dari mulut Syam’un melihat rengekan istrinya yang selalu mengatakan bahwa dia khawatir kekuatan Syam’un berkurang. Syam’un mengatakan bahwa kekuatannya ada pada rambutnya yang panjang dan tidak akan berkurang karena berperang melawan prajurit ribuan sekalipun. Mengetahui hal itu, maka dijalankan siasat jahat oleh istri Syam’un. Wanita itu mengikat Syam’un ke empat penjuru ketika Syam’un tertidur dan memotong rambutnya. Ketika Syam’un terbangun didapatinya dirinya terikat dan rambutnya sudah tidak ada, dia berusaha melepaskan ikatan itu tapi tidak berdaya, maka dengan mudahlah para tentara kafir membantainya. Dia dibawa ke sebatang tiang dengan terikat dan dipotonglah lengan dan kakinya kemudian bibir, mata dan lidahnya. Dalam keadaan sekarat, datanglah malaikat Allah membawa berita bahwa Allah akan memberikan pertolongan dan apa yang dia minta. Syam’un memohon kekuatannya dipulihkan dan setelah itu digerakkanlah sisa bagian tubuhnya sehingga seluruh bangunan ambruk dan hancur menimpa semua tentara kafir itu dan istrinya. Syam’un sendiri selamat atas ijin Allah dan disatukan kembali anggota tubuhnya. Atas nikmat itu, Syam’un beribadah selama seribu bulan, dia tegak berdiri, tunduk rukuh dan menyembah bersujud kepada Illahi di malam hari dan puasa di siang hari. Para sahabat mendengar kisah itu bertanya tentang pahala ibadah seribu bulan itu. Rasulullah menjawab tidak tahu. Lalu turunlah ayat tentang lailatul qodar yang menerangkan bahwa ibadah di malam itu lebih mulia dari seribu bulan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pula aku baca bahwa surat Al Qodr diturunkan ketika Rasulullah hendak wafat sehingga beliau merintih kepada Allah karena beliau sedih tentang siapa yang menyampaikan salam Allah akan umatnya setelah beliau tinggalkan. Allah menggembirakan Muhammad dengan menurunkan Al Qodr”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana aku bisa mengenalmu ?. Pada malam itu bangunlah dan dirikanlah sholat dua rakaat, bertasbilah bersama seluruh alam raya dan beristighfarlah memohon rahmat, kasih sayang dan ampunannya. Pada malam itu, Allah sedang memandang seluruh umatnya dengan penuh kasih sayang. Seluruh kemuliaan seribu bulan dan ampunanNYA meliputi seluruh makhluknya, kecuali mereka yang sedang mabuk, mereka yang dibakar oleh api dendam, mereka yang durhaka kepada ibu bapaknya, dan mereka yang memutus tali persaudaraan sesama muslim. Lalu ada lagi teman yang mengatakan setiap harimu ketika dosa tidak lagi dicatatkan untukmu, maka setiap hari itu Lailatul Qodar.&lt;br /&gt;“Yaa ‘Alim, ajarkan kepadaku, sungguh ilmu untuk mengenalMu, tidak sampai secelupan jari ke dalam segelas air, sedangkan satu huruf dalam ayatmu tidak mampu dituliskan maknanya dengan seluruh air laut yang ada di seluruh semesta ini. Bagaimana bisa diri ini mengatakan tahu dan mengerti tentang Engkau” &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-2472212813804840689?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/2472212813804840689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=2472212813804840689&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2472212813804840689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2472212813804840689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/lailatul-qodar-siapakah-engkau-wahai.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3587131325281175432</id><published>2007-12-07T12:46:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sabar (Sahur Bareng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sudah akan memasuki sepuluh hari terakhir. Seperti biasa di komunitas yang disebut tradisional, orang – orang ribut menyandera pembicaraan dengan tema “malam ganjil”. Tidak saja bilangannya yang ganjil, tapi bagiku ini adalah fenomena yang ganjil, orang yang biasa bicara, tidur lelap setelah tadarus, atau melekan di warung – warung kopi menunggu sahur, sekarang meringkuk di dalam masjid dan mati – matian mempertahankan diri untuk tidak tidur, walaupun paginya harus bekerja. Sementara di komunitas lainnya, mereka berlaku biasa saja, kadang sambil lalu mereka bertanya “apa ada acara khusus di malam ganjil nanti”, sambil senyum – senyum kepadaku. Akupun menjawab, saya koq pengin sekali – sekali kita sahur bareng, sehabis iktikaf nanti”. “wah mau nyari lailatul qodar nih, jadi kalau enggak ada lailatul qodar, enggak iktikaf yaa, enggak tafakur di masjid yaa. Koq masih ada pamrih sih sama yang di atas”. Aku hanya tersenyum saja. Ide sahur bareng sebenarnya murni untuk merekatkan persaudaraan dan mempertebal keimanan kami, tidak lebih dari itu, karena selama ini para jamaah sudah demikian guyubnya di acara buka bareng setiap maghrib. Akhirnya ditetapkanlah malam duapuluh tujuh ramadhan. Malam itu aku susah tidur, soalnya kebanyakan caffein nya masuk ke jaringan sarafku. Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari, satu jam lagi para jamaah akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhenyak kaget sambil membuka mata. Setengah pusing aku melihat jam dinding di depanku, jam 01.50 dini hari. Aku tertidur sambil duduk di sofa. Segera aku membersihkan diri, mandi dan ganti kostum, aku berangkat ke masjid. Disana suasana hening, imam masjid memberi tahukan bahwa bagi yang mau berjamaah, maka urutan sholat yang akan dijalankan adalah taubat, tasbih, tahajud dan hajat diakhiri dengan witir. Sehabis sholat sendiri di pojok masjid, yang lebih remang dan tenang, aku melihat jam dinding. Sudah jam 02.30, aku keluar untuk melihat persiapan sahur. Satu – satu hidangan datang dari berbagai arah, nasi, kare, oseng – oseng, nugget, tidak lupa sambal sebagai pelengkap. Setiap orang selesai mengantar lalu masuk ke masjid untuk ikut sholat, lama – lama setelah hidangan lengkap, tinggal aku sendirian. Di kegelapan pagi itu, dua ekor makhluk mengendap – ngendap mendekati tempat hidangan, kemudian dia mengerang memberitahukan bahwa dia menginginkan hidangan itu. Aku mengibaskan lenganku sambil menyuruhnya pergi, namun setiap kali aku hendak balik kanan kembali ke dalam masjid diapun melakukan hal yang sama. Akhirnya aku putuskan menemani mereka disana. Tepat pukul 03.00, sebagian demi sebagian orang mulai keluar ke arahku, mereka heran mengapa aku koq tidak ikut sholat di dalammasjid. Aku hanya tersenyum dan menyampaikan bahwa aku harus menemani dua ekor hewan kesayangan Abu Hurairah ra ini. Ha ha ha ha ha sederet tawa berderai, akupun tersenyum, rasa lembut dingin bening berdesir di dadaku. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3587131325281175432?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3587131325281175432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3587131325281175432&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3587131325281175432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3587131325281175432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/sabar-sahur-bareng-puasa-sudah-akan.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3813932600877494865</id><published>2007-12-07T12:45:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kegelisahan Hati (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam dingin sekali, angin musim kering berhembus sangat kuat. Kami duduk berhadapan berdua dengan secangkir kopi susu dan Bagus ditemani sebungkus rokok gudang garam surya. Mulailah cerita baru mengalir di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus memulai duluan ceritanya ”hari ini, alhamdulillah, saya mendapatkan enampuluh ribu rupiah dalam waktu dua jam. Saya bisa membayar keperluan anak saya yang pertama dengan tabungan saya dan tadi siang jam dua belas, ketika saya hendak berangkat, seorang teman menelpon bahwa dia hendak meminjamkan sepeda motornya yang tidak dia pakai, karena tahu kondisi saya. Semuanya beres, kecuali kata – kata putri saya yang menghunjam ke dalam hati saya. Dia berkata ” ayah dan ibu tidak boleh berpisah, kecuali ayah dan ibu rela tidak berkunjung kesini lagi”. Dia melanjutkan ”saya langsung ke rumah mantan mertua saya, saya sampaikan pesan putrinya kepada ibunya, saya juga mohon untuk mempertimbangkan permintaan saya untuk rujuk kembali. Kami bertangisan dan dia hanya bilang akan mempertimbangkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun tersenyum mendengar tuturnya yang bersemangat. Ada desiran di dalam hatiku bahwa bagaimana apabila keadaannya nanti bukanlah seperti yang dia harapkan, apakah dia siap. Dia maha membolak balikkan hati manusia. Namun aku menahan diri untuk tidak mengatakan apa – apa kepadanya, kecuali ikut tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mas, kesusahan bisa datang kepada setiap orang, begitu juga kegembiraan dan kemulyaan hidup. Setiap orang harus siap memetik hasil panenan dari apa yang dia tanam, ngunduh wohing pekerti”, kataku. ”dulu ada seorang remaja menangis sepanjang jalan di tengah hujan yang lebat, karena dia harus jatuh bangun menuntun sepedanya yang digoyang oleh goyangan air banjir dari truk besar yang melintas di jalan Kusuma Bangsa Surabaya. Dia berucap sambil mengayuh sepedanya bahwa semua itu akan menjadikannya kuat dalam menempuh jalan hidupnya serta akan ada balasan yang baik dari langit atas cucuran airmatanya itu”, kataku mengalihkan perhatiannya. Dia terdiam sesaat mungkin mencoba mencari benang merah cerita ini dengan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun melanjutkan “remaja itu adalah pengayuh sepeda satu – satunya di sekolah yang hampir semua siswanya memakai sepeda motor dan mobil. Rasa minder melingkupi dirinya setiap saat, ketika setiap ada ajakan untuk bersenang – senang setiap hari libur, dia tidak bisa ikut bersama teman – teman sebayanya, karena dia harus bekerja di pabrik sebagai kuli”. Hanya keyakinan yang kuat bahwa langit menyaksikan semua yang ada di bumi, di kegelapan malam selalu ada setitik keyakinan yang berhimpun dari malam ke malam berikutnya di hati remaja itu bahwa rintihan dan munajahnya didengar oleh sang maha mendengar, dilihat oleh sang maha melihat dan suatu hari nanti semuanya akan berubah”. Aku menutup kisah itu dengan kata – kata pelan “mas juga harus kuat dan punya keyakinan seperti itu untuk merubah keadaan mas. Apa yang baik menurut mas, belum tentu sungguh - sungguh baik sebenarnya, demikian pula sebaliknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dikejutkan oleh sebuah deringan telpon. Bagus melihat telepon genggamnya dan mohon ijin untuk membaca pesan singkat yang masuk. ”dari istri saya, mudah – mudahan berita baik”. Katanya. Dalam hati saya tersenyum ”harusnya bukan dari istri saya, tapi mantan istri saya, mas”. Sejurus kemudian, raut wajahnya berubah, dia berucap pelan ”pak, dia menolak permintaan saya dan akan menseriusi hubungan dengan pria itu. Habis sudah harapan saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sungguh perempuan bisa menjungkir balikkan hati laki – laki. Hanya seseorang yang luar biasa yang bisa keluar dari lingkaran permainan nasib seperti ini. Hanya kasih sayangNya yang bisa selamatkan hati yang gelisah seperti ini. Kegelisahan dan kecemasan adalah tipu daya nafsu”, kataku dalam hati sambil tersenyum ”aku hanya perlu mencintaiMU, agar tidak pernah sakit seperti temanku ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mas sudah hampir jam dua belas, mari kita ambil wudhu, kita sholat saja sekuatnya, dan yakinlah bahwa Allah mendengar dan melihat kita. Allah sudah menyatakan bahwa minta pertolonganNya dengan sabar dan sholat, dengan sholat hati akan menjadi tenang”, kataku tulus. Kami berduapun masuk ke dalam masjid setelah bersuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar isak tangis Bagus di ujung sebelah kanan. Aku yang mengambil tempat kesukaanku, persis di tengah masjid, hanya mampu bersimpuh menyebut namaNya ” Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim, Yaa Malik, Yaa Qudus, Yaa Salam, Yaa Mukmin, Yaa Muhaimin, Yaa Aziz, Yaa Jabbar, Yaa Mutakabir, Yaa Kholik, Yaa Bari’, Yaa Mushowir, Yaa Ghofar Yaa Qohar ... ampuni hamba Yaa Rabb, kepadaMu aku berserah diri dan hanya kepadaMu aku berharap, Yaa Shomad”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjelang dan kamipun berpisah. Sekilas aku lihat wajahnya lebih tenang dan bercahaya dalam kesedihannya yang dalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3813932600877494865?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3813932600877494865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3813932600877494865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3813932600877494865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3813932600877494865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/kegelisahan-hati-3-malam-dingin-sekali.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-2884739185578856009</id><published>2007-12-07T11:20:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kegelisahan Hati (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari dalam kesunyian pagi yang bening ini, kita lepas sejenak semua beban di pundak kita. Lemaskan seluruh anggota tubuh kita. Lepas semua beban pikiran juga. Sampaikan salam kepada Rasulullah, Sampaikan salam kepada seluruh malaikat yang hadir di majelis dzikir ini. Katakan dengan pelan dalam hatimu bahwa hanya ada satu yang maha tunggal dalam jiwamu, katakan bahwa engkau mencintainya dan membutuhkannya dalam setiap helaan nafasmu. Rasakan cahaya terang dalam seluruh jiwamu, dan katakan “teranglah terus dari hari ini dan esok nanti”. Dan mari kita buka hari ini dengan semangat baru untuk berjalan lurus sesuai dengan amanahNya, lupakan hari kemarin, karena kita hidup untuk tujuan akhir di masa depan, semoga kaki kita dikuatkan di jalanNya. Amin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada suara, semuanya hening, aku melepaskan seluruh beban yang menyesak di dada “Allahuakbar, Yaa Mushawir, betapa indahnya pagi ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih duduk tercenung, ketika langkah – langkah kecil menuju keluar dari ruangan hening ini. Tiba – tiba seorang mengucap salam dari sisi kananku. Aku membalasnya dan tersenyum kepada Bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, saya mengerti ternyata semua ini bukan kejadian yang tiba – tiba, saya menuliskan cerita hidup saya, tapi saya tidak siap ketika cerita itu menjadi kenyataan. Saya ingin mengulang kembali dari awal, tapi bisakah ?.” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang tidak mengerti kejadian apa yang menimpanya. Aku hanya tahu sepotong tadi malam dari salah satu jamaah bahwa Bagus sudah dua tahun mengundurkan diri dari perusahaannya bekerja dan sekarang berwiraswasta, Akupun mencoba bijaksana dengan mengatakan ”Mas, apa yang kurang dari kehidupan mas, istri, anak dan penghasilan punya, lalu apa yang merisaukan mas ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terdiam, lalu menyampaikan pelan dalam isak tangisnya ”saya sudah kehilangan semuanya pak, empat bulan lalu, istri saya sudah dikabulkan permohonan cerainya oleh pengadilan, anak saya yang pertama belum tahu, tapi dia sudah merasa bahwa bapak dan ibunya tidak seperti dulu, karena kami tidak pernah lagi datang berdua menengoknya, malah ibunya sudah jarang kesana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sekarang bekerja menjadi tukang potong rambut di rumah dan menunggu rumah kontrakan, sementara saya seperti pecundang karena istri saya berpenghasilan lebih besar dan dialah yang membiayai sekolah anak – anak kami. Beberapa hari lalu, dia datang mengantarkan Jehan, putra kami, dengan diantar oleh seorang pria. Ketika istri saya turun dari mobil pria itu, hati saya kacau, saya tidak terima”, katanya. Dia terisak sebentar dan menghapus air matanya dengan baju kokonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya cemburu dan hancur, belum pernah saya merasakan hal seperti ini ketika kami bersama dulu. Saya bayangkan bagaimana mereka bermesraan, tertawa dan bercanda. Saya tidak bisa menerima kenyataannya itu. Saya mencoba untuk datang kerumahnya dan bersimpuh di hadapannya, mengajaknya kembali membina rumah tangga ini dari awal lagi. Tapi usaha saya sia – sia, saya ditolaknya mentah – mentah. Saya sudah hancur pak, apa yang harus saya lakukan sekarang”, keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam lidahku keluh, Yaa Haadi, yang maha memberi petunjuk, tuntun lidahku untuk bicara atas namaMu. ”Mas, bicaralah apa saja kepada saya, keluarkan semuanya, supaya mas lega, saya bisa mengerti apa yang mas rasakan sekarang”, kataku lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia ceritakan semua kejadian di masa lalunya. “awalnya saya tidak menyadari akan sejauh ini. Kami sangat sibuk, karir kami sedang bagus – bagusnya, sehingga akhirnya kami jarang bersama lagi. Ego saya berontak dan saya merasa tidak lagi dilayani sebagai suami. Istri saya terlalu lelah bahkan untuk membuatkan secangkir kopi, apalagi kewajiban istri yang lain. Di sela waktu itu, datanglah seseorang dari masa lalu saya, kamipun terbawa suasana, dia sedang kalut dengan pasangannya dan sayapun begitu, sampai akhirnya sebuah pesan terbaca oleh istri saya. Dia menceritakan semua yang telah dialaminya bersama saya, saya tidak tahu apa maksudnya, mungkin juga dia masih memendam rasa sakit ketika saya tinggal menikah dengan istri saya, Sampai akhirnya istri saya tidak lagi mempercayai ucapan maaf saya dan terjadilah apa yang sekarang terjadi. Semua ini salah saya, pak”, katanya menangis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudahlah mas” saya pegang pundaknya. ”setiap orang pernah membuat kesalahan, tupai yang pandai melompatpun pernah jatuh, tapi dia bangun setiap kali terjatuh. Hanya mas sendiri yang bisa selesaikan masalah ini. Kuatkan hati dan niat untuk melangkah lagi, membuka kehidupan baru yang lebih terang”, kataku selembut mungkin. ”mari nanti malam kita bahas lagi, lalu dini hari nanti mari saya temani sujud untuk taubat dan bermunajat kepadaNya, menyerahkan semua masalah ini dan mendapatkan petunjuk yang baik untuk keluar dari masalah ini”, kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun berpisah ketika matahari sudah mulai meninggi. Aku bergegas pulang dan bersiap mengantar Fika, si bungsu, ke sekolah dan sekalian berangkat bekerja. Semoga Allah tunjukkan jalan terang kepada hambanya yang gelisah dalam kegelapan. Semoga aku temukan penerang hatiku di jalanan yang aku lalui :-).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-2884739185578856009?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/2884739185578856009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=2884739185578856009&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2884739185578856009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2884739185578856009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/kegelisahan-hati-2-mari-dalam-kesunyian.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4178583409214260452</id><published>2007-12-07T11:17:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T19:46:03.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kegelisahan Hati (1) ”Begin with the end of mind, mulai dengan tujuan akhirmu, apa yang menjadi target di akhir hidup kita ini. Sudah ribuan kali ayat kitab suci kita baca. Sudah ratusan pengajian kita hadiri. Namun pada umumnya kita belum sadar bahwa hidup ini pada akhirnya akan usai dan kita harus menghadapi suatu konsekwensi dari cara hidup yang kita pilih sepanjang jalan kehidupan itu. Mari mulai kita renungkan bagaimana kita akan memilih cara mengakhiri hidup ini, apakah kita akan mengakhiri dengan senyum kemenangan, lega dan merasakan ridhoNya atau cara yang lain. Mudah – mudahan kita semua disini tidak pernah melantunkan rintihan penyesalan di alam barsah ini seperti jiwa yang lain “seandainya aku tahu begini, maka aku akan menjalaninya sesuai dengan apa yang telah kau sampaikan lewat utusanMu, mohon berilah aku kembalikan aku ke dunia ….”. Itulah sepotong penggalan kultum subuh Beningnya Kalbu di Masjid Sabilul Muhtadin di penghujung bulan Syahban 1428 H. Setelah usai hampir semua jamaah beranjak pulang, tinggal 5 orang yang meneruskan asyiknya bertafakur. Semoga kemuliaan selalu atas diri mereka yang memuliakan namaNya. Tiba – tiba seorang pemuda menghampiriku dan menyalami tanganku, cepat aku tarik tanganku ketika dia akan menciumnya. “Pak, saya baru kali ini tergetar mendengarkan kultum, belum pernah saya mengalami hal ini sebelumnya”, dia membuka pembicaraan. “Lho memangnya mas sedang kenapa?”, balasku agak ragu. “Saya sedang gelisah tentang diri saya, saya ibarat jiwa yang penuh penyesalan di alam barsah tadi”, jawabnya pelan, ada getir tergigit di lidahnya. “Begini saja mas, kapan – kapan kita akan diskusi lebih dalam, sekarang pesan saya, cari dulu apakah sumber kegelisahan mas, tuliskan satu satu dan jawablah sendiri, mengapa ini terjadi, cukup sampai lima kali kenapa saja, nanti kita ketemu lagi, saya harus siap – siap bekerja”, jawabku memberikan harapan. Kamipun berpisah di pagi itu. Di perjalanan menuju kantor aku teringat pemuda itu. Namanya bagus, orangnya gagah, tubuhnya atletis dan terurus, selalu kelihatan rapi. Aku pernah mendengar dia adalah ketua Serikat Pekerja di salah satu perusahaan besar, di desa dia kenal sebagai penggerak karang taruna, tidak jarang dia membubarkan kelompok pemuda yang sedang pesta miras, dia juga aktif di berbagai kegiatan sosial. Beristri dan punya putri, yang disekolahkan di pondok pesantren terpadu, dan seorang putra yang lucu. Istrinya juga seorang wanita karir. Pendidikan mereka sampai sekolah menengah, namun bagi lingkungan desa, status sosial mereka cukup baik, sebagai pasangan muda yang cukup berhasil. Mereka cukup dikenal karena memiliki investasi berupa rumah petak sewaan yang lumayan jumlahnya. Lalu apa masalahnya sehingga pagi tadi dia kelihatan kuyu, kurus dan matanya sembab, mustahil hanya karena kultum yang sedemikian pendek itu dia menangis sampai begitu hebohnya. Tidak terasa aku memasuki halaman kantorku, aku segera ganti episode di otakku. Seharian lagi aku disini tidak terasa sore sudah hampir tiba. Rembang pentang merambah jalanan kota, di ujung selatan sana, sebagian orang meratapi nasibnya karena rumahnya digulung lumpur. Sebagian lain sedang bergembira bersama anak – anaknya di alun – alun kota udang ini. Aku meneruskan laju mobilku dengan menikmati alunan ”home”. Dalam kesendirian ini, aku mendesah pesan ”aku akan pulang dengan hati lega, tuntun aku lurus menuju Mu”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4178583409214260452?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4178583409214260452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4178583409214260452&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4178583409214260452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4178583409214260452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/kegelisahan-hati-1-begin-with-end-of.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-3037836687541463320</id><published>2007-12-07T10:45:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T10:47:18.131+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang Gila (Episode 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan merah kelabu, menjadikan senja begitu indah. Rasa temaram malam itu bergetar ketika ditimpa suara ”marilah datang kepadaku, menuju kemenangan”. Cepat aku mundurkan mobil dan masukkan ke tempatnya. Aku guyur tubuh dengan air dingin, sabun cair dan air dingin lagi, handuk kering membuatku segar.  Kupakai pakaian kesenanganku celana katun putih dan baju klowor putih, ”aku datang memenuhi panggilanmu, terima kasih kau berikan kesegaran dan kekuatan ini”. Dua puluh langkah sampailah aku di lantai masjid. Disisi kanan masjid, aku lihat ada kesibukan dan ketika kutengok, beberapa ibu sedang memmpersiapkan nasi tumpeng dan jajanan pasar serta beberapa termos kopi dan teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”wonten menopo nggih bu, kok sami repot sedaya?”, sapaku dengan bahasa jawa sekenanya.  ”wah pak, sameniko malem nisfu syahban, mangke badhe sholat khajat”. ”Oooo ....” aku terdiam dan teringat janjiku pada si Eman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menyelesaikan sholat maghrib, lalu pulang. Sampai di rumah, kulihat telepon genggamku nyala, 2 sambungan tak terjawab dan 1 pesan singkat dari seorang teman lama. Aku jawab singkat juga, bahwa aku di rumah. Malam begitu cepat datang, Adzan isya’ sudah menggema, aku melangkah keluar pagar rumah dan dari jauh aku lihat Eman memakai jaket merah sudah ada di depan masjid. Dia melambaikan tangan ketika melihat diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Assalamu’alaikum boss, saya mau sholat tapi koq kayak gini boss.. ” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelahku Pak Dwi sedang hendak masuk masjid, mendengar itu, dia bilang ” perlu sarung yaa, saya ambilkan”, lalu dia bergegas pulang ke rumahnya disamping masjid. Pak Dwi keluar membawa sarung baru dan diberikan kepada Eman. Ketika Eman keluar dari kamar mandi dan sudah mengambil air wudhu. Berpapasan dengan ustadz Syahrul yang hendak menjadi imam sholat, dilepasnya kopiah beliau dan dipasangkan ke kepala Eman, setelah tahu kalau Eman hendak sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eman sholat di depan, shaft paling utama, sementara aku ada di shaft ke tiga, shaft terakhir orang dewasa, di belakangku anak – anak dan remaja berjajar rapi dan ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sholat selesai, aku keluar masjid dengan santai dan duduk di beranda sambil menyalami orang yang pulang atau lewat. Seseorang menepuk pundakku dari belakang ”Assalamu’alaikum pak haji”, katanya. ”wa’alaikum salam wr wb, eh kamu Gung, kok disini ayo kerumah yok, long time no see”, kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Udah deh disini, only short time, I just make sure that you are allright dan healthy, aku otw ke juanda, mo balik pulang, mo nengok ibu di Jakarta”. Agung, teman lama sekaligus mantan klienku, seorang pengusaha sukses. Kami berjabat tangan dan dia selipkan dua amplop di bajuku. Belum sempat kutolak. Dia sudah menyampaikan ”bukan untuk kamu, aku tahu itu pak haji, kau juga lebih tahu bahwa ada yang membutuhkan bantuanmu”. Kemudian Agung berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaa Robb, engkau selalu membuat hidup ini jadi sangat indah, engkau lingkupi aku dengan teman dan sahabat pelipur lara serta menyejukkan hati. Selamat Jalan teman, sampai bertemu lagi, semoga kemuliaan selalu atasmu”, gumamku lirih dan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu amplop berpindah ke Eman untuk melunasi hutangnya dan satu amplop masuk ke masjid seperti amanah pemberinya, untuk anggaran ramadhan bulan depan. Aku pulang dan tertidur pulas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-3037836687541463320?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/3037836687541463320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=3037836687541463320&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3037836687541463320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/3037836687541463320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/orang-gila-episode-3-awan-merah-kelabu.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4671661800411951495</id><published>2007-12-07T10:40:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T10:45:32.006+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Orang Gila (epiode 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu desiran angin lembut menemani kami, pengurus masjid, bercengkrama di beranda, membuat rencana apa saja untuk menyambut Ramadhan bulan depan. Aku tidak begitu antusias, karena penat di kantor tadi dan pikirku masih tidak bersamaku di majelis ini. Aku tak tahu ada dimana J.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Assalamu’alaikum, Boss. Pijat lagi supaya tidak capek seperti ini”, suara yang tidak asing bagiku, satu minggu lalu dia sudah muncul lagi. Pemijatan dimulailah, tapi kali ini aku menyimak apa yang dikatakannya. ”Allah Azza Wa jalla, yaa abi yaa umi, assalamu’alaikum. Wa barokah, Wa syukron, Wa Barokah .... ”. Katanya ketika hendak mulai memijat kepalaku. Lalu aku tanya ”wah doa apa itu, koq saya jarang dengar, doa khusus yaa”. ”wah enggak boss, ini penghormatan saya saja kepada tuhan, ayah dan ibu saudara yang sudah bikin kepala ini dengan susah payah dan keluar ke dunia”, katanya diiringi ketawa yang keras dan diakhiri dengan kalimat ”koyok wong teges yooo ... padahal gendheng”. (seperti orang waras aja yaa, padahal gila).. lalu tertawa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu menggelitik hatiku ” wahai jiwa yang menyesal, siapakah engkau ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba aku dikejutkan suaranya yang serak ” wah boss, sampeyan ini punya garis yang bagus, jadi orang yang pangkat ....sampeyan sering keluar negeri, tapi situ harus hati – hati, soalnya kadang ada aja yang enggak suka, apalagi situ enggak suka politik ... emang politik enggak baek, ya boss .. bener enggak ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wah kalo ini sih, bukan bicaranya orang enggak waras, ini suara orang waras begete”. kata hatiku. ”emang sampeyan ini siapa pakai megang – megang segala dan sampeyan tahu siapa saya koq bisanya berani megang – megang. Di amnapun ada yang enggak suka, ada rasa bosan, ada yang suka, ada rasa semangat, ada rasa takut dan lainnya itu wajar” kataku sekenanya dengan memperlakukan dia sebagai orang waras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aduh ampun tuan, ampun boss, sampeyan ini Sunan Jawa, yaitu Sunan yang tidak pakai sorban, ampun boss, makanya boss mengerti betul masalah ini, emang bener juga khan kata saya tadi, boss tidak suka politik”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”kali aja saya Sunan Jawa dan sampeyan mengenalnya, maka saya minta anda untuk sholat segera dan jangan cuman mampir mijat di depan masjid ini, coba lihat punya KTP apa enggak?”. kataku seenaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia keluarkan dompetnya yang butut, masih ada tulisan Cartier terlihat disana. Dia sepertinya tahu yang aku pikirkan dan nyeletuk ” ini asli punya boss, dikasih temen waktu di Jakarta dulu. Nih KTP saya mau yang mana, Jakarta ada, Bogor ada, Bandung sudah mati, dan ini KTP sini”. Katanya sambil ditunjukkan beberapa KTP. Aku baca lahir Bandung, 1 Januari 1951 (111 - J).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Boss sholat itu hanya untuk orang yang berdosa dan punya salah, makanya dia taubat, kalo orang gendhen seperti saya mana ada dosa, makanya saya bebas sholat. Saya tidak perlu sholat di Masjid boss, malah nanti najis masjidnya, tapi dzikir saya tiap malam, ketika boss tidur”, gumamnya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”bener nih, ini bukan omongan orang gak waras”, gumamku lagi. ”begini lho, pak Eman, kalo saya lihat ini sebagai teman baik, saya teman baik anda bukan?. (dia mengangguk). Sampeyan ini bukan orang gendheng, sampeyan ini sangat waras, mereka yang enggak ngerti omongan sampeyan, menyebut sampeyan gendheng, dalam hati sampeyan, saya yakin ada kesadaran bahwa sampeyan sangat waras, makanya ayo sholat, mumpung harinya masih panjang dan baik sekali seperti sekarang”, kataku serius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”nanti ae boss, badanku kotor, baju dan pakaianku juga tidak layak, kalo nanti sudah mandi bersih, aku sholat lagi”, katanya sambil matanya terpaku menatapku. Ada kekosongan jiwa disana, ada semacam kerinduan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eman tidak pernah muncul lagi sampai di minggu pertama bulan Syahban. Dia muncul sendirian ketika bulan agak purnama di langit sunyi. Kala itu aku juga sedang mencari angin dengan segelas minuman dingin, sogem (soda, susu dan sirup merah) di beranda Masjid. Wajahnya kuyu dan kusam, tidak ada ketawa dan senyuman yang biasa  menghiasi kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Assalamu’alaikum boss, saya pusing boss, dikejar dosa dan tidak nyaman, gak enak boss”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”wa’alaikum salam wr wb, makanya sholat, supaya tenang, tidak ada yang bisa bikin pusing sampeyan, kecuali ya sampeyan sendiri”, kalimat itu meluncur begitu saja. Cepat – cepat aku menyambung ”jangan marah, saya juga tidak ingin sok – sok an, saya bukan kyai, ustadz atau semacam itulah, cuman kita khan sudah jadi teman”. Lalu kataku ”memang masalah sampeyan apa, kok merasa berdosa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setahun lalu, saya ini dipercaya orang, untuk dimodali jualan minyak wangi, parfum mewah dari import boss, lama – lama karena pasar sepi, duitnya abis dipake ongkos, orangnya mah baik, tapi saya cicil tidak mau, maunya itu dibayar kontan, biar sampai kiamat, mana mungkin saya dapat uang ratusan rebu, boss”, katanya panjang। &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini bulan syahban minggu pertama, datanglah lagi nanti pas malam pertengahan syahban, akan ada banyak jama’ah di Masjid ini, mandilah, bersucilah, pakai pakaian yang suci pula dan makanlah disini, mudah – mudahan Allah ijinkan ada yang membantu masalah ini”, kataku datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terima kasih ... insya Alloh saya datang”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diapun berlalu dan akupun menghabiskan malam dengan segelas sogem lalu pulang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4671661800411951495?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4671661800411951495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4671661800411951495&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4671661800411951495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4671661800411951495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/orang-gila-epiode-2-malam-itu-desiran.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-5983000067323886300</id><published>2007-12-07T10:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T10:39:57.710+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kisah – kisah yang ditulis disini bukan sesuatu yang luar biasa bagi kebanyakan orang, namun kisah – kisah ini terjadi melintas bersamaku selama bulan Rajab sampai Ramadhan 1428 H, yang menurutku menjadikan sesuatu yang bernilai untuk dikenang. Seperti biasanya aku hanya menafsir bahwa Allah, Sang Maha Segalanya, menyampaikan pelajaran kepadaku dengan caranya sendiri yang sungguh menakjubkan. Semoga bermanfaat bagi dirimu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Gila (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam cukup pekat, beberapa orang masih berleha – leha di depan Masjid Sabilul Muhtadin, setelah menyelesaikan sholat Isya. Ada yang merebahkan dirinya sambil membaca shalawat. Tidak lama kemudian, cuman suara ”dengkur” yang terdengar, teratur dan tenang, seakan lepas semua beban ke alam raya. Sebagian lain masih berdiskusi tentang hal – hal keutamaan bulan Rajab. ”aku besok mau puasa ah, kebetulan tidak ada borongan selama 3 hari, belum pernah aku puasa di bulan Rajab” kata pak Suwandi, tukang kayu dan stel pintu. Sebagian yang lain kemudian menimpali dengan dalil – dalil fikih dan sebagian yang lain ada yang menceritakan pengalaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Assalamu’alaikum pak ustadz”, sebuah suara memecahkan keasyikan kami. ”Aha, Pak Dwi, Bos kita ini, apa khabar bos?.” kata orang itu dengan suara seraknya dan kemudian tertawa keras. ”Wa’alaikum salam, khabar’e apik ae, ayo sini, duduk – duduk sini dulu, darimana kok lama ndak kelihatan?”. Sambut Pak Dwi dengan ramah. ”Ah saya ya biasa muter – muter sini aja, bisnis sepi bos”. Jawab orang itu lagi. ”ayo sini saya pijat seperti biasanya” katanya lagi kepada Pak Dwi. ”ha ha ha, sampeyan ini ada saja, saya baru pijat, ini aja ada gus, ini kelihatan capek sekali khan”, jawab pak Dwi sambil menunjuk ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”assalamu’alaikum Gus, mari saya therapi, sampeyan capek sekali yaa”, katanya langsung duduk di sebelahku. Aku tidak sempat mengatakan apa – apa, dia sudah meraih kakiku dan dipijatnya telapak kakiku. Semua orang tertawa tanpa aku tahu sebabnya. Aku amati postur orang ini. Tingginya 160 cm, berat sekitar 50 kg, kurus, kulit putih, hidung mancung, mata cekung tajam, rambut gondrongnya menipis tidak beraturan ditutup topi, cambang dan jenggot lebatnya menutup bibirnya yang tipis. Tubuhnya dibungkus celana jin dan kaos dibalut jaket hitam, dileher beberapa kalung melingkar dan ditangannya cincin serta gelang menjadikan dia lengkap seperti penyanyi country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam saja ketika dia menceritakan anatomi tubuhku dan therapy yang dia lakukan, kemudian disingkapkan celana pendekku, pahaku di pegangnya. Orang – orang di sekitarku tertawa keras dan meledeknya dengan kata ”awas – awas, jangan macam – macam lho ya”. Aku masih diam saja, karena aku sudah terbiasa dengan guyonan teman – temanku, lagian pijatan orang ini biasa saja, tidak ada istimewanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namanya siapa boss ?. Kita belum pernah kenalan yaa ”, katanya ramah. ”saya biasa dipanggil gus, Bapak sendiri siapa namanya?”, kataku datar. ”saya disini paling disebut orang gendheng, boss”. ”permisi ya boss, mari saya hilangkan pusing – pusingnya”, katanya sambil meraih kepalaku. Belum aku sempat jawab, sudah terdengar suara tarikan nafas dan ucapan salam. Kemudian dia ucapkan doa atau mantra sambil memegang kepalaku, lalu dilakukan pijatan – pijatan dan diceritakannya bahwa ini terapi untuk pusing, peredaran darah, kecerdasan otak dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai dengan pijatannya, maka dia duduk disebelahku dan dihisapnya sebatang rokok yang diambilnya dari salah satu bungkus yang berserakan di lantai itu. ”aduh nikmatnya rokok mahal ini, seharian saya jalan belum ketemu rokok sama sekali ”. Lalu seorang bapak menyodorkan segelas kopi susu sebagai teman dia merokok. ”terima kasih, terima kasih katanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Dwi menyodorkan beberapa uang ribuan dari saku celana pendeknya. ”wis iki ya ongkos pijatnya terima seadanya dulu yaa ...” katanya ramah sambil tersenyum. Aku tidak memberikan apa – apa wong emang enggak ada apa – apa disakuku.&lt;br /&gt;”Oke Boss, tidak masalah, kita diterima saja sebagai sahabat sudah seneng yaa, ya boss ya. Terima kasih, terima kasih, assalamu’alaikum”. Katanya sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedetik setelah orang itu berlalu, maka mulailah orang – orang bercerita kepadaku siapa orang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bah tiyang niku wau नमी'neEman (orang tadi namanya Eman)”, kata Cak solekhan, penjual lontong balap yang ngontrak rumah di sebelah masjid. Cak Solekhan termasuk pendatang yang sudah lama tinggal di desa ini. Selain profesinya sebagai penjual lontong balap, Cak Solekhan juga imam sholat dan ketua yasinan di beberapa masjid di desa ini. ”rumiyen tiyang niki sugih, bapak’e kapten angkatan udara, nggriyone ageng ten dusun kurek, tapi sak niki tilem ten pondok sosial, sak aken tiyang niku, sak niki rodhok edan, sanjang’e tiyang – tiyang lho niki” (dulu orang ini kaya, ayahnya seorang kapten di angkatan udara, rumahnya besar di dusun kurek, tapi sekarang dia tinggal di panti sosial, kasihani sekali dia, sekarang agak gila, kata orang – orang lho ini)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”pancen edhan temen, khan, gak katek rodhok, aku ae gak sepiro paham omongane” (memang gila beneran, (Sole)khan, enggak pakai agak, saya saja tidak begitu mengerti apa yang dia katakan”), celetuk salah seorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eman kebanyakan ngelmu, pak” Kata pak (Wagi) Ran. ”Dulu waktu orang tuanya kaya, dia tidak sekolah, malah hidupnya penuh dengan foya – foya, hampir seluruh anak pejabat eselon di Jakarta, dia kenal dan menjadi teman dugem”. Kata Pak Ran. Lanjutnya ”Sampai akhirnya dia pulang ke rumah neneknya di Bandung dan menjadi pengusaha angkot, kemudian dia kawin dengan perempuan yang sangat cantik. Tapi dasar Eman masih terus sama kesenangannya di Jakarta, maka perempuan itu akhirnya ketahuan selingkuh. Eman menceraikannya dan diberikan seluruh hartanya kepada mantan istrinya itu. Itu yang pernag saya dengar tentang beliau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”lho terus apa hubungannya rumah yang berantakan sama kebanyakan ngelmu, ngelmu khan bagus – bagus aja”, kataku memancing di air jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Katirin yang diam saja, lalu menyambung ””setahu saya Eman, kemudian meninggalkan Jakarta, dan masuk kembali ke dusun Kurek ini tahun 1976, orangnya memang perlente, tidak lama kemudian dia kawin lagi dengan seorang janda perwira polisi di Blitar. Perkawinan itu hanya tahan selama 5 bulan, karena Eman takut kepada perwira yang masih mencintai mantan istrinya itu. Ketika dia melihat perwira itu datang lagi menemui istrinya dikamarnya suatu hari, Eman langsung meninggalkan rumahnya dan tidak pernah kembali lagi. Sejak saat itu dia mulai limbung menjalani kehidupannya dan pindah ke Jember”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”waktu di Jember inilah, Eman mulai memasuki dunia hitam, dia menjadi ”papi” beberapa perempuan kalap yang tinggal di rumahnya. Masya Allah, dia mendirikan rumah bordil disana. Dua tahun dia disana, kemudian dia membubarkan rumah bordil itu setelah mengawinkan anak – anak asuhnya itu dan kembali ke sini lagi dan tinggal menyendiri di komplek dinas sosial itu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan mozaik mengenai orang gila itu semakin lengkap dalam bingkai otakku. ”lha terus kok jadi gak waras gimana ceritanya, wong tadi ya biasa saja, waras – waras aja”, aku melempar umpan di pancingku yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eman kemudian menyepi dan belajar ilmu agama dari Ibunya, sekarang ibunya yang sudah sepuh itu menjanda dan tinggal di Bogor. Ibunya memang mempunyai ilmu warisan keluarga dan adik Eman adalah salah satu pewarisnya, dia seorang supranatural dan penyembuh yang cukup dikenal di Jakarta. Langgananane akeh pejabat, Boss”, Kata Bapak lainnya. ”lah nggeh ngoten niku akhir’e, Eman mboten kiat pikantuk ilmu pamungkas saking ibune” (nah seperti itulah yang terjadi, Eman tidak kuat menerima ilmu pamungkas dari ibunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”beberapa tahun dia sempat praktek paranormal di Jakarta bersama adiknya. Lima tahun yang lalu, adiknya meninggal dunia dan harta hasil jerih payah praktek bersama Eman dikuasai istrinya. Eman yang tadinya cukup baik ekonominya, kemudian jadi gelandangan dan edhan lagi”. Kata Pak Ran. lalu dia pergi ke Jombang, jadi penjual buku di desa – desa membantu sebuah pondok pesantren. Setahun kemudian dia balik lagi kesini. Kami tidak pernah tahu kegiatannya apa, tapi dia tiap hari dia keliling di Surabaya, kadang keliatan disini bawa tas isinya batu akik, minyak wangi, atau jam tangan; kadang tidak muncul lama sekali. Karena keliatan selalu kucel dan kayak jarang mandi, jadinya orang – orang menyebutnya orang gendheng. Pernah sekali waktu, dia dibilang gendheng dan suka ngarang cerita, lalu dia bilang bahwa nanti malam dia akan membuktikan dirinya sebagai pemenang lotere, gak ada orang percaya. Dia pasang nomor porkas dan esoknya dia menang tiga juta rupiah, Uang itu dia bagi – bagikan ke seluruh janda miskin di desa ini, tidak sepeserpun dia ambil”. Pak Ran menyudahi ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eman sebuah fenomena yang menarik. Begitu banyak cerita yang dia kenalkan kepada banyak orang dan setiap orang mempunyai gambaran sepotong – sepotong tentang dirinya karena mereka berasal dari generasi yang berlainan. Ketika potongan itu disambungkan maka jelaslah siapa dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terpekur sendiri di depan masjid. Sebuah desiran suara lembut menciumku dan membisikkan ”Makanya jangan pernah menghakimi sesuatu atau seseorang hanya dengan sepotong cerita. Wahai jiwa yang penuh penyesalan, hanya taubatlah yang akan membawamu kembali kepada jalan tuhanmu, dialah yang maha pengampun lagi maha penya&lt;/span&gt;yang”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-5983000067323886300?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/5983000067323886300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=5983000067323886300&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5983000067323886300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5983000067323886300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/kisah-kisah-yang-ditulis-disini-bukan.html' title=''/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-7995287094105986473</id><published>2007-12-04T07:52:00.000+07:00</published><updated>2007-12-04T08:09:20.112+07:00</updated><title type='text'>My Daughter</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Waktu berjalan cepat sudah hampir pukul tiga sore. Pakaian, obat – obatan, dokumen, semua sudah disiapkan, tapi belum dimasukkan ke koper kecil, karena putri kecilnya masih erat memegang tangannya sambil minta dibacakan cerita atau kadang mengajaknya rebahan. Kadang dilihatnya butiran air mata mengalir dari sudut kelopak matanya "pak, kalau perginya lain kali habis aku ujian, apa bisa ya?", katanya lirih. Hatinya tercekat. Lalu dipeluknya dan dibisikkan dengan lembut kepada putrinya "kalau mau seperti itu juga enggak apa – apa, tapi harus dibatalkan dan tidak bisa pergi lain waktu. Enggak apa – apa nanti tiket yang sudah tidak bisa dibatalkan, dipotong aja dari gajiannya bapak".&lt;br /&gt;"mahal ya pak", balas putrinya। "ya, sangat mahal untuk kita saat ini", balasnya singkat. "kalau begitu pergi aja pak, nanti malah dimarahi sama bosnya, aku sudah sehat koq, aku nanti belajar UTS sama kakaknya aja", kata putrinya. Dia Cuma tersenyum. Dia tahu sekali bagaimana perasaan hati putrinya setiap kali dia hendak pergi ke luar kota atau ke luar negeri. Dia juga tahu bahwa air mata itu pasti akan hadir di sudut mata yang indah itu. Setelah itu semuanya akan baik – baik saja. Begitu juga dia, sepanjang pengalaman hidupnya, suasana temaram hatinya itu akan hilang begitu langkah ke sepuluh yang dia lakukan tanpa menoleh ke belakang dan semuanya akan berjalan sesuai keadaan yang akan ditemuinya. Kondisi kehidupan masa lalunya yang kelam dan keras membuat dirinya berubah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu mensugesti dirinya bahwa kehidupan adalah masa depan dan masa lalu hanyalah pijakan ke masa depan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Jadi tidak sampai semenit lagi untuk mencapai sepuluh langkah biasanya suasana akan lebih nyaman bagi dirinya.&lt;br /&gt;"Sambutlah aku wahai masa depan, wahai sang maha damai, aku mohon kedamaian dari masa depanMU", gumamnya setiap kali hal ini terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-7995287094105986473?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/7995287094105986473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=7995287094105986473&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7995287094105986473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7995287094105986473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/12/my-daughter.html' title='My Daughter'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4198798416152838215</id><published>2007-10-05T20:06:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T18:57:03.186+07:00</updated><title type='text'>1 tahun yang lalu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 12pt; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Assalamualaikum Wr, Wb,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 12pt; font-style: italic; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;Mungkin Bapak sudah lupa pada saya, tetapi saya tetap masih ingat Bapak.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;Kita pernah bertemu mungkin setahun yang lalu Saat bapak mewawancarai saya.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;Saya mohon maaf atas segala kesalahan saya baik yang saya sengaja maupun&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt; yang tidak saya sengaja, mudah mudahan dibulan suci ini kita semua mendapat rahmat, maghfiroh dari Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;Saya sangat berterima kasih sekali pada Bapak atas nasehat nasehatnya yang&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt; selalu saya ingat sampai sekarang dan sangat bermanfaat buat saya dalam menjalani hari hari saya. &lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 12pt; text-align: justify; color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Alhamdulillah Pak, saya masih tetap di Bandung. Perusahaan Tempat saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; kerja kondisinya sudah membaik dan mulai banyak loading lagi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"&gt;Sekarang malah mulai kesulitan mengatur jadwal produksi, sebab beberapa pelanggan minta segera diselesaikan ordernya. Inilah tantangan buat saya Pak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 12pt; font-style: italic; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="DA"&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;Perjalanan karir saya alhamdulillah bagus. Justru sekarang saya malas meninggalkan Bandung .... &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-style: italic;"&gt;saya baru mengerti sekarang apa arti kalimat yang bapak sampaikan kepada saya dalam wawancara setahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="DA"&gt;Terima kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;AW&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;===&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Itu penggalan email yang dikirim oleh seseorang yang pernah bertemu aku 1 taun lalu. Ternyata dia baru bisa masih memahami perkataanku satu tahun kemudian..Duh gusti, bukan maksudku membuat orang pusing dan berpikir keras atas apa yang aku sampaikan..kalimat itu meluncur begitu saja takkala melihat suatu keadaan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4198798416152838215?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4198798416152838215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4198798416152838215&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4198798416152838215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4198798416152838215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/10/1-tahun-yang-lalu.html' title='1 tahun yang lalu'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-309198324748567172</id><published>2007-10-05T19:56:00.003+07:00</published><updated>2007-12-12T19:49:48.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan 2007'/><title type='text'>Ramadhan hari ke 19</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;“Ha ha ha ... betapa bodohnya manusia, hanya karena secuil makanan saja, mereka merelakan surga. Bagaimana mereka bisa akan tahan dengan tipu daya dan godaanku kelak sampai akhir jaman ..... ha ha ha ha ha”, Begitulah olok – olok sang penggoda. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Namun DIA sang maha kasih memberikan banyak kemudahan untuk kembali menuju fitrah dan mengangkat manusia yang terperosok ke dalam lembah jiwa yang rendah. Salah satunya adalah Ramadhan. Bulan suci, bulan penuh keagungan, bulan penuh ampunan, bulan kemenangan. Banyak sekali sebutan yang diberikan kepadanya. Aku yakin tak semua orang menikmati Ramadhan sesuai dengan sebutan nama – nama yang baik itu. Aku sendiri mencari makna dan rahasia yang hakiki di balik Ramadhan. Apa yang membuat Ramadhan disanjung – sanjung pernah disampaikan apabila kita mengerti maknanya, maka kita akan meminta semua 12 bulan dalam setahun untuk dijadikan Ramadhan semuanya. Perenungan itu tanpa terasa membawaku ke hari yang ke 17. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sampai di hari ke 19, sahabatku berkata “hib (maksudnya sohib / sahabat), tidak ada fitrah tanpa penyucian diri terlebih dahulu, sama tak ada buka tanpa puasa, menanam dahulu baru panen, tak akan yang luput dari ujian apabila dia ingin menuju iman, ada sebuah jembatan yang harus kita lalui, mungkin inilah sirathal mustakim di dunia”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Hanya orang yang sudah kembali kepada fitrah tubuhnya diterima oleh surga. Tak akan pernah bercampur antara yang hak dengan yang batil. Jika dalam dirimu masih ada kebatilan, maka segera berusahalah untuk menggantinya. Tak akan pernah bercampur antara yang terang dan yang gelap. Jika dalam dirimu masih ada ruang yang gelap, maka segeralah lentera – lentera kamu nyalakan”. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;“Konkretnya gimana, jangan bahasa tinggi mulu aahhh ... puasa koq malah suruh mikir”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;“Lho sederhananya aja khan, bersihkan relung – relung pikiranmu dari hal – hal yang menyebabkan dirimu membusuk karena amarah yang merah membara, kesombongan yang kuning menyala, kegelapan yang hitam pekat, putih yang merasa paling bersih. Kembali lah seperti bayi, senantiasa tersenyum dan merasa cukup dengan tercukupkan kebutuhan pokoknya saja”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;“Ahhh .. masih mbulet ..... jelasin yg sederhana, konkret dan gamblang saja”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;“Kalo begitu singkat saja, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;jangan punya keinginan apa – apa&lt;/span&gt;, sehingga engkau tidak perlu membanding yang ujungnya engkau tidak perlu ngomongin, nggunjing, fitnah, karena rasa iri dan dengki, karena merasa terancam, karena kalah terkenal, takut kehilangan posisi, popularitas, kesenangan dan lain – lain. Segera bertobat karena sadar dan malu kepada DIA”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Sebetulnya masih banyak jangan – jangan yang lain, tapi kalau aku teruskan ngomong, jangan – jangan aku juga nuruti hawa nafsu, ingin dianggap “Lebih”, lebih hebat, lebih alim, lebih.... “. Jadi  aku rasa cukuplah penjelasan  singkatku tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Mau ke surga ternyata susah juga” pikirku. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Suara tawa itu terngiang lagi di telingaku dan sayup kudengar dia berbisik “Ke arah neraka aja, gampang, cuman butuh &lt;i&gt;secuil makanan&lt;/i&gt;”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Maaf saya sedang puasa (termasuk puasa mendengarkan kamu)” kataku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-309198324748567172?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/309198324748567172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=309198324748567172&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/309198324748567172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/309198324748567172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/10/ramadhan-hari-ke-19.html' title='Ramadhan hari ke 19'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-2996942622352602303</id><published>2007-10-05T19:51:00.001+07:00</published><updated>2007-10-05T19:54:59.139+07:00</updated><title type='text'>Untuk anakku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Seorang ayah berpesan kepada anak – anaknya yang sedang beranjak remaja : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Wahai anakku, aku ingin sampaikan pesan dari ayah bundaku kepada diriku dulu, agar engkau merenungkannya. Engkau pasti lebih pandai dari aku, karena engkau hidup di jaman yang serba cepat dan hebat. Oleh sebab itu aku ingin engkau merenungkan kalimat – kalimat ini lebih dalam agar engkau tidak tersesat dalam gegap gempitanya jaman”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Anakku, jadilah orang pandai, karena orang bodoh sering kali dimakan oleh orang yang pandai. Bahkan Rasul pun bersabda tidurnya orang yang pandai (berilmu) lebih berharga daripada ibadahnya orang yang bodoh”&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Anakku, kalau engkau mengerti tentang dirimu, maka akan mengerti siapa Tuhanmu. Maka carilah jati dirimu yang sesungguhnya, jangan terombang – ambing oleh teman, sejawat atau karibmu. Lihatlah langit yang ditinggikan tanpa tiang, bintang – bintang bertaburan di kegelapan malam dan merenunglah, melihat ke dalam dirimu, bahwa engkau bukan hanya seonggok daging yang dibalut oleh kecantikan. Engkau punya hati dan jiwa yang bisa memancarkan siapa dirimu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Anakku, Hormati orang tuamu, karena beliaulah yang pertama kali meninggikan nama Tuhan dalam desahan syukur ketika engkau dilahirkan. Sayangilah mereka melebihi siapa pun di dunia ini, karena ketika mereka sudah tidak ada lagi, engkau akan merindukan saat – saat manis yang hilang atau rencana yang tidak kaulakukan ketika beliau ada. Kecuali mereka menyebabkan meninggalkan DIA”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Wahai anakku, betapa sayang aku kepadamu, namun engkau adalah milikNya, maka tak pantas aku merasa memilikimu. Latihlah sayap kecilmu, agar kuat dan cepat, karena suatu hari engkau akan menapaki langit yang luas tanpa batas, terbang meninggalkanku. Aku rela. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku juga masih bahagia, ketika kelak sesekali menerima kabar darimu dan tak dapat lama – lama lagi memelukmu. Itulah esensi kehidupan, bahwa kita harus rela meninggalkan yang ada, karena semua itu tak abadi atau fana”.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Wahai anakku, aku mencintaimu, maka aku menghormati semua pilihan hidupmu, kecuali engkau menyimpang dari jalan yang telah ditunjukkan melalui kitabnya, maka hubungan kita tidak lagi ada setelah itu. Jadi jika engkau benar – benar menyayangi ayahmu ini, maka berjanjilah untuk memegang kuat – kuat semua yang DIA ajarkan kepada kita melalui Kitab yang mulia ini”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Bacalah”. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;Diserahkanlah Kitab itu kepada anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-2996942622352602303?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/2996942622352602303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=2996942622352602303&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2996942622352602303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/2996942622352602303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/10/untuk-anakku.html' title='Untuk anakku'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-5894692928658667889</id><published>2007-10-02T09:42:00.000+07:00</published><updated>2007-10-15T20:19:17.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Pak Sis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sore itu lembayung merah bertebaran di sebelah barat mulai meredupkan cahaya langit di atas deltasari. Salah satu Fenomena yang senantiasa memangutkan jiwa dan hatiku. Setiap saat memandang langit dalam keadaan redup, apalagi diselingi daun jatuh diterpa angin kering di musim terik. Aku bisa menangis tersedu, menurutkan gemuruh jiwaku yang tersungkur dan terjerembab di depan singgasana kebesaranmu dan tentu saja keindahanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termangu duduk di depan teras Sabilul Muhtadin setelah selesai Sholat Maghrib. Seseorang merunduk melintas di depanku, sambil mengucap salam. Aku balas salamnya dan bertanya “ Bapak dari mana Koq jarang saya lihat di sini?”. Dia yang sebenarnya hanya mau memakai sepatunya yang kebetulan ada di parkir di depanku, tidak jadi, dan ia menjawab “Wah saya dari Pare, Kediri. Musafir yang melintas saja, bersama teman saya itu sambil menunjuk sepeda engkolnya dan sebuah kotak besar di boncengannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah jauh sekali, pak. Apa yang ada di kotak kayu itu, pak ?”, tanyaku sekenanya.&lt;br /&gt;“Saya ini tukang topeng monyet keliling, mas, jadi yang dibelakang sepeda itu ya teman saya, si monyet”. Jawab pak Sis.&lt;br /&gt;“Kok jauh sekali dari Kediri, pak ?”, tanyaku lagi&lt;br /&gt;“Wah ceritanya panjang. Saya sudah dua puluh tahun melakukan pekerjaan ini. Dulu tahun 1973 saya masuk ke Surabaya dan bekerja lalu menikah dengan isteri saya di Kampung Banyu Urip, 4 tahun kemudian, kehidupan kami tidak membaik, bahkan saya tinggal di kampung yang penuh dengan bau tuak, judi, maling  dan main perempuan”.  Katanya membuka ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cerita ini bakal akan panjang, maka aku berteriak pada pak Boncel yang kebetulan turun dari dalam masjid dan hendak kembali ke warung kopinya “Pak Boncel, tolong kopi loro, koyok biasane nggeh, suwun”. Tidak lebih dari 5 menit, dua gelas kopi susu sudah ada di hadapan kami dan cerita bisa dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya setelah punya putra satu, saya mengajak istri saya pulang ke desa di Pare, Kediri. Sementara saya keliling bermain dengan monyet saya ini di Surabaya. Saya biasanya berangkat Senin pagi nunut truk yang ke Surabaya dan kembali setiap 10 hari kemudian. Tidur bisa dimana saja, di gardu satpam, di kantor polisi, atau di masjid. Saya biasa ndak makan atau makan sekali sehari kalau pas sepi begini mas, tapi kawan saya itu tetap harus makan tiga kali bahkan lebih dalam sehari”. Tidak terasa saya jalani ini semua sudah 20 tahun, dari anak satu sampai anak empat dan cucu juga empat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu duit lebih gampang di dapat, asal ada suara dung dung bung dung dung bung, anak – anak ikut berlarian di belakangnya, pasti sudah ada yang nanggap. 10 hari saya bisa bawa pulang ke desa sekitar 250 – 300 ribu bersih. Sekarang juga masih sama sekitar itulah, tapi khan harga beras sudah tidak 100 rupiah per kilo”. Suara Pak Sis datar – datar saja sambil tetap tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan uang segitu, mas. Istri saya bisa nyekolake anak,  bikin rumah di desa dan ya Alhamdulillah kami tidak pernah utang, niki mas kulo ajrih sanget, takut sekali kalo pas mati sakwayah – wayah trus meninggalkan utang sama anak cucu saya. Wah saya bisa di godho (digoda) sama malaikat alam kubur, sudah ndak bisa ngasih apa – apa selama hidupnya, malah ninggalin utang”, wajahnya berubah agak serius dan kemudian termangu. Aku juga mengangguk dan tidak banyak omong seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memecah kebuntuan “Mari pak dihabiskan kopinya, sebentar lagi adzan isya’. Bapak, bisa menginap disini, di lantai dua ada tempat yang disediakan untuk para musafir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedetik kemudian suara radio mengumandangkan “fa bi ayyi alla irabbikuma tukaddiban” dengan lantang. Pak Sis mohon pamit dan menyudahi pembicaraan kami “ Terima kasih kopinya. Kapan – kapan kita ketemu lagi”.  Dia melangkah ke samping masjid dan pergi ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali dalam kesendirianku, terdengar lagi suara “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.  Aku juga merasa nikmat mendapat pelajaran dari Pak Sis yang telah mempraktekkan “orang yang merdeka itu adalah mereka yang tidak berhutang”. Terima kasih Pak atas pelajaran hari ini. Aku tersenyum ketika teringat celoteh teman – teman di kantor yang sebaliknya “orang enggak hutang itu, enggak ada seninya, hidup jadi enggak kreatif karena enggak mikir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku belum pernah ketemu lagi dengan beliau sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-5894692928658667889?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/5894692928658667889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=5894692928658667889&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5894692928658667889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5894692928658667889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/10/pak-sis.html' title='Pak Sis'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-634410519191284498</id><published>2007-09-28T20:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T10:11:43.490+07:00</updated><title type='text'>Terjebak Manisnya Ritual</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o5oE5Hvq8HY/Rv0EABR2zGI/AAAAAAAAAAo/JpnhMEUFdS8/s1600-h/gossip.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115249150152592482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_o5oE5Hvq8HY/Rv0EABR2zGI/AAAAAAAAAAo/JpnhMEUFdS8/s200/gossip.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;B&lt;/span&gt;eberapa ibu – ibu berjalan ke sebuah tempat peribadatan, kemudian menggelar permadani dan mulai bersembah sujud. Seorang pembimbing rohani melantunkan nama – namaNYA yang agung melalui pujian dan wirid yang menyesakkan dada mereka. Sejurus kemudian suasana hening. Perjamuan di majelis yang mubarok itu selesai. Mereka ke luar dan berkelompok kelompok, sambil minum kopi susu hangat di heningnya pagi. Satu dua suara mulai berbicara &lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255); FONT-STYLE: italic"&gt;“Mbak kemarin aku ketemu sama Alya, kelihatannya dia sekarang sudah jadi orang sukses, sudah punya toko buku, cuman gayanya ke-pede-an, dia bilang kalau ini semua terjadi karena dia punya impian dari dulu”&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;.&lt;/span&gt; Yang diajak bicara mengimbangi &lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;“&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ah kalau dia sih, memang begitu dari dulu. Bicaranya sok tinggi, kadang juga kayak yang paling bener, hampir semua dikritik”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Pergunjingan makin seru dan tangisan dan “rasa” &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;di dalam persembahan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;yang baru berlangsung tak berbekas sama sekali. Mereka kemudian pulang menapaki hari – hari seperti biasa. Kemudian sore dan malam, mereka datang lagi ke tempat peribadatan itu. Sejenak setelah selesai mereka bicara lagi tentang alya alya yang lain. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saudaraku, akhirnya engkau terjebak oleh manisnya ritual, juga ritual yang kau ciptakan sendiri, sehabis keluar dari rumah Tuhan. Coba tengok ke dalam hatimu, jangan – jangan engkau datang kesana bersama tentara iblis yang terus mendengungkan betapa rindunya engkau kepada Tuhanmu, padahal dia terus menggosok nafsumu yang memakan lezatnya bergunjing. Engkau datang ke rumah tuhan karena engkau rindu kepada teman – temanmu dan pergunjingannya. Ugh... hisablah dirimu sendiri saudaraku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-634410519191284498?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/634410519191284498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=634410519191284498&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/634410519191284498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/634410519191284498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/sft.html' title='Terjebak Manisnya Ritual'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o5oE5Hvq8HY/Rv0EABR2zGI/AAAAAAAAAAo/JpnhMEUFdS8/s72-c/gossip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4998542149716523456</id><published>2007-09-28T19:40:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T10:11:43.858+07:00</updated><title type='text'>Gadis Kecil dan Kelinci</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o5oE5Hvq8HY/Rvz7AxR2zFI/AAAAAAAAAAg/h9_hUZz8OA4/s1600-h/rabbit22.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o5oE5Hvq8HY/Rvz7AxR2zFI/AAAAAAAAAAg/h9_hUZz8OA4/s200/rabbit22.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115239267432844370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;eorang gadis kecil tersesat di dalam hutan dan bertemu dengan seekor kelinci. Gadis kecil bertanya “wahai kelinci, kemanakah jalan keluar dari hutan ini?”. Kelinci Menjawab “wahai gadis manis, hendak ke mana tujuanmu?”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“ke mana saja asal aku bisa keluar dari hutan ini”. Jawab Gadis Kecil tak sabar. “Kalau begitu, kamu boleh mengambil jalan mana saja untuk keluar dari sini”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini adalah sebuah dongeng sebelum tidur yang sangat populer. Setelah dewasa aku tahu bahwa ternyata artinya sangat dalam, mungkin pengarangnya juga tidak bermaksud seperti itu. Menurutku ada filosofi hidup dalam dongeng itu: kalau kita tidak punya tujuan yang pasti, maka berakhir atau berlabuh di mana saja, maka tidak menjadi masalah, bukan?.. Jadi kita tidak perlu pusing memikirkan jalan mana yang akan kita lalui, wong kita enggak punya tujuan yang pasti kok. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi perlulah kita tetapkan tujuan hidup kita ini, sehingga kita dapat memastikan jalan kita ke mana. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tak usah bertanya kepada sang kelinci. Sang maha kasih telah memberikan contoh yang banyak, petunjuk yang pasti dan penjelasan yang gamblang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saudaraku marilah kita buka hari baru dengan paradigma baru, kita tetapkan bahwa tujuan kita adalah DIA, kita sedang berjalan menuju DIA. Jangan terpesona dengan pernak pernik yang kau temui di perjalanan. Kalaupun kau temukan teman di perjalanan itu, pastikan bahwa dia mau ikut ke tujuanmu atau teman setujuan denganmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4998542149716523456?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4998542149716523456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4998542149716523456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4998542149716523456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4998542149716523456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/gadis-kecil-dan-kelinci.html' title='Gadis Kecil dan Kelinci'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o5oE5Hvq8HY/Rvz7AxR2zFI/AAAAAAAAAAg/h9_hUZz8OA4/s72-c/rabbit22.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-7055639446641611021</id><published>2007-09-27T11:41:00.000+07:00</published><updated>2007-09-30T20:48:32.585+07:00</updated><title type='text'>Sekejap indah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jalanan mulai lengang, jam baru menunjukkan pukul 20.30. Selalu seperti ini setiap bulan puasa. Malam merangkak cepat, setelah turun tarawih, biasanya orang malas keluar rumah, mengantuk, lelah atau mungkin sempatkan waktu untuk berbincang dengan teman, tetangga di beranda masjid atau sambil jalan pulang. Tiba – tiba suasana bertetangga jadi semarak, semua pada kepingin pulang sore, kumpul – kumpul, apalagi di malam hari libur, bisa masuk rumah pada jam menjelang sahur, 02.00 dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke sisi kanan Jl. Ahmad Yani, seutas tali panjang dan rambu gambar panah biru besar berjajar di setiap 25 depan ada rambu bundar dengan tulisan POLISI. Makin lama makin terang, kemudian polisi berseragam memberikan tanda agar kendaraan roda dua mengambil jalur kiri dan berakhir masuk ke halaman gedung imigrasi Waru. Cukup mencekam juga, karena suasana remang dan sebagian pengendara mencoba mencuri di tikungan membelok ke kampung sekitar atau nekad berada di samping badan mobil lalu ikut naik ke jalan layang. “Cari susah aja ... “ pikirku. Aku tersenyum sendiri, ingat seseorang yang pernah mengatakan “.... ngapain kayak gitu, kalo pada akhirnya menyusahkan diri sendiri ...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun ke bundaran Waru, sudah lebih santai. Kendaraan dalam hitungan jari, di depan terminal Bungur Asih, keliatan orang sudah mulai mudik dengan kardus – kardus yang ditenteng kuli terminal dari seberang jalan menuju terminal. Salah satu gambar sempurna tentang roda kehidupan yang tidak pernah berhenti adalah Bungur Asih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas di ujung mulut CITO (city of tomorrow, keren banget yaa untuk gedung sak uplik gini?). Jalan benar sepi ditimpa temaram malam, sinar bulan memancar di langit biru bersih. Sebait doa meluncur begitu saja :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, tahun tahun ini adalah yang terbaik dalam hidupku. Ijinkan pula aku menyatakan yang terbaik untuk mereka. Wahai yang maha kaya, ijinkan jiwa yang kau takdirkan untuk bersanding mendekat satu sama lain, dia yang bercirikan hamdani, rahman, dan sang pembimbing jalan bahagia. Ijinkan mereka mereguk waktu yang tidak lama ini mewujudkan mimpi, mungkin sebuah toko buku kecil dipojok jalan atau sebuah rumah bunga. Ijinkan mereka bermain sejenak di kerling waktu, tatkala senyum mengembang ketika melihat wajah bening sang bayi di pelukannya di timpa matahari pagi. Wahai sang pemberi hidup, seluruh munajahku ada dalam genggamMu, ikhlas dan tenang dalam getaran kalbuku, rabbana, kebahagiaanku melihat mereka menjadi mereka yang bahagia di dalam jalan para PencintaMu. Yang terbaik untuknya dan Yang terbaik dariMu, ijinkan aku berkata “terjadilah” di ujung tahun ketika langit tenang mendengarkan tasbih seluruh semesta, tasbihku juga untuknya”. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil melambat, aku membuka kaca, satpam di ujung pintu gerbang menyapa “selamat malam”. Aku hanya menganggukkan kepala. Mulutku keluh, karena jiwaku belum kembali, dia dalam ekstasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-7055639446641611021?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/7055639446641611021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=7055639446641611021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7055639446641611021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7055639446641611021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/sekejap-indah.html' title='Sekejap indah'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-8324319934557996250</id><published>2007-09-25T13:07:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T21:14:28.264+07:00</updated><title type='text'>Kesenjangan Waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Demi Tuhan, matahari tak pernah terbit atau terbenam, demikian jua dambaan hatiku kepadamu ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Dan aku tak pernah duduk berbincang dengan siapa – siapa tapi engkaulah lawan bicara di tengah keramaian dan kesepianku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Dan aku tak pernah menyebutmu di kala suka atau duka tapi cintaku kepadamu menyatu dengan nafasku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Dan aku tak pernah berniat minum air, ketika aku sedang haus, tapi aku melihat bayanganmu di dalam gelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Dan jika aku mampu datang, aku akan mengunjungimu, merangkak atau berjalan dengan kepala di bawah sekalipun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Dan jika ini benar, inilah yang terbaik dari semua keinginan dan jika tidak, maka setidaknya aku telah menikmati kehidupan yang menyenangkan di dalamnya ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Hari ini aku bersegera melepaskan seluruh rasa inginku akanmu, ketika tadi pagi dikisahkan kepadaku bahwa ketika Musa ingin, dia tidak melihatnya, dan ketika Muhammad tidak ingin, dia melihatNYA.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-8324319934557996250?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/8324319934557996250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=8324319934557996250&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8324319934557996250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8324319934557996250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/kesenjangan-waktu.html' title='Kesenjangan Waktu'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-8163657334584853988</id><published>2007-09-25T12:59:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T20:56:39.136+07:00</updated><title type='text'>Obrolan disiang hari</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;YL : aku lg baca buku laila majnun..udah pernah baca ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;WM : udah ... si wartawan cewek itu khan laila s.chudori, kalo tak salah?&lt;br /&gt;YL : itu mungkin versinya laila s chudori&lt;br /&gt;WM : pengarang'e bukan laila tah?&lt;br /&gt;YL : aku beli yg karangan nizami&lt;br /&gt;WM : dulu putu wijaya or emha juga pernah nulis judul ini, so majnun karna apa?&lt;br /&gt;YL : karena cinta&lt;br /&gt;WM : kalo gitu jaman tak pernah berubah ..&lt;br /&gt;YL : ini cerita jaman dulu, jaman jazirah&lt;br /&gt;WM : yo dulu jaman balai pustaka ada juga crita kayak ginian, judulnya juga sama&lt;br /&gt;WM : so kesimpulannya apa so far ...&lt;br /&gt;YL : hati2x, jgn menyerahkan hati kepada seseorang&lt;br /&gt;WM : Good advise ... hidup ini memang harus begitu&lt;br /&gt;YL : Aku pengen tau aja roman islam jaman dulu&lt;br /&gt;YL : orang kalo lg jatuh cinta/ patah hati dikasih nasihat apa saja gak mempan..&lt;br /&gt;WM : masak ? ... Aku gak percaya sama yang ini&lt;br /&gt;YL : aku terkesan ma bapaknya majnun, dia penuh kasih sayang ma anaknya..meski jd gila..,&lt;br /&gt;pdhl dulu dia susah sekali utk dpt anak, dia berdoa2 siang malam tanpa henti..tp doanya blm &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;terwujud..sampai pd akhirnya dia menyerah..akhirnya tuhan mengabulkannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;WM : so yg terbaik menurut kita harusnya yang terbaik menurut tuhan ... gitu yaa harusnya&lt;br /&gt;YL : Siapa yg tau kenikmatan yg kita dapatkan hari ini menjadi kesengsaraan diesok hari dan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sebaliknya..Benang takdir seseorang terbentang jauh menembus dunia kasat mata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;WM : sesungguhnya pada satu khasanah tertentu, ketika kita sampai disitu, nikmat &amp;amp; derita sama saja,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;karena cinta sudah mengejawantah penuh di dalam jiwa ... apapun yang diberikan oleh yg&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dicinta, tak peduli sakit &amp;amp; luka semua adalah anugerah . ketika anugerah masih dipandang dengan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nilai nikmat atau derita, maka disana kita sudah memasang tirai dengan yg dicinta ...&lt;br /&gt;WM : itu klasik sufi ... koyok yes2o yo ... dulu aku pernah menulis seperti itu ... pd akhirnya cinta dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yg dicintai menyatu ternyata tak pernah terjadi pada diri manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YL : wes nulis panjang lebar kog dimentahin.&lt;br /&gt;WM : ha ha ha wedhi&lt;br /&gt;YL : wedi opo&lt;br /&gt;WM : wedhi majnun&lt;br /&gt;YL : qo’ iso &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;YL : Majnun akhirnya jd terkenal gara2x syairnya ttg cinta. pd akhirnya Cinta&lt;br /&gt;sesama manusia itu melukai banyak orang dan penuh penderitaan&lt;br /&gt;WM : ketika sampai dikhasanah itu, doa yang ada hanya benamkan aku pada bumi ketidak&lt;br /&gt;terkenalan ... dan cinta hanyalah sebuah persembahan .. tak lebih tak kurang ... tak ada &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kepemilikan ... bahagia krn yg dicintai bahagia. classic but it's true..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YL : huuuu...huuuu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-8163657334584853988?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/8163657334584853988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=8163657334584853988&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8163657334584853988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/8163657334584853988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/obrolan-disiang-hari.html' title='Obrolan disiang hari'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-5424306510885247583</id><published>2007-09-25T12:55:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T20:59:22.631+07:00</updated><title type='text'>Menulis Saja</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang teman mengatakan aku punya bakat menulis. Bahkan menurut dia setelah membaca emailku yang cerita panjang tentang aku nyasar hampir dua jam tadi malam. “Wah anda bisa menjadi penulis novel nih, saya koq jadi ikut merasakan bagaimana bingung dan tegangnya saya kalau saya yang mengalami”. “wualah ... hebat banget, wong cerita kayak begitu aja bisa membuat dia ikut kesasar dengan perasaan lebih mengerikan”, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada lagi seseorang yang mengirim email sederhana “ ceritanya sudah bagus, tidak perlu komen lebih jauh”. Mak deg, Aku merasa seperti anak sekolahan yang baru saja dipuji oleh guru bahasa Indonesiaku. Suatu hari dia menulis lagi “jangan terlalu berat, banyak alinea yang membingungkan orang”. Aku balas “ oh ya, ,koq bisa membingungkan orang ?.”. Dia menutup chatting hari itu dengan sepotong kalimat “seperti biasanya, orangnya itu belum paham, tapi orang itu baru akan mengerti apa yang kamu maksudkan setahun kemudian”. Aku hanya tersenyum termangu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku bangkitkan gairahku dan menggumam sendiri “at least sudah ada yang mau membaca dan menanggapi tulisanku, tidak perlu tahu motivasinya dan tidak penting apa katanya, yang penting aku menulis”.&lt;br /&gt;“Tentang sebuah novel atau cerita panjang sekali, bagaimana?. Tanyaku kemudian pada diri sendiri. “Aahhh kemenyek koen iku, koyok’e wong temen ae” selirik kata tanpa suara berdesir di telingaku. “dengan refleks, suara lain yang sangat aku kenali menjawab, “itu suara si downer, biarkan aja, kalau kita tidak hiraukan dia, dia pasti mati merana sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu, Aku bertekad akan mencobanya di lain waktu, di kala musim panen tiba tetapi padi – padi tidak menguning, mungkin rasa iba yang gampang tiba itu, akan membimbingku menulis prosa sedih di suatu masa itu atau sesaat ketika kuncup bunga Kamboja mulai mekar di depan rumahku dan aku menikmatinya di tengah tanah basah bekas hujan, secangkir kopi dan ketela tipis yang agak gosong sehingga tulisan cinta dan kehidupan akan bertebaran di mana - mana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-5424306510885247583?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/5424306510885247583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=5424306510885247583&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5424306510885247583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/5424306510885247583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/menulis-saja.html' title='Menulis Saja'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4858716292958012921</id><published>2007-09-13T22:09:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T21:10:22.451+07:00</updated><title type='text'>Mimpi &amp; Keyakinan</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Membangun sebuah kesadaran baru bahwa hidup ini harus dimaknai dengan seksama dan bahwasanya apa yang diperbuat dan dilakukan dalam hidup ini haruslah sebuah karya yang akan dikenang dari satu generasi ke generasi, walaupun dalam skala yang kecil adalah sebuah mimpi sejak masa kanak – kanakku.Aku tidak punya talenta sebagai perupa, makanya aku tidak bisa membuat karya monumental seperti pelukis orang besar yang aku kagumi Affandi, Basuki Abdullah. Aku juga tidak pandai pandai banget sehingga enggak bisa bikin kayak Bill Gates atau Jack Welch atau tidak bisa olahraga sehebat Rudy Hartono, Pele, Beckcham atau Bjon Borg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Cuma lelaki biasa yang dibekali keberuntungan (&lt;em&gt;talenta&lt;/em&gt;) luar biasa menurut keluarga dan teman – teman di desa dan kampungku dulu. Aku sudah banyak mendengar sejak kecil kata – kata “hidup cuma sekali, maka nikmatilah sesukamu” atau “hidup khan hanya sekali, kenapa tidak kita buat senang – senang”. Dalam “AKU” ada selarik kata “hidup sekali berarti sesudah itu mati”. Namun aku melihat dari sisi sosok insan terpilih (Muhammad), “dia mati sekali, hidup selamanya”. Lalu aku mencoba bermimpi seperti itu, yaitu mati sekali, hidup selamanya. Setidaknya dalam kenangan keluargaku, sahabat, teman – teman dekatku dan orang yang kutemui dalam perjalanan hidupku.Maka mulailah lembaran – lembaran yang bisa kusebut sebagai impianku menjadi kenyataan hidup satu demi satu. Awalnya banyak hal yang tidak mudah, sepertinya serpihan hidup yang tidak teratur, puzzles yang tidak ketahuan bentuknya atau air yang mengalir tidak tahu arah. Sewaktu masih kecil, aku suka nonton TV serial Rin Tin Tin bersama – sama temanku di kampung, ngintip dari balik gorden yang tersingkap, di rumah besar pak Karim. Saat itu Satu RT yang punya TV &lt;em&gt;cuman &lt;/em&gt;3 rumah.Dalam hatiku selalu ada mimpi “betapa enaknya yaa di negara Amerika, koq ada salju, kalo begitu es blok (es pasrah pakai lidi diberi siraman sirop merah) khan enggak perlu beli”. Semenjak SMP kalau ditanya “cita – citanya apa ?. “mau jadi sarjana dan pergi ke luar negeri”. Koq aneh, ya, wong anak yatim ndeso, kuli pabrik (walaupun masih milik saudara sendiri), ngomong seperti itu. Tapi waktu itu enggak mikir sih, yakin juga enggak, kecuali pada saat berdoa “ Yaa Alloh, jadikan aku hambamu yang sholeh, yang mampu menerima qudrah dan irodahMu, punya ilmu untuk memahami semua sisi kehidupan ini. Beri aku kekuatan lahir dan batin untuk menjalani semuanya ini”. Rasanya semuanya itu akan benar – benar terjadi, suatu hari di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Maka terbanglah aku mengelilingi bumi nusantara, menjelajahi Singapura, Kuala Lumpur, Manila, LA, Cleveland, Chicago, Boston, Buffalo, New York, Pennsylvania, Tampa, London, Oxford, Bangkok, Hamburg, Thonder, Amsterdam, Breda, Utrech, entah mana lagi yang akan aku singgahi.Jika engkau membaca ini, maka Yakinlah pada suara hatimu ketika bermunajat, munajatlah dalam keheningan dan kebeningan kalbumu. Temukan Dia disana, Sang maha kasih. Dan aku mencoba mewujudkan kasih itu dalam hidupku ......Terima kasih kepada para penyemangat jiwa yang mengijinkan semua ini terjadi ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4858716292958012921?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4858716292958012921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4858716292958012921&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4858716292958012921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4858716292958012921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/mimpi-3-keyakinan_13.html' title='Mimpi &amp; Keyakinan'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-7934531264487757317</id><published>2007-09-12T16:54:00.000+07:00</published><updated>2007-10-15T20:34:03.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Pak Hadi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;Guruku banyak sekali. Tanpa orang - orang ini aku tak akan mencapai semua ini. Hari ini aku mencoba mengingat mereka yang telah menjadikan hidup ini penuh dengan keindahan. Lebih gampang kalo menulis mulai dari yang paling baru .... Biasanya aku tidak konsisten bisa saja ditengah ini aku bosan menulis tentang guruku tapi menulis yang lain, Mohon ijin dan mohon maaf sebelumnya bagi para pembaca tulisan ini. Nuwun. terimakasih dulu pada yang selalu memberikan semangat untuk mengajak saya menulis ... the inspirator.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pak Hadi …. (DSI 2007)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;Penjual arum manis, sejenis makanan dari gula pasir, yang kemudian diputar pakai alat dan menjadi kabut yang makin lama makin kental dan dililit dengan sebilah bambu tipis sebagai penusuk sekaligus pegangan si pembeli. Aku menyebutnya arbanat di desaku dulu, tapi aku jarang membelinya.  Ibuku melarang dengan alasan bisa menyebabkan batuk berkepanjangan. Ternyata Ustadz Syahrul Amin, guru agama di Sabilul Muhtadin, menyebutnya dengan robanat atau kembang gula.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;Biasanya Pak Hadi mampir, istirahat dan tidur di emperan masjid pada hari Kamis malam, sampai minggu pagi, setelah renungan bening kalbu, beliau akan mengayuh sepeda arbanatnya pulan ke pasuruan. Membawa pulang seluruh penghasilan yang beliau kumpulkan selama satu minggu dengan berkeliling berjualan arbanat di Surabaya dan Sidoarjo.  Anaknya lima dan tiga sudah berkeluarga, setiap satu minggu, dia pulang dengan menumpang truk bersama – sama dengan  pedagang lainnya sampai di pinggir kota Pasuruan dan masih mengayuh sepedanya sejauh 25 km menuju ke rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;Pekerjaan ini telah dijalani beliau lebih dari 20 tahun. Sebuah perjalanan dan pekerjaan yang tidak mudah ditengah banyaknya pabrik kembang gula, bukan hanya permen modern, bahkan ting ting jahe pun diproduksi oleh pabrikan sekarang ini. Pertanyaan para pengamat UKM, masih adakah ruang bagi mereka yang bekerja di sektor riil dan informal, dimana merekalah sesungguhnya penggerak roda perekonomian?. Pak Hadi merupakan salah satu jawaban bahwa mereka masih punya ruang hidup dan berusaha dengan halal. Di tengah ketidak pastian yang tinggi ini, Pak Hadi masih bisa membawa pulang Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 25.000 setiap hari. Dipotong makan sekitar Rp. 10.000,-, maka beliau akan pulang dengan uang sekitar Rp. 150.000 per 10 hari. Lebih dari cukup untuk menghidupi istri dan dua anaknya di desa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;Kemaren Pak Hadi ikut hadir dan jualan di Bazar murah ”marhaban yaa ramadhan” selain meriah karena uniknya arum manis tradisional di sepeda pak Hadi, maka senyum Pak Hadi membuat saya trenyuh, ” Mas, terima kasih banyak, sejauh ini bening kalbu membawa saya lebih nyaman dan tenang menjalani kehidupan saya. Kopi hangat di tengah pagi yang dingin, Senyum ramah di bawah padang bulan dan nasi goreng mawut yang sering mas hidangkan dan nikmati bersama saya, membuat beban saya jauh lebih ringan saja, apalagi hanya dalam 2 jam tanpa mengayuh saya mendapatkan Rp. 100.000 dari pengunjung bazar. Saya rencanakan infaq masjid 10% Mas. Alhamdulillah, Yaa Rahman. Engkau maha menyejukkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;Deltasari, September 9, 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-7934531264487757317?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/7934531264487757317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=7934531264487757317&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7934531264487757317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/7934531264487757317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/guruku.html' title='Pak Hadi'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-4734105322251235339</id><published>2007-09-12T15:23:00.000+07:00</published><updated>2007-09-29T22:49:12.960+07:00</updated><title type='text'>Marhaban Yaa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div  align="justify" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pertemuan Beningnya Kalbu edisi Minggu, 9 September 2007, diakhiri lebih cepat dari biasanya, karena kami akan menyelenggarakan bazar "marhaban yaa ramadhan" pukul 06.00. Ketika sholat subuh selesai, waktu masih menunjukkan pukul 04.30 dan imam Masjid Sabilul Muhtadin memimpin doa kurang lebih 5 menit dan di tengah diam dan dalam mata yang masih terpejam,, ada suara memanggilku. “beningnya kalbu atau heningnya suara kati akan dimulai oleh Abah ....”. “Bah atau Gus atau Yai” adalah sebutan – sebutan akrab di antara jamaah terutama mereka yang menjadi ta’mir Masjid Sabilul Muhtadin. Panggilan itu menghilangkan kesakralan sebutan yang biasa dipakai di pondok pesantren untuk menghormati guru, sesepuh atau anak kiai. Namun justru itu dibalik itu semua, terjalin suasana yang sangat akrab dan menafikan semua strata sosial di lingkungan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beningnya Kalbu menyapa para jamaah sholat subuh Sabilul Muhtadin dengan kelembutan dan kehangatan menghapus bekunya pagi di musim kembang mangga. “saudaraku yang dimuliakan oleh Allah sang maha pengasih dan penyayang, saya mengajak anda semua, membuka hari ini dengan mengendapkan semua yang ada di pikiran kita dan lihat serta bicaralah dengan kalbumu yang bening. Kemudian marilah kita memilah apa yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita, janganlah engkau menukar yang kekal dengan yang fana..................... “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana hening lampu did alam ruangan masjid padam satu per satu suara helaan nafas memberat mulai terdengar di sudut - sudut ruang. Beberapa suara perempuan menyebut keagungan namaNYA sambil mohon ampunan di tenggorokkan yang tercekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar lagi kita akan menyambut hari baru, sinar fajar di ufuk mulai bertambah terang, mari kita tutup kultum ini dengan “munajat suara hati” dan lewati hari ini dengan niat untuk menjadikan hidup kita menjadi lebih baik buat kehidupan pribadi, teman dan tetangga. Lebih dari itu kita akan niatkan untuk berhijrah demi Allah dan Rasulnya, kalo kita kemarin belum berhasil, mari kita coba lagi, bila kita sudah merasa lebih baik, maka mari kita sempurnakan hijrah kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudaraku, semoga Allah yang maha memberikan petunjuk, Yaa Haadi, menganugerahi kita senantiasa berada di jalan terang sampai maut datang menjelang dan setelah kita dikeluarkan dari kegelapan di masa lalu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim, kami hadapkan wajah kami lurus kepadamu, di pagi yang dingin dan bening ini, guncangkan dada kami ketika menyebut namamu yang agung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjadi lebih hangat sehangat butiran air mata yang senantiasa menetes di setiap pertemuan beningnya kalbu. Tentu saja tangisan dan air mata bukanlah target pelatihan ini, butiran air mata memastikan bahwa hati ini masih mudah tersentuh oleh sentuhan kasih Allah yang ditiupkan lewat udara yang kami hirup untuk terus melanjutkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah Bekal (Beningnya Kalbu) edisi ke 24. Kami masih menangis bersama, kami masih emotionally attached. Aku selalu tak bisa berdiri ketika hembusan nafas kami kembali normal dan aku mengakhiri pertemuan ini dengan salam. Hanya satu yang membuat kalbu ini bening nan sejuk, mereka para jama’ah beningnya kalbu sebagian besar mereka yang tidak beruntung dalam kehidupan dunia. Namun mereka sangat layak menjadi tamu di Masjid yang megah ini yang dibangun dengan segala semangat ikhlas. takarub dan tanpa pamrih, kecuali ingin membuat mereka yang hidup disekitar masjid mempunyai tempat yang nyaman dan layak untuk beribadah, berkegiatan sosial dan bercengkerama menjelang atau sesudah isya. Kesyukuran yang dalam menghujam ke kalbuku, setiap kali mendengar cerita pak ren, pak min atau pak ran mengenai beratnya kehidupan mereka di hari itu di kala bercakap sehabis isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidoarjo, Minggu 37, 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-4734105322251235339?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/4734105322251235339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=4734105322251235339&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4734105322251235339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/4734105322251235339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban Yaa Ramadhan'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4798334377316358738.post-1012476748907001536</id><published>2007-09-05T14:22:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T19:00:27.756+07:00</updated><title type='text'>Mimpi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;font-family:verdana;"  align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;ungguh&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;itu “haq” dan pasti bisa dilakukan semua orang dalam hidupnya yaitu bermimpi. Murah, bebas lepas dan tidak menyakiti siapapun. Mimpi merupakan sebuah kemerdekaan tanpa batas, Cuma masalahnya adalah pada umumnya orang tidak bisa membedakan antara mimpi dengan angan – angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi walaupun tanpa batas harusnya bisa diwujudkan dalam kenyataan, yang diperlukan hanyalah keberanian dan usaha untuk mewujudkannya. Sementara angan – angan sama sekali tidak punya ruang untuk diwujudkan, karena pada umumnya orang yang panjang angan – angan hidup dalam pengandaian yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal pertama adalah kata – kata seorang pegawai yang memandangi direkturnya yang baru turun dari mobil menuju ke ruangannya yang persis di depan meja tempat dia duduk “seandainya dulu aku sekolah dengan tekun, maka mungkin aku juga bisa jadi direktur“. Tidak mungkin terjadi, khan?. Waktu sudah tidak bisa diputar ulang dan dikembalikan, kecuali di film “Quantum Leap” dan “time tunnel”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal yang kedua adalah “ seandainya aku mendapatkan ikan besar, maka kita akan pesta “barbikiu” disini di bawah sinar bulan malam ini juga “, kata seseorang yang sedang berjalan bersama kekasihnya di pinggir dermaga, sambil melihat seseorang yang menarik senar pancingnya dengan ikan yang cukup besar bergelayutan di mata kailnya. Bagaimana bisa terjadi?, lha wong, hobi mancing saja enggak punya, apalagi punya alat pancing, bahkan mancing aja enggak pernah, koq mau dapat ikan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal ke tiga “ seandainya aku dapat lotre hari ini, maka aku akan berhenti bekerja dan keliling dunia bersamamu”, kata seorang suami yang masih pakai sarung, baju koko dan kopiah kepada istrinya yang menemaninya duduk di meja makan. Laki – laki itu melihat betapa kasihan istrinya yang keliatan lelah bekerja mengurus rumah setiap hari selama 30 tahun bersamanya dan belum pernah diajak pelesiran berdua, santai dan jauh dari rutinitas. Sang Istri dengan senyum ikhlasnya berkata “ aku sudah cukup bahagia menemanimu sepanjang waktu, memberikan semangat di saat engkau jatuh dan menerima tawamu ketika engkau suka. Tidak pernah sekalipun aku meminta lebih dari itu, apalagi pelesiran. Tapi seandainya itu terjadi, aku akan suka sekali. Suamiku, ijinkan aku bertanya, apakah engkau sudah membeli kuponnya, berikan kepadaku dan ijinkan aku berdoa sepanjang malam ini memohon agar nomor lotremu keluar”. Laki – laki itu menjawab “seumur hidupku aku belum pernah membeli kupon lotre, istriku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bermimpilah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah malam pekat sambil memandangi bintang di langit sana, ceritakan harapan dan mimpimu dan pekikkan tekadmu agar seluruh alam raya menjadi saksi bahwa engkau siap mewujudkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari ini, dimana bulan tinggal sepotong seolah kehabisan sinar setelah berjaga sepanjang malam, aku sendiri mengukir mimpi dan harapanku di langit pagi, dan ketika akan mulai membuka hari ini aku berdoa untuk berbuat dan kuat melangkahkan kaki kecil ku menuju kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bermimpi ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4798334377316358738-1012476748907001536?l=beningnyakalbu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/feeds/1012476748907001536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4798334377316358738&amp;postID=1012476748907001536&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1012476748907001536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4798334377316358738/posts/default/1012476748907001536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beningnyakalbu.blogspot.com/2007/09/mimpi.html' title='Mimpi'/><author><name>Bekal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06897928380947970274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
